Pelukan Satu Menit

1210 Kata

"Profesional itu bukan berarti lo jauhin gue, Fei." Terngiang ngiang ucapan Jemima saat bermalam di Kala Senja. Malam yang seharusnya indah itu justru jadi malam panjang yang menyiksa bagi Fei. Berulang kali lelaki itu ingin mengutarakan, berulang kali pula Fei mengurungkan niatnya. Pemilik rambut hitam itu hanya bisa mencuri pandang, kala gadis pujaannya tertawa di depan api unggun. "Hayoloh ketauan stalk." Suara Wirda mengagetkan Fei, hampir saja pria itu menjatuhkan ponselnya. "Muslim yang baik masuk rumah itu ngucap salam. Bukan ngagetin orang kayak begitu. Kalo gue sawan, Lo mau tanggung jawab?" "Heleh, cari pembenaran. Assalamualaikum, Fei, mengapa engkau Stalking akun bos sendiri wahai pak Editor?" Fei buru buru menyimpan ponselnya, dia melihat jam. Sudah pukul delapan, teng.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN