Saat ini hal yang paling enggan Fei lakukan adalah bertemu dengan Intan Mayang. Sudah sangat jelas, bertemu dengan dirinya berarti akan ada percakapan tentang pernikahan. Dan yang enggan Fei temui itu kini duduk di depan rumahnya membawa sejumlah barang yang dibungkus dengan paper bag. "Keluyuran melulu, sih. Tanggal nikah udah deket, harusnya lo bantuin gue." Fei memutar bola matanya, jengah. "Kan udah gue bilang, gue terima beres, ngapain gue kudu bantu Lo?" Intan Mayang sedikit marah mendengar ucapan adiknya, Paper bag yang dia pegang dilempar ke arah Fei. "Paling enggak lo ada saat gue dateng buat ngepas baju dan sepatu." Isi dari paper bag itu adalah sepatu, dan juga stelan jas yang akan Fei kenakan saat acara seserahan nanti. "Ngapain?" tanya Fei. "Masih aja nanya, buka p

