"Ndri, Saya turun di rumah Pak Haji Abrar aja ya?" Andri menatap jahil Ali dan bergumam, "Udah nggak tahan nahan rindu ya, 'A." "Hahaha bisa aja kamu. Ada payung nggak, Ndri?" tanya Ali sambil melongokkan kepalanya ke belakang. "Itu dia, 'A." Andri memetik jarinya dan melanjutkan kalimatnya. "Andri lupa nggak bawa." Mobil yang mereka tumpangi menepi di dekat gerbang hitam menjulang milik Haji Abrar. "Banyak mobil besar, 'A, gimana dong?" "Oiya susah masuk. Nggak papa kok Aa lari aja ke sana. Koper, kamu bawa ya, oleh-oleh buat yang di sini ada di ransel kok." "Siap, 'A. Tapi yakin nih mau hujan-hujanan? Dari gerbang sampai rumah sana kan jauh, gede banget halaman rumah Haji Abrar ya hahaha. Eh atau perlu Saya panggilin satpamnya, 'A?" "Nggak perlu. Aa turun di sini aja." Ali menu

