Saat ini bang rival tengah menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya Kayla karena lamanya kala berada di atas jadi Abang rival menaiki tangga untuk bisa sampai ke kamarnya kail untuk meminta maaf atas kejahilannya tadi, sebenarnya biasanya kalau Kayla di jahilin dia cuman merajut sebentar dan mengadu sama mama tapi entah kenapa tadi enggak seperti biasanya memang mungkin memang kelas sedang sensitif makanya dia begitu. Dan sesampainya bang rifal depan kamarnya Kayla bang rival pun memutuskan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kebetulan pintu kamar Kayla juga dikunci dari dalam.
"Dek bukain pintunya dong Abang mau masuk mau bicara sama kamu," seru bang rival sembari mengetuk pintu kamarnya Kayla tapi tidak ada sahutan sama sekali padahal jelas-jelas kayla sedang berada di dalam kamarnya.
"Adik Abang tahu lho kalau kamu itu ada di dalam, jadi Abang mohon sama kamu untuk membukakan pintu kamar kamu soalnya Abang mau bicara sama kamu adik dengarkan apa yang Abang katakan," ucapkan rival kepada Kayla yang masih berusaha namun ternyata sama saja kalau tidak membalas ucapan abangnya itu.
"Kalau kamu nggak mau membukakan pintu kamar kamu nggak papa kok dek, berarti kamu sudah tidak menganggap Abang kamu itu kakak kamu sendiri dan kayaknya kamu udah mulai nggak mau menghargai Abang ya, Abang tahu kok kamu saat ini udah besar jadi pasti kamu sudah tidak membutuhkan bantuan dari Abang lagi kan," tutur bang rival dia bilang begitu bukan karena apa tapi cuman ingin memancing reaksi Kayla dan biar dia membukakan pintu nya, karena kalau pelan enggak di bilangin kayak gitu pasti sampai nanti nggak bakalan di bukain pintunya.
"Ya udah kalau memang kamu masih nggak mau membukakan pintunya Abang pergi dari sini Abang cuman bisa bilang sama kamu jaga diri baik-baik dan maafin kalau abang punya salah sama kamu," tegas bang Rifa lalu dia pun memutuskan untuk kura-kura pergi dari situ tapi tak lama kemudian pintu kamar kalau pun terbuka dan benar saja apa yang dipikirkan rencananya berhasil membuat kayla membukakan pintu kamarnya untuk dia.
"Mau bicara apaan cepat masuk," tutur Kayla lalu dia pun berjalan menuju ke tempat tidurnya.
"Maafin ya dek kalau abang tadi bilang begitu sama kamu tapi ini cuman satu cara yang bisa membuat kamu membukakan pintu kamarnya untuk Abang kalau semisal apa nggak bilang kayak tadi pasti kamu nggak akan membukakan pintu kamar kamu batin bang rifal sedikit tersenyum setelah itu dia pun masuk kedalam kamarnya Kayla dan dia pun lalu duduk disamping kalah yang sedang bermain ponsel nya.
"Kamu lagi ngapain dek?" tanya bang rifal basa-basi untuk memulai percakapan.
"Kan Abang lihat sendiri aku lagi ngapain, lagian pertanyaan Abang terlalu ambigu udah jelas-jelas aku lagi main HP kenapa Abang masih tanya," ketus kayla yang gak tau lagi dengan Abang nya itu.
"Idih ketus banget adek abang yang satu ini, lagi datang bulan ya kok garang sekali sih, lagian Abang tanya begitu juga cuman basa-basi doang gitu aja serius" ujar bang rifal menjelaskan.
"Apaan sih bang kan nggak jelas lagi, udah to the poin aja Abang ke sini mau ngapain dan mau bicara apa nggak usah basa-basi kayak tadi nggak penting juga kan, lagian aku juga mau tidur" ucap Kayla yang masih kesal dengan Abang nya itu.
"Iya iya Abang ke sini itu tadi disuruh bunda untuk meminta maaf sama kamu, soalnya tadi Abang udah bikin kamu kesal dan emosi kayak gini" jelas bang Rifal.
"Kalau mau minta maaf itu karna diri sendiri bukan karena orang lain itu sama saja enggak ikhlas," sindir Kayla.
"Ya udah dek ya Abang ke sini mau minta maaf dari hati Abang yang paling dalam karena kesalahan Abang tadi yang udah membuat adek jadi kesal sama abang, abang khilaf, adek maafin Abang kan" seru bang rifal mengulangi lagi.
"Tapi aku nggak yakin deh sama abang kayaknya Abang itu meminta maaf bukan dari hati melainkan cuman di mulut aja palingan juga di sini pasti abang bikin ulah lagi kan biasanya kayak gitu udah minta maaf bukannya tobat tapi malah makin menjadi-jadi, dan menurut aku pasti Abang mau ngelakuin ini karena bunda yang nyuruh kalau enggak mana mau Abang minta maaf" ujar Kayla.
"Yee sok tahu sekali sih kamu jadi orang itu nggak boleh suudzon sama orang lain nggak baik tahu, apalagi kalau ada orang yang mau minta maaf sama kamu harusnya kamu itu memaafkan bukan malah bilang kayak tadi nggak sopan namanya apalagi sama orang yang lebih tua, harus bisa lebih menghormati" tegas bang rifal.
"Bukannya aku nggak mau memaafkan Abang atau pun aku nggak menghargai Abang sebagai Abang aku sendiri tapi aku sudah sering dibohongi sama abang soalnya kan Abang sering sekali meminta maaf sama aku karena sikap abang yang sering jahilin aku, tapi beberapa jam kemudian abang udah jahilin aku lagi kalau gitu kan namanya bukan minta maaf masak minta maaf mengulangi lagi kesalahan nya," tutur Kayla.
"Kalau ini beneran abang minta maaf kok sama kamu nggak bohong, kalau kamu nggak mau memaafkan apa nggak papa sih nanti aku bilang aja sama bunda kalau semisal Abang udah minta maaf sama kamu tapi kamu nggak mau maafkan Abang, kan nanti yang salah bukan Abang tapi kamu karna gak mau memaafkan Abang" balas bang rival mendrama seolah-olah merasa tersakiti padahal di sini dia yang salah.
"Udah besar tapi mainnya ngadu sama bunda nggak asik sekali sih bang kamu tuh, kan aku belum bilang kalau semisal aku nggak mau maafin Abang! cuman aku itu bilang begitu untuk meyakinkan Abang apakah Abang itu meminta maaf beneran atau cuman di mulut saja," ucap Kayla.
"Kan biasanya yang suka mengadu sama bunda itu kamu bukan Abang kok malah kamu memutar balikan fakta sih, gak boleh itu dek" seru bang rifal tak terima.
"Kata siapa? Gak ada ya! Aku itu orang nya gak suka mengadu apalagi sama bunda ataupun sama ayah" balas Kayla mengelak.
"Sekarang mah nggak tapi kemarin-kemarin kan iya, setiap Abang jahilin kamu, kamu nya langsung lari ngadu ke bunda kan, jangan pura-pura lupa deh dek Abang masih ingat loh bahkan sering adek ngelakuin hal itu! Apa perlu Abang tunjukkan buktinya biar adek mengakui,"" Tegas bang rifal.
"Itu kan karna Abang yang mulai duluan kalau semisal aku gak mengadu ke bunda pasti Abang gak bakalan berhenti jahilin adek kan" tutur Kayla.
"Dih suka cari alasan aja deh kamu dek, bilang aja ingin mencari aman" balas bang rifal.
"Hahaha, oh iya Abang jadi enggak sih minta maaf sama aku, kok kelihatan nya gak serius gitu kan aku jadi ragu!," ucap Kayla.
"Abang serius mau minta maaf sama kamu soal tadi kan Abang udah bilang dari tadi kamu nya aja yang gak percaya sama Abang, untung kamu itu adek Abang kalau gak udah Abang buang ke tong sampah!" jelas bang rifal merasa kesal sama Kayla.
"Habisnya bang rifal kayak gak niat si minta maaf sama adek jadinya kan aku nggak percaya sama Abang," tutur Kayla.
"Ya Allah harus gimana lagi sih Abang bilang sama kamu biar kamu percaya! Ya udah kalau kamu memang gak bisa sama abang-abang kembali aja ke kamar percuma juga Abang kesini dan meminta maaf tapi nggak diterima yang ada malah di tuduh yang nggak-nggak, toh disini Abang juga cuman buang-buang waktu Abang saja" seru bang rifal yang pura-pura merajuk setelah itu dia pun memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur namun tangannya dipegang oleh Kayla.
"Ih gitu aja merajuk maafin aku tadi kan cuman bercanda bang gak usah dibawa serius Napa! Kek bocah aja Abang ini" ujar Kayla.
"Hmm" balas bang rifal yang masih pura-pura merajuk.
"Dih Abang kok kayak gini sih lagian kan aku tadi udah bilang kalau tadi aku itu cuman bercanda masa gitu aja ngambek tuh kan Abang ke sini mau minta maaf kenapa sekarang Abang yang ngambek sama adek, awas nanti cepat tua loh! Kalau sering merajuk" tutur Kayla, dirinya enggak bisa kalau semisal abangnya itu marah kepada dia karena kalau abangnya marah pada dia pasti dunianya akan terasa sepi nggak ada orang lagi yang mau jahilin dia ya walaupun ketika Abang jahilin dia terkadang dia merasa kesal dan emosi tapi kalau Abang nya lagi marah dirinya pasti akan merasa kesepian kayak ada yang beda.
"Ya udah deh adek maafin abang tapi abang janjian sama adek nggak bakal jahilin adek lagi dan gak bikin adek kesal kayak tadi," tutur Kayla. Dan bang rifal pun tersenyum karna rencananya untuk mendapatkan maaf dari Kayla berhasil.
"Kok senyum-senyum sih bang! Jangan-jangan tadi ya Abang itu pura-pura merajuk supaya adek maafin Abang ya, ih" kesal Kayla lalu memukul Abang nya dengan guling.
"Hahaha aw sakit dek! habisnya dari tadi Abang minta maaf sama kamu tapi kamu nya gak mau maafin Abang sih, kamu malah gak percaya sama Abang dan meragukan ucapan Abang kan Abang jadi kesal" tegas bang rifal.
"Tahu gini kan tadi aku enggak maafin abang aku menyesal Udah maafin bang rifal," ucap Kayla dengan mulut yang sengaja dimajukan ke depan
"Gak boleh gitu dek gak baik tau, kalau ada orang yang minta maaf itu adek harus memaafkan gak boleh jadi orang yang pendendam gak baik" balas bang rifal.
"Iya bang iya," seru Kayla.
"Ya udah sebagai gantinya nanti abang ada kamu udah jalan ke Indomaret aja Abang yang bayarin deh," ujar bang rifal.
"Hah? Beneran bang?" Tanya Kayla memastikan.
"Iya beneran! Kapan sih Abang berbohong sama kamu," ujar bang rifal.
"Ih makasih ya bang," ucap Kayla lalu memeluk tubuh bang rifal.
"Iya, tapi nanti jajan nya jangan banyak-banyak ya dek!" Seru bang rival, dia bilang begitu karena dia tahu adiknya itu kalau jajan pasti banyak sekali semuanya bisa di borong.
"Iya nggak, maksudnya gak salah lagi bang," balas Kayla tertawa.
"Woo," tutur bang rifal lalu mencubit hidung Kayla.
"Ih sakit tau bang," jelas Kayla sembari memegang hidung nya yang baru saja di cubit oleh Abang nya.
"Ya udah lebih baik sekarang kamu siap-siap Abang tunggu di bawah kita ke Indomaret sekarang aja kalau nanti takut hujan," tutur bang rifal.
"Siap komandan!" Tegas Kayla sembari hormat kepada bang rifal.
"Ya udah Abang turun ke bawah kamu jangan lama-lama kalau nanti kamu lama-lama turunnya abang tarik ucapan abang tadi kan kita enggak jadi pergi ke Indomaret dan abang juga nggak jadi menjajakan kamu," ujar bang rifal. Karena Kayla itu tipe orang kalau keluar rumah habis dandan dan setidaknya ada bedak yang menempel di pipinya entah kenapa mungkin karena dia perempuan jadinya harus terlihat anggun saat keluar padahal setahu Abang rival dia itu jomblo jadi buat apa sih dia harus dandan kayak gitu.
"Iya iya bang ya udah sana abang tunggu di bawah adek sebentar lagi nyusul Abang kok," balas Kayla. Dan bang rival pun lalu beranjak dari sana keluar dari kamar Kayla untuk menunggu Keyla di bawah. Dan bang rival pun harus menyiapkan isi dompetnya karena pasti nanti Kayla akan memborong jajanan yang ada di Indomaret dan siapa siapa saja kalau dompetnya harus terkuras.