Bab 45

1053 Kata

Dava menatap kepergian Yasmin hingga hilang dari pandangan. “Alhamdulillah bini'matihii tatimushaalihat, ya Allah. Aku belum pernah selega ini,” ucap lelaki itu bersenandika. Bi Sumi datang membawa nampan berisi aneka makanan. “Lho, tamunya mas Dava mana?” Dava tersenyum. “Bibi lama sih, tamunya keburu pergi.” Wajah wanita paruh baya itu tampak sedih. “Owalaah, piye tho. Maaf yo Mas, tadi bibi bikin bakwannya kelamaan.” “Gak apa-apa kok, Bi. Temenku lagi puasa, dan dia lagi buru-buru mau kerja.” “Oh. Yo wis, Den bagus aja yang makan, ndang Mas!” “Iya, Bi. Mau makan siang aja sekalian, bakwan sama gulai ikan kakap ini kayaknya enak.” “Dibawain sama gadis itu ya?” tanya Bi Sumi. “Hu’um,” jawab Dava. “Baik sekali.” Dava beranjak sambil membawa makanan dari Yasmin ke meja makan, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN