"Eh buset, ngagetin gue aja." Fei berjingkat ketika membuka pintu, perempuan berambut panjang berdiri hendak mengetuk pintu. "Lo Kate gue Kunti?" hardik Intan Mayang. Saudara perempuan Fei itu masuk ke kontrakan Fei yang cukup rapi. Di ruangan tamu yang minimalis hanya ada sofabed dan sebuah televisi yang menempel di dinding. Di atas meja, ada cangkir kopi yang sudah kosong juga asbak berisi puntung. Intan Mayang duduk di sofa itu lalu meminta saudaranya untuk ikut bersisian dengannya. Fei punya firasat yang enggak enak, pasti Intan Mayang adalah utusan Bapaknya. "Gue disuruh pulang?" "Itu tahu," jawab Intan. "Katanya udah gak mau main jodoh jodohan lagi." Segelas air minum dia berikan kepada Intan. "Emang iya, tapi ini Aki yang minta, katanya temenin aja ke rumah teman aki. Mau k

