Pagi ini Kayla udah siap dengan seragam sekolahnya dan beruntungnya dia hari ini bisa bangun lebih pagi tanpa dibangunin sama bundanya, mungkin karna kemarin sore habis pulang sekolah dan nonton film Kayla jadi ketiduran sampai pagi, bahkan semalam dirinya dibangunin untuk makan malam tapi dia menolak nya dan memilih untuk melanjutkan tidur nya karena kalau dia udah nyenyak tidur seperti itu dia malas sekali kalau harus bangun hanya untuk makan, toh pasti nanti nya dia juga akan sulit tidur lagi alhasil dia malah jadi begadang dan keesokan harinya nantinya malah terlambat, dirinya pun gak mau kalau itu sampai terjadi, soalnya dia gak mau membuat ayah nya jadi marah lagi sama dia karna tidak bisa menjalankan amanat nya.
"Rambut udah rapi, seragam juga udah wangi saatnya aku turun untuk sarapan," ujar Kayla sembari bercermin. Namun ketika dia hendak mengambil tas ranselnya tiba-tiba dia teringat perkataan Azka kemarin, kenapa sekarang malah jadi terngiang-ngiang padahal tadi dia udah lupa loh, kalau gini kan alhasil hanya akan membuat mood dia jadi berantakan saja.
"Kok gue jadi terbayang-bayang ucapan Azka sih! Padahal tadi pagi aja udah lupa kenapa sekarang jadi teringat kembali, kalau gini gue kan jadi gak mood toh pasti disekolah juga bakal ketemu sama dia! Dan untuk saat ini gue belum siap ketemu sama dia! Terus gue harus bagaimana dong? Masa gue gak sekolah, nanti yang ada malah gue dimarahin sama ayah lagi kalau gue gak berangkat," Tukas Kayla frustasi.
"Bismillah aja deh kalau pun gue nanti ketemu sama dia alangkah baik nya gue menghindari dia aja dari pada nanti gue malah jadi sakit hati lagi," ucap Kayla, setelah itu dia pun memutuskan keluar dari kamarnya dan turun untuk sarapan bareng keluarga yang lainnya.
Di meja makan sekarang udah ada Ayah bunda sama abang Rival yang mungkin sedari tadi sudah siap untuk sarapan barang tinggal menunggu kau lah turun dari kamarnya.
"Selamat pagi semuanya!" Sapa Kayla lalu dia pun memilih duduk di bangku yang biasa ia tempati.
"Pagi juga dek! syukurlah kalau kamu bisa bangun pagi ini semoga ini menjadi awal yang baik sama kamu ya biar terus bangun pagi," tegas ayah.
"Iya yah," balas Kayla mencoba menyembunyikan kesedihannya didepan keluarga nya itu.
"Oh ya dek malam bunda bangunin untuk makan malam bersama tapi adik kok nggak mau bangun sih, kenapa?" Tanya bunda.
"Nggak papa kok lagian males aja kalau harus bangun nanti malah nggak bisa tidur lagi, tuh semalam kan kayla juga nggak lapar," tukas Kayla.
"Alah palingan dia itu sedang ada masalah Bun, jadinya dia lagi nggak mood kemarin aja Abang tanya malah Abang yang kena marah sama dia padahal abang tanya baik-baik loh," ujar bang rifal ember, sontak Kayla pun melototkan kedua matanya kepada abangnya itu bisa-bisanya apa itu mau bicara seperti itu di depan ayah dan bunda pasti nanti yang ada Ayah bundanya itu malah jadi mewawancarai dirinya.
"Emang beneran begitu dek? Kamu ada masalah apa sini cerita sama ayah!" Tukas ayah.
"Nggak ada apa-apa kok yah, bang Rival kan suka mengada-ngada jadi jangan dengerin apa yang dia katakan karena itu semua tidak benar," ujar kayla.
"Kalau semisal tadi ada masalah cerita aja sama bunda dan ayah biar nanti ayah dan bunda bisa membantu adik tuh nggak baik juga kalau harus menyimpan masalah sendirian," ujar bunda menasehati Kayla.
"Iya bunda nanti kalau semisal kalau ada masalah pasti Kayla akan cerita sama ayah dan bunda, tapi untuk saat ini karena memang benar enggak ada masalah apa-apa," ucap kayla nggak mau membuat Ayah bundanya menjadi kepikiran walau bagaimanapun ini kan masalah dirinya dan dia harus bisa menyelesaikan sendiri toh dia juga udah besarkan.
"Yaudah kalau begitu, lebih baik sekarang kita sarapan dulu nanti kalian keburu terlambat loh," tukas bunda.
Lalu mereka pun menikmati sarapan mereka dengan hikmat tanpa ada yang bicara sedikit pun, meskipun sebenarnya Kayla sangat emosi dengan Abang nya itu yang suka ceplas-ceplos kepada ayah bundanya dan gak bisa menjaga rahasia.
Disisi lain ternyata Sarah dan bela udah berangkat dari tadi, mereka sengaja berangkat lebih dulu karena mereka ingin ngasih pelajaran terhadap azka yang udah membuat kayla bersedih kemarin, meskipun tidak secara langsung tapi itu sama saja. Kebetulan juga hari ini kelas 12 sedang ada les tambahan pagi jadinya mau tak mau seluruh kelas 12 berangkat lebih pagi lagi.
"Untung saja sekarang kelas 12 sedang ada les, jadinya mereka berangkat lebih pagi," tukas Sarah berjalan di koridor sekolah.
"Nah iya betul itu, kita jadi lebih mudah bertemu dengan Azka, gue gak sabar pengen ngasih dia pelajaran karena udah membuat Kayla jadi menangis kemarin," balas bela.
"Ya gue pun juga, sebaiknya kita agak dipercepat jalannya sebelum mereka masuk ke dalam kelas nya," jelas Sarah.
"Yaudah yuk," balas bela, lalu mereka berdua pun berjalan sedikit cepat untuk menuju ke kelasnya Azka dan teman-temannya itu yang terletak dilantai 3.
Sesampainya didepan kelas Azka ternyata benar mereka udah pada berangkat ke sekolah dan mereka sedang mengobrol santai didepan kursi yang ada didepan kelas mereka. Alhasil mereka berdua langsung memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Ka gue mau bicara sama Lo," tegas Sarah tiba-tiba. Roni Dimas dan Azka yang sedang mengobrol sontak mereka sedikit terkejut karena tiba-tiba Sarah dan bela datang begitu saja tanpa adanya basa-basi.
"Eh ada Sarah sama bela! Tumben kalian kesini ada apaan? Kayla mana?" Tanya Dimas menyambut hangat kedatangan mereka berdua.
"Sebaiknya Lo diam dulu aja dim, kita berdua lagi mau bicara sama Azka," tukas bela sengit, alhasil membuat ribu menjadi tertawa karena Dimas dicuekin sama mereka berdua dan disuruh untuk diam.
"Kasian Lo, tau rasa kan Sekarang! Makanya jadi orang gak usah genit-genit!" Ujar Roni kepada Dimas.
"Apaan sih Lo gak jelas banget jadi orang," balas Dimas.
"Lo mau bicara apa sama gue?" Tanya Azka too the point.
"Maksud lo apaan sih bicara seperti itu kemarin! Lo gak mikirin perasaan Kayla atau gimana sih, gue heran deh sama Lo bisa-bisa nya dengan mudahnya bicara seperti itu tanpa ada beban sama sekali," jelas Sarah sedikit emosi.
"Maksud lo apaan sih? Gue gak paham! Bicara apa? Kalau ngomong tuh yang jelas jangan bertele-tele," tukas Azka bingung dengan ucapan yang dilontarkan oleh Sarah.
"Kemarin waktu Lo ditanya sama Dimas soal Kayla kenapa Lo jawab nya kayak gitu!" Tukas Sarah.
"Oh yang Dimas tanya gue suka sama Kayla enggak dan gue bilang enggak," balas Azka akhirnya paham maksud omongan Sarah itu.
"Harusnya Lo gak boleh bicara dong, itu sama halnya membuat Kayla menjadi sakit hati dan kecewa, dia itu sayang sama Lo," tukas bela. Sontak orang yang ada disitu pun pada terkejut setelah mendengar penuturan dari bela bahwa ternyata selama ini Kayla suka sama Azka.
"Lah kan gue jujur, lagian gue juga gak ada niatan untuk membuat dia jadi sakit hati ataupun kecewa, toh gue juga gak tau kalau dia suka sama gue," ujar Azka masih terlihat santai.
"Dengan mudahnya lu cara seperti itu tanpa ada rasa kasihan sama sekali dengan Kayla, padahal selama ini lo itu terlalu baik sama Kayla dan perhatian gue rasa kalau lu itu juga ada rasa terhadap Kayla ternyata gue yang salah disini, kalau tahu kayak gini gue bakalan melarang keras kayla untuk suka sama lu karena gue nggak mau sahabat gue terluka sama orang yang tidak bisa menghargai orang lain!" Jelas Sarah.
"Lho kok kalian malah jadi nyalahin gue padahal disini gue juga nggak ada niat sedikitpun ingin membuat Kayla sakit hati ataupun memberi harapan palsu dia, gue baik dan perhatian sama dia karena gue cuman mau balas budi saja nggak ada niatan lebih emang salah ya?" Tukas Azka masih santai.
"Sumpah bener bener gue nggak habis pikir sama lo, Kok ada ya cowok seperti lo itu tidak bisa menghargai orang lain," tegas bela yang juga ikut emosi.
"Serah lu pada deh kalau mau nyalahin gue yang terpenting di sini gue nggak ada niatan kasih harapan sama Kayla dianya aja yang kebawa perasaan," seru Azka.
"Apa lu bilang? Kayla kebawa perasaan? Nggak salah cewek nggak akan baper sama cowok kalau cowok nggak mulai duluan, pasti Keyla seperti itu karena lu duluan yang perhatian sama dia, lo bisa bicara seperti itu karena lo belum tahu perasaan cewek itu gimana perasaan cewek itu lebih mudah tersentuh jadi jangan salahkan Kayla! gue nggak terima sebagai sahabatnya kalau bicara seperti itu!," tegas Sarah salat emosi karena Aska dengan mudahnya menuduh Kayla terlalu baperan.
"Lah memang begitu faktanya kok lu berdua nggak terima! Emang gue harus apa sekarang? apa gue harus mengungkapkan perasaan sama dia? sedangkan gue sendiri pun juga belum tentu ada rasa sama dia," tukas Azka.
"Serah lu deh percuma Gue bicara sama cowok seperti itu nggak pernah ada pegangannya sama sekali! Sar lebih baik kita pergi dari sini saja daripada kita nantinya yang emosi," ucap bela mengajak Sarah untuk pergi dari sini karena percuma saja mereka bicara sama Aska yang gak pernah peka dan peduli sama orang lain.
"Bener kata lo lebih baik sekarang kita pergi aja daripada kita emosi di sini," balas Sarah setelah itu mereka berdua pun pergi dari tempat itu.
"Gue masih enggak menyangka sama sekali ternyata selama ini Kayla itu suka sama lu, tapi kalau menurut gue lo itu beruntung sekali karena seorang Kayla cantik baik dan pintar bisa suka sama cowok seperti lu itu, kalo gue jadi lo pasti gue bakal jadiin dia sebagai pacar, tuh kesempatan juga nggak datang dua kali," seru Dimas kepada Aska.
"Iya betul ka, gue rasa sebenarnya kemarin lu bilang begitu bukan dari hati lo karena dari pengamatan gue sebenarnya lo itu juga ada rasa sama Kayla ,tapi mungkin lo masih terbayang-bayang sama masa lalu itu sehingga membuat kau tidak yakin akan perasaan itu," ujar Roni.
Namun Aska sama sekali tidak menanggapi perkataan kedua sahabatnya itu dia memilih diam karena dia bingung dengan perasaannya saat ini, dan dia juga masih sedikit terkejut karena ternyata Kayla itu ada rasa sama dia. Setelah itu Aska pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, kedua temannya pun pada memanggil nama dia namun Aska tidak sama sekali menggagas nya, alhasil mau tak mau Roni dan Dimas pun mengejar Azka dari belakang.