Fei Pasrah meski Sakit

931 Kata

"Wuiiih, ada bubur." Fei keluar dari kamar diikuti oleh Jemima. "Alaaah basa basi, lo. Buruan makan, bro. Biar kuat ngadepin kebucinan." Pungkit mengejek. Bubur ayam komplit terhidang di meja, meski sudah dingin Fei menghargai jerih payah Jemima dan memakannya dengan lahap. Lagipula, bukannya setiap pemberian itu harus disyukuri? "Habis ini lo tidur lagi?" tanya Wirda. "Enggak kayaknya, mana bisa gue tidur kalian berisik banget." Pungkit terbahak, Jemima juga. "Bagus, kalau gitu antar gue beli properti buat ngonten." Fei mendengkus, dirinya memang tidak akan tidur lagi, tetapi jika diajak untuk belanja bareng Wirda dia ogah juga. "Gue gak tidur loh, Wir. Gimana kalo di jalan pas bawa kendaraan malah langsung tidur?" Membayangkan hal itu, Wirda ngeri juga mau tidak mau akhirnya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN