Bab 31

1295 Kata
Kayla Sarah dan bela pun saat ini tengah berjalan di koridor sekolah untuk pulang ke rumah, dan situasi di koridor sekolah udah lumayan sepi karena bel pulang udah berbunyi dari tadi jadi semua murid udah pulang dari tadi. "Koridor sekolah kok udah sepi banget sih cuman ada beberapa anak doang," seru Bella kepada Kayla dan Sarah. "Ya iyalah orang bel pulang sekolah udah berbunyi dari tadi pasti semua siswa udah pada pulang lagian salah lo juga soalnya kan lu tadi susah dibangunin makanya kita kelamaan juga dan sekarang hanya tinggal beberapa orang aja yang ada di sini karena mereka semua udah pada pulang ke rumahnya masing-masing," jelas Sarah. "Kok jadi menyalahkan gue sih lagian bukannya lo pada tadi juga tidur jangan menyalakan gue juga dong," tutur Bella. "Lah emang salahnya lho terus gue harus nyalain siapa nyalain kepala sekolah karena udah membunyikan bel sebelum lu bangun ya kali mobil itu udah diatur otomatis jadinya kalau udah waktunya ya pasti akan berbunyi," ucap Sarah. "Udah udah kalian berdua kok malah pada berantem sih bukannya kita harus segera pulang ke rumah tapi malah pada berantem lagian apa gunanya sih kalian berantem toh juga udah terjadi gitu aja di permasalahkan yang terpenting kita masih bisa keluar dari sekolahan ini kan dan belum terkunci juga," ujar Kayla merasa muak karena mendengar pertengkaran kedua sahabatnya itu. "Tuh dengerin apa yang saya katakan makanya jadi orang itu jangan suka nyalahin orang lain lagian udah terjadi juga kan," balas bela sedikit besar kepala karena mendapat pembelaan dari Kayla padahal Kayla berkata begitu bukan berarti dia membela bella tapi dia cuman nggak mau mendengarkan akan diputar di antara mereka berdua Karena telinga dia terlalu malas jika harus mendengar perdebatan yang menurutnya tidak bermanfaat. "Gue bilang begitu bukan berarti gue membenarkan lo ya bel tapi gue cuma enggak mau mendengarkan kalian bertengkar yang tidak ada gunanya itu tuh tadi sebenarnya lu juga salah karena lo itu terlalu susah untuk di bangunin makanya kita jadi lama di UKS nya kalau elu bukan temen gue pasti udah gue tinggalin dari tadi," ucap Kayla. "Kok lu gitu sih sama gue tega bener," seru Bella. "Udahlah lebih baik sekarang kita segera pulang aja Ini juga udah sore pasti aku di rumah juga udah ditungguin sama Bunda," tutur Kayla lalu dia berjalan mendahului mereka dan Sarah pun selalu mengikutinya. "Woi tungguin gue kok lu pada main tinggal tinggal aja sih," teriak Bella lalu dia berlari mengejar Kayla dan Sarah yang sudah berjalan meninggalkan dia. Namun ketika Kayla bersama bila dan Sarah hendak sampai di parkiran tanpa sengaja mereka berpapasan dengan kakak kelasnya itu Aska dan teman-temannya kontak telepon sedikit terkejut Sebenarnya dia malah sekali jika harus berpapasan dengan Aska apalagi sampai melihat mukanya itu karena dia masih sedikit kesal atas ucapan Aska tadi yang seenaknya sama dia dan tidak memikirkan dirinya. "Eh kalian ketemu lagi jangan-jangan jodoh kali," seru Dimas bercanda. "Si buaya udah mulai mencari mangsanya gue sarankan untuk kalian harap hati-hati takut terjebak perangkap dia," ujar Ronny menasehati mereka bertiga. "Eh apaan sih lu nggak jelas banget siapa juga yang buaya jangan suka menghasut orang lain ya orang gue itu pria setia satu wanita jadi lo jangan mempengaruhi mereka bertiga ya," tegas Dimas kepada Roni yang main enak bicara sendiri. "Setiap apaan lu kan banyak sekali mangsanya baru tadi pagi bukannya lo habis menembak adik kelas itu ya Padahal baru kemarin juga lu putus sama Yuni sebelah tapi dengan mudahnya bisa langsung menembak adik kelas itu yang jadi pertanyaan gue kapan pdkt nya sama di kelas itu," tutur Roni menjebak Dimas. "Lo itu jadi teman enggak usah jujur jujur amat kenapa sih lagian itu aib gue kenapa lu bongkar di depan mereka bertiga akan ke sana gue kelihatan sangat buruk sekali padahal itu berbohong bukan gue yang mendekati adik kelas itu melainkan ada kelas itu yang terus mengejar-ngejar gue karena gue merasa kasihan ya udah deh gue jadikan pacar aja," jelas Dimas masih mengelak. "Alah sok-sokan bicara gitu, Padahal memang faktanya begitu sekali lagi untuk Kalian bertiga gue ingetin untuk hati-hati sama Dimas karena dia itu orangnya emang suka begitu care sama semua cewek mantan nya aja sampai berpuluh-puluh bahkan sampai ratusan," ujar Roni. "Hah? Beneran itu di Kalau iya parah banget sih lo masak mantan lu sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan gitu berarti Lo itu playboy cap Kampak sekali ya," seru Sarah yang masih tak percaya kalau Dimas mempunyai mantan sebanyak itu. "Enggak itu bohong lo jangan dengerin apa yang dikatakan oleh Rony biasa Dia itu suka iri sama gue makanya dia suka cari keburukan sama gue tentara kan aku itu punya pacar sedangkan Dia jomblo makanya dia begitu," ujar Dimas mencari pembelaan pasalnya dia tidak ingin terlihat jelek dimata Kayla dan teman-temannya. "Apaan sih lu laki-laki itu yang dipegang itu buktinya bukan cuman omong kosong doang lagian buat apa gue iri sama loe amit-amit dah kalau kalian nggak percaya silakan kalian boleh tanya sama mantan dia pasti gue yang benar dan dia yang sedang men drama biar dia kelihatan baik di depan kalian," tutur Roni. "Udah udah kak lagian buat apa sih kalian berantem kayak gitu nggak ada gunanya juga toh kalau semisal mantan Dimas mau banyak juga kan itu urusan dia," ucap Keyla yang sedikit kesal karena sedari tadi dia harus mendengarkan orang berantem terus apa lagi itu cuman masalah sepele yang tidak perlu diperdebatkan. "Iya bener itu lagian cuman masalah sepele kok diperbesar besarkan," balas bela yang juga ternyata merasa risih mendengar pertengkaran Dimas dan Roni ya walaupun dirinya sering bertengkar dengan Sarah. "Gara-gara lu mereka semua pada marah kan," ucap Dimas. "Kok bising Kan yang mulai duluan Lo!," Gerutu Roni. "Udahlah lebih baik sekarang gue pulang aja daripada harus mendengarkan kakak-kakak kalian bertengkar yang tidak bermanfaat hal itu hanya membuang waktu gue saja," jelas kayla lalu memilih untuk pergi namun sebelum pergi dia sedikit melirik kearah Aska yang sedari tadi hanya diam melihat pertengkaran teman-temannya itu. "Kay tungguin kita lu kok main pergi aja sih," seru bela, lalu dia dan sejarah pun mengejar Kayla yang berjalan menuju ke parkiran. "Makanya jadi orang itu jangan buat onar tuh kan mereka pada kesel," ucap Roni kepada Dimas. "Kok gue bukannya lu tadi yang mulai duluan lu yang mungkin tentang mantan gue padahal nggak ada hubungannya sama mereka kenapa lu malah jadi mengungkit mantan gue sih," seru di mana yang nggak mau disalahkan karena di sini yang salah itu menurut dia Roni Yang pertama mancing-mancing mengenai mantan dia dan yang menyindir dia tentang buaya. "Kalian berdua nggak capek apa berantem terus kalau kalian masih pada berantem sini lebih baik kalian berdua nggak usah pulang," tegas Adit lalu dia pun pergi meninggalkan mereka berdua ternyata dia dari tadi juga pusing mendengarkan perdebatan kedua temannya itu yang nggak ada faedahnya. "tuh kan azka juga marah sama kita lu sih jadi orang nggak bisa jaga rahasia dan main ceplas-ceplos aja kalau gini pasti dia akan marah terus sama kita," tutur Dimas. "Kayaknya dia itu lebih cenderung marah sama lu deh bukan sama gue Karena kan yang salah duluan itu lo gue bilang begitu tadi cuman gue nggak mau kalau semisal lu jadiin mereka bertiga itu mangsa lu selanjutnya, karena mereka bertiga itu orang baik dan pasti kalau sampai lu berani menjadikan Kayla mangsa lo bisa bisa loh diterkam duluan oleh Aska secara kan kayaknya menurut gue Aska itu sudah ada rasa kepada Kayla," jelas Roni lalu dia pun memilih untuk pergi meninggalkan Dimas sendirian disitu. "Masa Aska sama Kayla sih Kok gue masih nggak percaya apa jangan-jangan Roni bilang begitu biar gue nggak mendekati kayla karena dia juga menyukai kayla, Kok gue jadi bingung ke sini sih udah bikin gue pusing aja lebih baik gue sekarang pulang tuh ini sekolahan kok udah sepi aja bikin gue Jadi ngeri aja," tukas Dimas lalu dia pun menyusul perginya Aska dan Roni.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN