Memoriam XX: Calon Pendamping Hidup

1122 Kata

Berbulan-bulan lamanya. Semua masih berjalan monoton seperti biasanya. Hanya saja, intensitas Tahta berkunjung jadi lebih jarang. Tanya tidak bungkam. Ia mengatakan alasannya, karena tidak mau semakin banyak fitnah di antara mereka. "Maaf ya Mbak. Bukannya aku nggak mau sering berkunjung. Tapi ... biar bagaimana pun, kita belum terikat hubungan apa pun. Aku bisa saja menjawab, bahwa aku adalah calon suami Mbak Dara. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kalau ditanya orang, aku bingung harus jawab bagaimana. Aku adik ipar mbak, pamannya Haidar. Tapi aku dan Mbak nggak ada hubungan darah. Malah takut ngefek ke mental Haidar nanti. Pas nggak ada orang dewasa di sekitarnya, dia ditanya macam-macam sama orang, yang bukan kapasitas Haidar untuk menjawab." Seperti itu lah penjelasan yang dilakukan o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN