Tegukan per tegukan air putih membasahi tenggorokan Alwa yang semula kebanyakan tercekat. "Eh Rill, gue pulang duluan ya. Mau Skype-an sama Bokap Nyokap. Kan nggak enak kalau di sini." "Eh nggak bisa gitu, Mo. Lo mesti kasih tahu gue apa masalah lo. Ada hubungannya sama Abang gue kan? Abang gue ngapain lo?" Alwa hanya terdiam sembari menggigiti bibir bawahnya. "Ada waktunya gue cerita sama kalian. Tapi nggak di sini. Besok lebaran, yeay. Be happy kungkuruyuk lovers! Aaaaa gue sayang lo semuaaaaa! Minal Aidzin Walfaidzin ya, mohon maaf lahir dan batin. Maafin gue, walaupun gue nggak punya salah kayaknya hahaha." Alwa memeluk keempat sahabatnya yang menatapnya penuh tanya. Setelah itu ia benar-benar menghilang dari jangkauan mata mereka. Bukan tak berniat menahan, tapi mereka sahabat Alwa

