"Tunggu, untuk apa aku mengurusi hal semacam ini? Tidak berguna sekali," tepis Edward untuk mengenyahkan pemikiran absurd-nya mengenai Gracia yang memiliki banyak lelaki simpanan. Pangeran tampan itu lantas menyelimuti Gracia dengan dua lapis selimut. Ada pun untuknya, cukup satu saja. Saat akan memejamkan mata, dia merasa ada yang kurang. Menghela napas panjang sambil menatap langit-langit kamar yang terlihat sangat bersih. Dia lalu membatin, "Kenapa sih? Padahal tinggal merem doang, terus bakal langsung otw ke alam mimpi." Edward sungguh tidak paham dengan hal yang terjadi pada dirinya. Tiba-tiba saja, dia ingin merengkuh Gracia untuk dijadikan penghangat di malam yang dingin ini meski dirinya telah mengenakan selimut. Dengan agak ragu, Edward memiringkan tubuhnya. Kini dia menghadap

