Dimulai

1179 Kata

Satu minggu telah berlalu. Anisa sudah tampak lebih baik sepeninggal ibunya. Terlebih lagi, keluarga Alex sangat menyayangi Anisa yang sudah mereka anggap seperti anak kandung sendiri. Sore ini, Alex dan Anisa duduk di taman belakang sambil menikmati secangkir teh dan camilan sehat. Alex menatap hamparan bunga di depannya dengan senyuman. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Anisa. "Aku hanya berpikir, waktu begitu cepat berlalu. Dulu aku adalah mafia kejam yang banyak ditakuti pembisnis. Tapi sekarang, aku adalah seorang CEO perusahaan ayah dan juga detektif. Tidak terbayangkan jika aku tidak bertemu denganmu, aku pasti tidak akan berkumpul dengan keluarga ku seperti ini. Kau telah membuka mataku, terima kasih, Sayang." Alex merangkul tubuh Anisa, lalu mencium punggung tangannya. "Ini semu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN