Dengan hanya balutan gamis hitam polos dan jilbab yang juga berwarna hitam, Yasmin masuk ke toko tanpa menyapa atau menatap siapa pun. Wajahnya lurus ke depan dan tampak pucat. Cici yang melihat itu bergegas menghampirinya, dan menyesuaikan ritme langkah sahabatnya itu. “Yas, kamu kenapa?” Yasmin tersenyum tipis. “Nggak. Dava ada di ruangannya?” Yasmin balik bertanya. “Lagi ke tempat proyek sama Iwan.” Yasmin terus berjalan mendekati ruang pegawai yang kosong. Lalu langsung memeluk Cici erat-erat, membuat perempuan berjilbab lebar itu mengerutkan dahi. “Nyamannya memelukmu Ci. Kamu memang sahabat terbaikku, makasih. Maaf ya, aku selalu bikin repot.” “Yas ....” Pelukan itu dilepaskan. “Ci. Lusa, rabu malam adalah ulang tahun pak Abelard, jangan lupa beritahu pak Brury, executif c

