Awal Kehancuran

1026 Kata

"Lama amat," protes Wirda. "Kirain gak balik lagi." Dua jam rasanya memang lama. Jemima dan Fei padahal hanya beli makan di warteg Mang Asep. Hanya saja terjadi insiden yang tidak bisa dia duga. Untungnya Fei sigap. Benar adany jika lelaki itu selalu ada di garis terdepan. Meski harus bertepuk sebelah tangan. "Biasalah, artis tuh di jalan pasti aja ada fans yang menguntit." Fei memberikan es Boba kepada Pungkit. "Dua puluh lima ribu." "Mahal amat?" protes Pungkit. "Dua cup, yang satu udah gue minum." Pungkit mendengkus, dia lalu mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribu. "Kembalian." Fei mengeluarkan uang receh dari tas pinggangnya, the real recehan. Pecahan dua ribuan. "Siapa yang nguntit, Fei?" Wirda penasaran. "Orang yang sama, waktu nguntit gue si pasar Ciawitali." Jemima men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN