Intan Mayang adalah satu satunya harapan, seraya menunggu tukang tambal ban mengganti ban dalam si nona manis, Fei terus menghubungi saudara perempuannya. Tersambung, tetapi tidak diangkat. Sepetinya sang Kakak juga ikut marah. Jemima bukan tipe orang yang suka marah marah kepada Fei, tapi jika kesalahannya sefatal ini sudah pasti perempuan itu mengamuk. Ditambah Intan Mayang yang memang orangnya tempramen dan hobi banget bikin Fei naik darah. Lelaki itu mengalihkan pandangan dari tukang tambal ban. Dengan cemas kembali menatap layar telepon. Setengah jam kemudian, Nona Manis sudah siap dibawa jalan. Tanpa pulang dan mengganti pakaiannya, Fei langsung menuju ke Sanggar Kebaya Anggita. Dalam kamus hidupnya, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Alangkah leganya Fei ketika men

