Harus Seperti Suami Istri Beneran

1411 Kata

"Mas Tama!" "Mas Tama." "Mas Tama, tunggu!" Tama dipaksa berhenti oleh seorang gadis dengan blazer putih sepertinya. Gadis itu menghadang tepat di depan Tama berdiri. "Mas, kenapa kamu terus berjalan saat aku memanggilmu? Apakah kau tidak mendengar? Atau memang sengaja ingin menghindar?" Alea menatap Tama dengan mata nanar. Bibirnya terlipat menahan luapan dalam hati. "Maaf, Al. Aku sudah memutuskan sebuah keputusan besar. Kurasa selama ini aku salah. Aku sudah terlalu berharap pada orang yang salah." Tama hendak melangkah lagi, tetapi Alea terus mencegah. "Kenapa, Mas? Apakah kamu sudah tidak ingin bersamaku lagi? Aku tau, kamu belum bisa melupakan aku. Jangan bohongi perasaan kamu sendiri, Mas Tama." "Enggak, Al. Aku sudah sadar bahwa aku sudah salah selama ini. Dan, kejadian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN