Mobil Lexus biru menghalangi chevrolet hitam yang biasa mengantar jemput Yasmin. Mobil hitam itu baru saja keluar dari area toko. “Ada apa Pak?” tanya Yasmin. “Ada mobil pak Dava.” Yasmin menautkan kedua alisnya. Jendela kaca depan dibuka, dan tak lama Dava mendekat. “Mamang. Aku aja ya, yang antar Yasmin. Kebetulan lagi ada perlu sama dia,” ujarnya. “Oh, boleh Mas. Silakan.” Supir dan Dava menoleh ke arah Yasmin yang tengah terpaku. “Non. Disuruh Mas Dava ikut beliau.” Yasmin mengangguk, lalu ia segera membuka pintu mobil dan mengekor lelaki yang tengah memakai kaos putih dan kemeja non formal. Dava membukakan pintu untuknya. “Aku ... duduk di belakang aja ya,” ucap Yasmin. “Di depan aja,” ucap Dava datar tanpa ekspresi. Yasmin hanya menelan saliva, ia merasa suasana hati Dav

