“Yasmin? Dava?” Kening Cici berkerut saat menatap mereka datang ke rumahnya. “Ci. Maaf ganggu, suamimu ada di rumah?” tanya Yasmin. “Bukan jadwal balik. Semingguan lagi, kenapa?” “Aku nginep semalam boleh gak?” “Boleh dong Bep. Ayo masuk! Kebetulan aku sendirian sama Naufal, adekku lagi gak bisa nemenin.” “Aku langsung pulang ya,” cetus Dava. Cici menatap Yasmin. “Iya. Dava cuma anterin aku aja kok.” Walau tak paham, Cici menganggukkan kepala. “Baiklah. Hati-hati ya pak Dava.” Dava mengangguk. “Iya. Tolong jaga Yasmin, jika butuh apa-apa jangan sungkan telepon aku.” “Makasih Dav,” ucap Yasmin. “Sama-sama.” “Ya udah, assalamu'alaikum.” “Wa'alaikum salam.” Yasmin masih menatap mobil Dava hingga hilang dari pandangan. “Yas. Masuk yuk!” **** Cici mengajaknya ke kamar tamu. Me

