Setali tiga uang dengan Dava. Baginya, kehadiran Kulsum dan Harun adalah penolong sekaligus pelepas rindu. Rindu mendamba kasih sayang dari kedua orang tua yang tidak pernah ia dapatkan. Sekelebat ingatan itu kembali muncul. Saat Dava kecil dengan penuh luka berguling-guling di semak yang penuh duri tepi jurang, sedetik sebelum mobil sedan yang ia tumpangi terbakar. Malam yang gelap itu, tak ada sesiapa yang dapat menolong. Cahaya senter dan suara samar dari para polisi dan relawan yang memanggilnya tak dapat ia jangkau. Suaranya tercekat di tenggorokan, hingga matanya kian terpejam rapat. Kedua netra heterochromia itu terbuka, saat telah berada di rumah sakit dengan sekujur tubuh penuh luka. **** “Nak. Jangan terlalu sibuk sama pekerjaan, pikirkan juga masa depan dan kebahagiaanmu

