Ini Sumo 'kan? "Lah? Kok si Marvel pake tanya ini gue apa bukan?" gumam Alwa tanpa sadar. Jarinya meng-klik pop up w******p dari Marvel dan terbelalak kaget melihat sederetan huruf capslock membentuk kalimat yang membuat Alwa tahu siapa yang membuatnya. Pikiran cemerlangnya terkoneksi langsung pada Fahri yang tadi senyam-senyum tak jelas ketika Alwa mengambil handphonenya. "CEWEK GUE? Duh please, Fahri. Kita udah sele__." Alwa tak menyelesaikan kalimatnya karena hatinya tak rela mengatakan hal tersebut. O, ayoklah, cinta dan sayang yang tulus milik Alwa untuk Fahri itu bukan sekadar ucapan saja. Tak bisa dalam sekejap hilang begitu saja. Cinta masih terletak di ujung tombak hatinya, walaupun seinchi di bawahnya benci memanjat lebih giat. Bohong! Ya bohong, bencinya selalu kalah denga

