“Katakan apa maksud lo nguntit temen gue, hah!” Baru kali ini Jemima melihat Fei semurka ini. Tangannya yang terkepal melayang di udara, tangan satunya mencengkram kerah baju lelaki yang tatapannya menantang menyebalkan. Orang-orang di sekitar sana berkerumun, Jemima takut kalau Fei kelepasan dan berujung dilaporkan atas dasar penganiyayaan. “Fei, jangan dipukul,” ucap Jemima dengan badan gemetaran. “Jem, lo gak liat apa yang sudah dia perbuat sama lo?” “Bawa kantor polisi saja!” “Hajar saja!” Dan banyak lagi saran dari orang-orang setelah tahu apa kronologisnya. “Jangan bawa saya ke kantor polisi, saya hanya disuruh, tolong anak saya masih kecil-kecil.” Lelaki itu memohon mohon, mengharapkan iba dan belas kasihan dari Fei dan Jemima. Mendengar kata suruhan, Jemima dan Fei salin

