Mas Ngambek, Dek!

1534 Kata

Setelah Nafisah tersadar lagi, pria itu segera mendekatinya. Tama duduk di sebelah istrinya yang tengah bimbang di pinggir ranjang mereka. Dari raut wajahnya, gadis itu sedang memikirkan sesuatu. Namun, Tama tak tahu apa itu. "Adek jadi berangkat?" Wajah tampan dengan hidung bangir itu menatap penuh. Ia menilik sorot mata Nafisah yang terlihat masih menatap ke bawah. "Iya, Mas. Saya sudah pesan taksi online." Kedua tangan masih saja dingin. Padahal, sudah sejak tadi mereka meredam perasaan yang tak biasa. "Maaf ya, saya enggak bisa mengantar kamu ke bandara. Mama sudah telat. Saya juga ada operasi sebentar lagi. Setelah Adek pulang, nanti Mas jemput deh." "Enggak, Mas. Mas pasti nanti capek. Kerjaan banyak di rumah sakit. Saya bisa pulang sendiri." "Adek ...." Ketika pria yang sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN