Fei tidak suka saat waktu bergerak begitu cepat. Dua bulan yang dia miliki bersama Jemima itu kini tersisa tiga puluh lima hari lagi. Keluarga bahkan sudah menyiapkan gedung untuk pernikahan Fei. Ada sedikit harapan bahwa wanita yang akan menjadi istrinya itu adalah Jemima. Namun, tidak mungkin, Bunda Ratu tidak menyukai Fei dan pernah meminta Jemima untuk menjauhi dirinya. Semakin sedikit waktu yang dia punya, semakin besar keinginan Fei untuk memiliki Jemima. Seperti saat ini, pikirannya kalut, berusaha semaksimal mungkin untuk konsentrasi, tetapi sulit. Tawa Jemima yang sedang ngobrol asik bareng Wirda dan Pungkit mengganggu pendengarannya. "Kenapa, Fei?" tanya Jemima yang menyadari pacarnya bergerak gelisah di atas kursi. "Gak apa apa, gak konsen aja, butuh pencerahan." Wirda em

