Sesampainya di rumah Kayla ingin langsung ke kamar karena dia ingin istirahat kerjanya sedikit capek dan mulutnya juga tidak begitu baik apalagi nanti kalau harus bertemu abangnya pasti yang ada mulutnya makin buruk soalnya Abang nya itu selalu membuat dirinya jadi marah-marah terus.
"Assalamualaikum bun Kayla pulang," seru Kayla membuka pintu rumahnya dengan langkah yang sedikit berat dia pun memaksakan diri untuk terus berjalan agar cepat sampai di kamarnya karena badannya sudah amak capek sekali.
"Waalaikumsalam Eh kamu sayang udah pulang Kok kelihatannya muka kamu capek banget dan muka kamu juga kelihatannya lagi bete ada masalah apa sayang coba sini duduk cerita sama Bunda," ujar Bunda Kayla sembari mengajak untuk duduk di sampingnya dan menonton televisi. Dan akhirnya mau tak mau menuruti ucapan bundanya karena memang Kalau boleh jujur dirinya itu saat ini juga butuh sandaran dan berkeluh kesah dirinya amat capek berpura-pura bahagia.
"Coba sekarang cerita sama bunda ada apa? kelihatannya kamu lagi nggak mood kayak gitu apa sudah terjadi sesuatu di sekolah tadi padahal kan tadi pagi kamu berangkat sekolah juga masih kelihatan sangat riang dan bersemangat tapi kenapa pulang pulang Jadi kayak gini," seru Bunda kayak lalu dia pun mengelus rambut Keyla dengan tangannya secara lemah lembut.
"Kayla capek ah ini ini banyak kejadian yang membuat Kayla jadi nggak mood Bun," alas kaki lalu dia pun memutuskan untuk menyandarkan kepalanya ke pundak bunda nya.
"Ada masalah apa coba cerita sama Bunda kalau kamu nggak cerita kan Bunda jadinya nggak tahu apa yang sedang kamu alami," tutur Bunda Kayla dengan lemah lembut dirinya itu tipe wanita yang sangat kuat dan sabar serta sangat dekat dengan anak-anaknya.
"Jadi gini kan waktu itu Kayla disuruh sama kepala sekolah untuk menjadi tutor salah satu kakak kelas Kayla awalnya Kayla menolak untuk jadi tutor karena itu selain belum mampu kalah juga mas sama orangnya soalnya orangnya itu ngeselin terus kepala sekolah mengancam kan lah kalau misalnya nggak mau menjadi tutor kakak kelas itu maka yang jadi taruhannya nilai Ayla alhasil mau tak mau kena pun mengiyakan tugas dari kepala sekolah itu dan Kayla menjadi tutor kakak kelas itu, kakak kelas itu bernama Aska awalnya sih berjalan dengan baik dan Kayla juga sering mengajari dia kalau Kayla ada waktu luang Tapi tiba-tiba kemarin kan Kayla itu pulang awal terus teman-teman kelamaan aja ke mall dan kayla pun juga ingin sekali ke mall soalnya udah lama juga nggak pergi ke mall tapi ketika saya dan teman-teman enggak pergi ke mall tiba-tiba teringat kalau Kayla itu ada jadwal untuk mengajari kakak kelas itu alhasil kenapa bingung kan oleh dua pilihan dan akhirnya kita pun memutuskan untuk tetap pergi ke mal lalu Kayla pun akhirnya absen menjadi tutor nya Azka tapi Dengan alasan kalau Kayla itu ada kepentingan Tapi siapa sangka ternyata waktu di mall Kayla bertemu dengan Aska dan dia pun kelihatannya agak marah mungkin karena kayla berbohong alhasil tadi dia tiba-tiba bilang kalau misalnya udah nggak mau kalau Kayla ajarin dia dan kelapa jadi sedikit kesel kan soalnya kenapa dia dengan mudahnya bilang begitu tanpa memikirkan nilai Kayla yang jadi taruhannya padahal Kayla udah seringkali meluangkan waktu kala demi mengajari dia tapi dia dengan cake enak jidatnya bilang seperti itu," jelas kayla sembari menahan tangisnya karena dia bercerita dengan perasaan yang sangat campur aduk antara kesal ingin menangis dan bingung. Lalu bundanya Kayla pun mencoba untuk memahami permasalahan yang sedang dialami anaknya itu dia pun mencoba menjadi penasehat yang baik dan berusaha menasehati anaknya kalau semisal apa yang dia lakukan itu memang salah karena dia telah berbohong kepada orang itu pasti siapa sih yang nggak kecewa kalau dibohongin sama orang.
"Sedih kalau menurut Mama apa yang kamu lakukan itu salah sayang karena tak seharusnya kamu itu berbohong pada azka kalau pun kamu mau mau libur menjadi itu tanya aja baiknya kamu berkata jujur aja tuh kan siapa sih orang yang nggak marah kalau dibohongin apalagi sampai kamu kayak gitu hanya pergi ke mall kalaupun waktu itu kamu jujur aja sama Aska pasti dia akan ngertiin kamu kok mama yakin dari pada kamu harus membohongi dia Kalau saran nama sebaiknya kamu minta maaf sama dia Ya walaupun kamu itu sangat membenci orangnya mungkin tapi kan itu enggak baik juga kenapa sih kita harus membenci orang lain bukankah setiap orang itu mempunyai kekurangan harusnya kita bisa menerima karena diri kita pun juga ada kekurangannya," bales bunda kayla mencoba menasehati Kayla agar dirinya itu tidak menjadi seorang yang pembohong karena dirinya dan suaminya tidak pernah mengajarkan anak-anaknya untuk berbohong kepada orang lain.
"Udah ma kayla itu udah minta maaf sama Aska tadi tapi dia malah bilang begitu kaya akan jadi sakit hati mana ada coba orang meminta maaf tapi malah digituin," ujar Kayla lalu menatap kearah bundanya.
"Ya udah kalau gitu kalau semisal kamu udah minta maaf sama dia dan dia nggak mau memaafkan kamu Ya udah biarin Yang penting kamu udah mau ada niatan untuk meminta maaf tapi lain kali kamu jangan berbohong kayak gitu ya karena ayah dan bunda tidak pernah mengajarkan anak-anak bunda dan ayah untuk berbohong kepada orang lain," tegas Bunda nya Kayla.
"Iya Bunda kalau janji kalau nggak akan berbohong lagi lagian Kayla berbohong waktu itu juga karena kepepet doang kok," balas Kayla. Namun tak lama kemudian ternyata abangnya datang sedang menuruni tangga dan menuju ke arah mereka firasat Kayla kali ini udah buruk pasti abangnya akan mengajak dirinya.
"Eh kamu udah pulang dek?" tanya bang rival mendekat ke arah mereka. Dan Sheila pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon terhadap ucapan abangnya karena dia sangat malas sekali menjawab pertanyaan yang nggak logis itu jelas-jelas dirinya udah ada di rumah berarti dirinya kan udah pulang kenapa dia bertanya seperti itu.
"Kenapa muka kamu kok kayak gitu habis diputusin sama pacar kamu ya?" Ejek Abang rival.
"Pak haji bang nggak jelas banget kenapa sih orang jadi harus disangkut pautkan sama diputusin pacar kalau nggak tahu masalahnya lebih baik diam deh," ketus Kayla.
"Bukan Abang sok tahu tapi cari muka muka kamu itu udah kelihatan kalau semisal kamu itu habis diputusin sama pacar kamu tadi aja waktu berangkat sekolah girang nyanyi-nyanyi pulang pulang kok udah kayak gini makanya kalau sedang senang itu jangan berlebihan alhasil kayak gini kan," tukas bang rival.
"Bisa diam gak sih bang Abang ini cuman bikin aku jadi emosi aja lama-lama sebaiknya sana Abang pergi aja dari sini daripada darah tinggi aku naik lagi," tegas kayla yang sudah kesal karena abangnya.
"Abang udah dong jangan ajak adiknya lagi kasihan kan lagian Abang kok hobi banget sih gangguin adek udah tau adiknya si orangnya tapi abang enggak ada capek-capeknya gangguin dia," ujar Bunda itu terkadang merasa lelah karena harus melihat kedua anaknya yang setiap hari berantem cuman gara-gara hal sepele ditambahkan mereka udah dewasa juga harusnya mereka itu bisa berpikir lebih dewasa dan tidak ke kanak-kanakan lagi.
"Apa nggak lagi gangguin dia pun tapi abang lagi nasehatin dia kalau semisal lagi senang itu makanya jangan terlalu berlebihan hal-hal kecil kayak gini kan tuh rasain akibatnya," tutur Abang rival yang masih belum mau mengalah, emang dirinya itu sangat hobi sekali mengganggu adiknya, sehari saja nggak gangguin adiknya rasanya itu kayak ada yang aneh dan ada yang kurang.
"Serah Abang ajalah Aku capek dengerin Abang ngomong bisa bisa mood aku tambah berantakan," seru Kayla lalu akhirnya dia pun memutuskan untuk meninggalkan tempat tidur dan bertugas masuk ke dalam kamarnya karena abangnya itu dari tadi hanya membuat dia jadi emosi saja.
"Tuh kan bang adik jadi marah, apa sih Udah Bunda bilangin masih ngeyel adeknya aja selalu di jahilin, orang adiknya lagi nggak mood kok malah dikatain kayak gitu! udah berapa kali sih Bunda bilang sama Abang jangan pernah gangguin adiknya, Abang Udah besar loh harusnya abang itu bisa berpikir lebih dewasa lagi bukan malah kayak anak-anak sebagai seorang yang baik itu harus bisa memberi contoh yang baik buat adiknya," tegas Bunda menasehati abangnya karena abang rival itu sangat usul kali orangnya apalagi kalau sama adiknya sebelum adiknya menangis pasti dirinya nggak akan pernah berhenti menggoda nya.
"Iya Bun abang minta maaf lagian tadi Abang begitu cuman bercanda kok tapi Kayla nya aja Yang mudah terbawa suasana," Balas bang rival mencari pembelaan diri agar tidak terus disalahkan.
"Udahlah bang lebih baik sekarang Abang bujuk adik biar dia nggak marah lagi sama Abang," pinta bunda.
"Ya udah Abang ke kamar Kayla dulu Bun," seru bang rifal setelah itu dia pun memutuskan untuk beranjak dari tempat itu dan bergegas menuju ke kamar Kayla untuk membujuknya agar memaafkan dia.