Tepat pukul tujuh pagi, Rayyan keluar dari balik pintu menuju mobilnya dengan penampilan rapi. Kemeja biru dipadu dengan celana panjang hitam. Anita memintanya mengantar ke salon sebelum siang nanti ada acara dengan ibu-ibu arisan. Di atas balkon sana, tepatnya di balkon kamar Nafisah. Gadis itu menatap ke luar. Ia melihat Rayyan dengan hati yang rindu. Namun, ada sosok yang harus ia taati untuk sekarang ini. Pria itu ada di belakangnya tengah memakai kemeja kotak-kotak. Karena tak mau melihat tubuh yang setengah badan tanpa balutan itu, Nafisah mencoba berpaling. "Naf, bisa minta tolong enggak?" ucap Tama ketika ia sudah memakai celananya. Kini tinggal ikat pinggang yang ia beli Minggu lalu. "Apa?" Gadis berkerudung coklat itu menjawab tanpa menoleh. Ia tak mau m*****i matanya setel

