Cici membuka pintu yang terbuat dari kaca. Menunggu Yasmin yang baru saja turun dari mobil. Setelah beruluk salam, Yasmin 'cipika-cipiki' sambil mengulas senyum tipis pada Cici. Seperti biasanya, Yasmin akan menyapa para pegawai yang tengah membereskan toko. Beberapa dari mereka bahkan menanyakan kabar karena kekhawatirannya perihal sikap Dameer kemarin padanya. “Mbak Yasmin, baik-baik aja kan? siapa lelaki asing itu?” “Mbak! Itu mantan ngajak balikan ya?” “Mbak, yang kemaren rentenir nagih hutang ya?" 'tepok jidat'. Semua pegawai tidak ada yang tahu, jika Yasmin sudah menikah. Bukan ia tidak ingin memberi tahu, tapi seolah hal itu terlupa di benaknya, bahkan sebagian dari mereka menyangka jika Yasmin adalah calon istri Dava. Aseek! Pembaca juga maunya gitu kan, kan? Hayo ngaku! *

