Dalam keadaan seperti ini, rasanya Rilly mau ditelan bumi saja. Mobil Ali sudah terparkir di depan rumahnya. Dia yakin sekarang Ali sedang berbincang dengan Mama Papanya. "Hueee gimana ini? Gue malu karena typo biadab semalam. Bisa nggak telan gue aja sekarang, Tanaaah?! Gue nggak kuat rasanya nahan malu. Apa banget coba nenenin? Bikin orang mikir yang iya-iya aja yekan?" "Sayang, ada 'A Ali nih!" pekik Mamanya dari lantai dasar. Rilly menjerit-jerit kecil sambil melompat-lompat tak tahu harus apa. Jika dia keluar, dia akan bertemu Ali dan menanggung malu. Tunggu ... Malu? "HA! SEJAK KAPAN RILLY MAWAR MELATI SEMUANYA INDAH INI MENGENAL MALU? OKE, RILL! KITA HADAPI SEMUA INI." Dengan setengah hati, dirinya berjalan ke arah pintu. Ceklek! Pintu dibuka sedikit dan owow! Betapa kagetnya

