Eris sekarang berada di dalam llift bersama Sasha dengan kacamata hitamnya. Dengan pakaian yang dikenal Eris dengan baik, tapi tidak mungkin dicocokkan Eris dengan cara yang sama dengan yang dilakukan wanita itu. Wanita muda itu berhasil mendapatkan pakaian Eris yang “layak” untuk ia pakai siang itu. Itupun setelah mengacak-acak isi lemarinya hingga sekarang bertebaran di atas lantai dan di atas ranjang. Untungnya Sasha melakukannya ketika papanya sudah pergi bekerja. “Are you sure? Kau bisa menolak, Eris.” Lazuardi berbisik dengan Bahasa Indonesia untuk kalimatnya yang terakhir ke telinganya ketika Eris membantu pria itu mencuci piring bekas sarapan mereka pagi tadi. “Yeah, sure. Dan ia jelas punya selera yang lebih baik darimu.” Eris memberinya senyum penuh persekongkolan. Karena Laz

