Alwa terbangun merasakan sebuah usapan seringan bulu di dahinya. Ketika secara perlahan dia membuka matanya, dilihatnya Fahri yang menatapnya dengan harap-harap cemas. Hatinya mencelos melihat lelaki yang membuatnya sakit hati dan fisik ini. Tanpa orang ketahui, dibalik sifatnya yang ceria dan nyablak lebih dari Rilly, terdapat luka yang dia pendam dengan cerdiknya. "Hei! Aku ngebangunin kamu ya?" kata Fahri lirih. Alwa hanya tersenyum miris menanggapi pertanyaan yang Fahri lontarkan. Tangannya yang mungil meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya. Menyuruh Melati dan yang lainnya untuk segera datang. Sebelum emosinya tak tertahan dan amukan akan mengudara pada lelaki tak tahu diuntung bernamakan Fahri ini. SumoooAlwns : cepetan, guys! MelatiAlfiandra : sabar, Mo. Kan ada Fahri juga

