Deg! Jantung Gracia terasa berhenti berdetak ketika melihat sosok lelaki yang berdiri di ambang pintu. Menatap pada dirinya dengan tajam dengan mata melotot. "Aaa!" jerit gadis itu sambil memejamkan mata. Kedua tangan dia silangkan di depan d**a. Menutupinya sebagai bentuk pertahanan diri. Lalu kedua kaki dia rapatkan untuk menjaga hal yang paling berharga di dalam hidupnya. Telinga Edward terasa sedikit pekak ketika mendengar teriakan kencang Gracia. Namun bukannya menjauh, lelaki itu malah berjalan mendekat. Menghampiri Gracia yang meringkuk ketakutan di dalam bathup. Edward berjongkok. Matanya mengamati setiap inci dari wajah cantik Gracia. Saat ketakutan seperti ini, entah kenapa Edward jadi gemas. Tanpa sadar, tangannya terulur. Mencubit pipi Gracia. "Auw!" pekik maid cantik ter

