Kenyataan

1233 Kata

"Aku menantumu, Ibu." Alex tersenyum menyeringai. Seketika Bram dan Sania terkejut dengan apa yang diucapkan Alex. "Maaf, Tuan, apa maksud Anda? Saya tidak mengerti." Bram menatap heran pada Alex. "Apa kau tahu bahwa wanita ini punya saudara kembar?" tanya Alex. "Apa? Saudara kembar? Tidak mungkin, Tuan, tidak mungkin. Istri saya besar di panti asuhan." Bram menyangkal ucapan Alex. Sedangkan Sania terlihat sangat tegang. "Maaf, sebaiknya Anda pergi dari sini. Kami baru saja berduka, jangan menambah luka kami dengan karanganmu ini!" Dengan sedikit keberanian, Sania mengusir Alex. "Kau mengusir kami? Baiklah, kami akan pergi. Tapi, apakah kau juga akan mengusir kami, Tuan Bram? Kau tidak ingin mendengar apapun dari kami?" Alex tersenyum miring. "Sania, biarkan mereka di sini dulu, ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN