Dameer melajukan mobilnya dengan cukup kencang, hampir saja ia menabrak pengendara roda dua. “Hati-hati Dam! Cara nyetirmu bisa merugikan orang lain!” Pekik Yasmin. Laki-laki itu terdiam. Ia terus melajukan mobil sambil pikirannya terus tertuju pada kertas gugatan cerai milik Yasmin, yang ditemukan di laci nakas kamar istrinya itu. Sepuluh menit berlalu. Mobil putih itu sampai di parkiran gedung apartemen. Dameer melangkah dengan cepat, diimbangi Yasmin di belakangnya. Bruk!! Pintu dibanting dengan cukup keras oleh Dameer. Mata Yasmin membola. “Oke. Kita cuma berdua di sini, kamu mau apa?” tantang Yasmin. Ia sadar, salah berkata demikian karena bisa makin menyulut emosi Dameer, tapi perempuan itu lelah dengan ketidak stabilan psikis Dameer, yang membuatnya malu di hadapan para pegaw

