Fei tidak terbiasa dengan keadaan yang mengejutkan ini. Rasanya dia tetap backstreet dengan Jemima. Rasanya orang yang akan dijodohkan dengannya adalah orang lain. Rasanya ya seperti itu, antusiasme lelaki itu tidak ada peningkatan. Fitting baju pengantin yang harusnya dia hadiri siang ini nyatanya dia lupakan, tidak ada kerjaan di zona Jemima membuat Fei sendiri gabut. Entahlah apa yang harus dia lakukan. Fei melihat notifikasi di ponselnya, grup alumni kampusnya riuh banget, ternyata mereka akan mengadakan turnamen futsal antar Fakultas. Katanya sih nostalgia sewaktu mereka masih jadi mahasiswa dulu, sekalian reunian tipis tipis. Pagi-pagi sekali lelaki itu meninggalkan rumah dengan membawa si nona manis. Menyusuri jalanan kota Garut yang tidak begitu padat menuju gor tempat bermain

