Saat ini Kayla pun hanya terdiam saja, bahkan dari awal pelajaran sampai pulang sekolah Kayla hanya diam tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun mungkin karena dia masih sedih mengenai kejadian tadi dan mungkin dirinya juga belum bisa menyesuaikan dengan keadaan yang sudah terjadi.
Memang ketika kita jatuh cinta sama orang lain kita harus siap dengan keadaan yang kita terima karena kita tidak bisa gimana perasaan orang lain sama kita tuh perasaan kan juga nggak bisa dipaksakan, kalau dipaksakan nanti juga tidak akan berakhir dengan baik.
"Kae lho kok dari tadi diam aja sih! Bicara napa! nggak seru kalo lo cuman diem terus mana dari awal pelajaran sampai pulang lo cuman diem diem aja," tukas Sarah sembari berjalan di koridor sekolah karena hari ini mereka sudah waktunya untuk pulang.
"Betul itu masa cuman gara-gara cowok seperti dia jadi kayak gini nggak asik banget sih! Lagian seharusnya Lo itu nggak usah terlalu berharap sama cowok model kayak dia yang ada malah jadi sakit hati kan Lo nya," ujar bela.
Kayla terus diam tanpa ada niatan untuk menjawab perkataan teman-temannya itu karena memang disini juga salah karena terlalu berharap sama Aska dan menaruh rasa sama orang seperti dia, ya dia harus menerima resiko nya juga karena udah menaruh rasa terhadap Aska, meskipun dirinya tidak bisa menghandle rasa tersebut karena rasa itu datang dengan sendirinya bukan atas kemauan kita.
"Kay ngomong dong jangan diem aja, nggak seru tahu kalau semisal lu cuman diem-dieman aja," tegas Sarah sedikit bergetar dengan Kayla yang tidak kunjung angkat bicara.
"Lama-lama aku emosi juga nih Kay, bisa-bisa gue datangin Aska dan acak-acak muka dia karena sudah berani-beraninya membuat lo jadi kayak gini," seru bela yang juga udah mulai emosi.
"Udah nggak perlu lagian buat apa juga tuh di sini emang bener kok gue yang salah karena gue udah jatuh rasa sama dia," balas Kayla akhirnya dia mau angkat bicara juga, mungkin karena tadi bela bicara seperti itu makanya kalau nggak mau kalau semisal temen-temennya itu malah jadi menyerbu Aska tuh ini semua juga nggak ada salahnya dia.
"Tapi gara-gara dia lu jadi pendiam kayak gini padahal baru tadi pagi lo udah kembali jadi sosok yang periang setelah kemarin lu juga ada masalah sama Ayah lu masak sekarang lu harus jadi sedih lagi sih," ujar Sarah.
"Betul itu kita sebagai sahabat lo juga nggak tega kalau harus melihat lo seperti ini! Toh bukannya sahabat itu harus saling membantu ketika sahabatnya sedang ada masalah ya!" Tukas bela.
"Tapi gue gak mau masalah ini jadi panjang! Toh biarkan saja lagian disini juga salah gue bukan salah Azka, soalnya gue disini membiarkan rasa itu muncul Sampai detik ini harusnya ketika gue kemarin menyadari rasa itu gue secepatnya menghapus biar tidak timbul luka nantinya," jelas Kayla yang enggak mau memperpanjang masalah itu karena dia juga nggak mau kalau Aska sampai tahu bahwa dirinya ada rasa sama dia bisa-bisa nanti dia malah malu sendiri toh Aska juga nggak suka kan sama dia.
"Tapi kay,,," belum sempat Sarah selesai bicara tapi kayla malah pergi begitu saja dan meninggalkan Sarah serta bela berduaan disini.
"Kay Lo kok malah main pergi aja sih! Gue belum selesai ngomong sama Lo!" Teriak Sarah kepada kayla yang udah jalan lebih dulu.
"Dia marah kan ayo kita susul," tukas bela kepada Sarah, lalu kedua nya akhirnya memutuskan untuk menyusul perginya Kayla.
Kayla saat ini tengah berada di parkiran sekolah menunggu bang Rival menjemputnya, karya tadi bang Rival udah bilang sama dia kalau dia yang akan menjemput dirinya itu. Dia juga sempat menghindar dari sahabatnya karena dia nggak mau ambil pusing karena ucapan sahabat nya itu yang terus mendesak dia.
"Kay kok lu main pergi aja sih! padahal gue kan tadi gue belum selesai bicara sama lo!" Ujar Sarah menghampiri Kayla yang sedang menunggu jemputan dari abangnya itu.
"Gue tadi kan udah bilang sama kalian nggak usah diperpanjang masalah itu tapi kenapa kalian malah bahas itu lagi, gue jadi males jadinya! makanya gue lebih baik pergi dari sana dari pada gue nantinya yang emosi kan!" Jelas Kayla.
"Ya maaf kalau semisal lu tadi jadi emosi, tapi niat kita itu baik kok cuman nggak mau kalau lo jadi sedih seperti itu," ujar Sarah.
"Ya udahlah lupakan daripada nantinya kita malah bertengkar Aku gak mau," tukas Kayla.
"Yaudah deh iya," balas Sarah mengalah, meskipun sebenarnya dia gak rela Kayla disakiti seperti ini tapi apa boleh buat Kayla udah bicara seperti itu dan dirinya pun tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka pun akhirnya diam sibuk dengan pikirannya masing-masing, dan suasananya juga menjadi sepi karena diantara mereka tidak ada satu pun yang mengeluarkan suaranya! Sampai akhirnya bang Rifal pun datang untuk menjemput Kayla.
"Eh itu Abang gue udah datang, gue mau cabut duluan ya," tukas Kayla pamit kepada teman-teman nya.
"Yaudah iya, hati-hati dijalan ya Kay," ucap Sarah dan bela, setelah itu kayla pun bergegas berjalan menuju mobil Abang nya yang terparkir disebelah sana, kebetulan bang Rifal juga gak keluar dari mobil alhasil Kayla pun yang harus menghampiri dia dari pada nanti dia malah kena marah juga kan.
"Lama amat bang, capek nungguin nya," ujar Kayla sembari masuk ke dalam mobil dan sedikit kesal karena dia udah terlalu lama menunggu Abang nya itu.
"Tadi habis isi bensin dulu, lagian kemarin Abang jemput kamu tepat waktu tapi kamu keluar nya lambat, yaudah lebih baik Abang kesini nya agak telat sebentar biar gak terlalu lama menunggu kamu," tukas bang rifal.
"Tapi gak lama juga bang, aku kelamaan nunggu nya tadi!" Ujar Kayla cemberut.
"Iya-iya maaf dek, gitu aja cemberut," seru bang rifal.
"Bodo amat lah, males banget!" Tegas kayla sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Gitu aja ngambek sih dek! Lagian Abang juga udah minta maaf kan, toh kelihatannya kamu juga lagi ada masalah ya? Soalnya kamu juga kelihatan nya lagi sensitif banget," ujar bang rifal sembari fokus dengan mobilnya.
Namun kayla memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Abang nya itu, karena dia menjawab pertanyaan Abang nya itu dia malah akan terus kepikiran Dengan kejadian tadi dan itu hanya akan membuat dia menjadi sedih aja.
"Dek kok diam sih! Kenapa? Kamu ada masalah lagi ya? Sini cerita sama Abang!" Ujar bang rifal perhatian, meskipun terkadang mereka suka bertengkar tapi bang rifal tipe seorang Abang yang sayang sama adeknya dan dia gak rela jika adeknya itu nantinya kenapa-napa.
"Apaan sih bang! Orang aku gak kenapa-kenapa kok! Jangan dipaksa gitu Napa sih!" Tukas Kayla sedikit kesal karena Abang nya itu seperti terus menerus mendesak dia. Dan Kayla pun gak suka kalau dia didesak seperti itu.
"Kok malah marah sih kamu! Abang kan tanya sama kamu baik-baik, kenapa kamu marah gitu sih dek," ujar bang rifal bingung kenapa adeknya malah marah-marah seperti itu, padahal dia bertanya seperti itu karena niatnya baik dan karena dia peduli sama Kayla.
"Habisnya Abang dari tadi nanya itu Mulu! Aku kan jadi kesal, padahal tadi aku bilang sama Abang kalau aku baik-baik saja tapi kenapa Abang bersikap seolah-olah memaksa aku untuk bercerita," ujar Kayla emosi.
"Yaudah deh iya Abang minta maaf kalau Abang salah!" Seru bang Rifal mengalah daripada nanti adeknya itu malah marah-marah gak jelas sama dia, toh kelihatannya dia juga sedang banyak pikiran makanya dia sedikit sensitif.
Lalu Kayla memilih untuk diam dan tidak menanggapi lagi Abang nya, karena mood dia saat ini sedang buruk dan dirinya juga agak sensitif jadi kalau ada orang yang salah dikit pasti akan kena imbasnya sama Kayla.
Sampai Akhirnya mereka berdua pun sudah sampai di rumah, Kayla lalu memutuskan untuk langsung turun dari mobil, Dirinya berniat untuk langsung masuk ke dalam kamarnya karena dia ingin waktu sendiri dan menenangkan pikirannya.
"Dasar bocah main masuk-masuk aja, gak bilang terima kasih! Kayaknya emang bener deh dia sedang ada masalah kelihatan dari gerak-gerik dia yang seperti itu gak seperti biasanya," Ujar bang Rifal setelah itu dia pun juga turun dari mobil menyusul adek nya yang udah masuk kedalam rumah.
Kebetulan tadi ayah dan bunda nya tengah pergi jadi nya kondisi rumah saat ini sedang sepi dan kayla pun terbebas dari pertanyaan ayah dan bundanya itu, dia sangat merasa bersyukur akan hal itu karena dia saat ini juga sedang tidak mood untuk berbicara dengan orang lain.
"Menyebalkan sekali hari ini! Kenapa gue harus mengetahui hal itu sih!" Tukas Kayla setelah sampai dikamar nya.
"Harusnya emang dari dulu gue gak usah jatuh hati sama Azka, tapi saat itu gue terlalu cuek dengan perasaan ini gue pikir itu cuman perasaan kagum aja! Tapi ternyata gue salah, rasa yang tumbuh di hati gue itu rasa sayang dan cinta, Alhasil sekarang gue harus menerima pahit nya cinta yang bertepuk sebelah tangan," ujar Kayla lagi merasa miris dengan dirinya sendiri.
"Pokoknya gue harus bisa move on dari dia toh dia juga gak ada rasa sama gue, kalau gak mungkin gue akan terus tersakiti, karna realita yang tak sesuai ekspektasi," serunya lagi lalu dia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya sebentar mencari kenyamanan diri karena kalau boleh jujur hati dia saat ini sangat hancur, ditambah lagi kemarin dia juga kebawa perasaan sama sikap Azka yang menolong dirinya, dia pikir kalau Azka melakukan itu karena dia juga ada rasa sama Kayla tapi ternyata Kayla salah! Azka melakukan hal itu karena ingin balas Budi saja, dan kebaikan yang dia lakukan pada Kayla kemarin-kemarin berarti juga cuman balas Budi saja gak lebih! Jadi Kayla gak usah terlalu banyak berharap sama Azka.