Bab 64

1268 Kata
Sekarang waktunya jam istirahat semua murid pun bergegas keluar dari kelas untuk menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berbunyi sedari tadi, Sama halnya dengan bela Kayla dan Sarah, mereka bertiga telah bergegas menuju ke kantin namun sebelum itu Kayla bicara sama kedua sahabatnya untuk meminta izin sebentar karena dirinya ingin menemui Aska dan terima kasih soal kemarin yang udah secara tidak langsung menolong dirinya Karena berkat Azka dirinya jadi tahu siapa pelaku yang udah menyekap dia di kamar mandi. Walaupun terkadang Aska membuat dirinya emosi tapi dia mau menolong dia padahal dirinya kemarin juga udah menolak Aska untuk menjadi tutor dia lagi. "Eh kalian kalau semisal kalian mau ke ganti pergi aja dulu, soalnya aku ada urusan sebentar," ujar Kayla kepada Sarah dan bela. "Lu mau kemana kay?" Tanya Sarah penasaran. "Gue mau menemui Aska bentar soalnya gue mau meminta maaf dan berterima kasih sama dia karena udah menolong aku kemarin,toh gue kayaknya juga baru berterima kasih sama Dimas dan Roni doang," balas Kayla. "Kayaknya enggak perlu deh kay! Soalnya kalau begitu juga karena ulah dia kan jadi menurut gue lo nggak perlu repot-repot untuk berterima kasih sama dia!" Tegas Sarah. "Nggak boleh gitu juga dong sar jadi orang! Kalau ada orang yang baik sama kita harusnya kita berterima kasih bukan malah seperti itu enggak baik juga namanya," ujar Kayla. "Tapi kan kemarin yang membuat seperti itu secara tidak langsung juga Aska jadi Gue rasa lu nggak perlu repot-repot untuk meminta maaf dan berterimakasih sama dia tuh dia juga kayaknya nggak perlu ucapan terima kasih dari lo," ucap Sarah. "Udahlah yang lalu biarlah berlalu, lagian aku cuman mau berterima kasih sama minta maaf doang dengan dia apa sih salahnya?" Tukas Kayla. "Ya udah deh terserah kamu aja, tapi kita berdua tetap ikut kemanapun lu pergi karena aku nggak mau kalau semisal Lo kenapa kenapa lagi!" ujar Sarah. "Nggak usah! aku bisa sendiri kok, lagian aku kan juga udah besar kenapa harus dianterin juga kayak anak kecil aja," seru kayla. "Gak boleh, gue gak mau Lo kenapa-napa! Kalau semisal Lo gak mau yaudah gak papa! Lo gak usah ke Azka aja sekalian!" Tegas Sarah. "Betul itu Kay, mulai sekarang kemanapun Lo pergi kita bakalan ikut!" Tukas bela. "Yaudah deh iya terserah kalian aja, daripada gue pusing juga kan," ujar Kayla. Lalu dia pun berjalan keluar dari kelas disusul dengan Sarah dan bela, mereka bertiga akan mencari keberadaan Azka dan tujuan mereka pertama yaitu kelas nya azka, karna kalau mereka ke kantin duluan takutnya aja Azka gak kesana siapa tau Azka tengah malas keluar dari kelas juga kan. Mereka berjalan bertiga dia sepanjang koridor dengan tatapan mereka yang sangat ramah sama murid-murid yang lainnya karena meskipun mereka terkadang galak tapi aslinya mereka itu baik kok dan suka menolong tapi kalau ada orang yang sesekali ingin menyakiti diantara mereka bertiga maka orang tersebut harua berhadapan dengan sahabat-sahabat nya itu. Selang beberapa menit kemudian akhirnya mereka telah sampai di kelas Azka namun ternyata tidak ada dikelasnya, akhirnya mereka bertiga pun memutuskan untuk pergi ke kantin siapa tau kalau Azka dan temen-temen nya sedang ada disana. "Dimana sih kakak kelas itu? Susah bener dicariin, kayak orang penting aja," gerutu Sarah merasa kesal, entah kenapa tapi kelihatannya dia agak gak suka sama Azka mungkin karena terkadang sifat dia yang agak tengil dan menyebalkan. "Udah sabar aja napa sih! Lagian tadi gue udah bilang kan sama kalian agar gak usah ikut tapi kalian maksa," tukas Kayla. "Iya-iya, lagian kita juga khawatir sama Lo kalau semisal Lo kenapa-kenapa lagi gimana coba? Meskipun Yasmine belum berangkat tapi disini kan ada dua anak buahnya," Ujar Sarah. "Kita melakukan ini semua karna kita sayang sama Lo dan kita gak mau kalau semisal Lo kenapa-kenapa!" Tukas bela. "Iya-iya terima kasih banyak ya sahabat-sahabat gue yang paling baik atas perhatian nya, yaudah kalau begitu Kita cari ke kantin aja ya sekarang," ujar Kayla. "Yaudah ayo," balas Sarah dengan sedikit kesal. Mereka bertiga lalu berjalan kembali menuju ke kantin! namun ketika mereka baru sampai di pertigaan mereka melihat Aska dan teman-temannya tengah nongkrong di belakang salah satu kelas yang ada di situ dan ternyata mereka tengah merokok dan menikmati secangkir kopi hitam. Kayla yang mengetahui akan hal itu dia pun sontak berniat ingin mendekat ke arah mereka namun ketika dia ingin ke tempat itu tiba-tiba dia mengurungkan niatnya setelah dia mendengar sesuatu yang tidak pantas untuk didengar. "Eh bro kelihatannya Lo sekarang baik ya sama Kayla, apa jangan-jangan Lo itu suka ya sama Kayla?" Tanya Dimas bercanda sembari menghisap rokok Yang ada di tangan nya. "Mana mungkin gue suka sama dia lagian gue baik sama dia soalnya dia udah sering menolong gue jadinya biar impas aja dan biar gue gak ada hutang Budi sama dia," tegas Azka sedikit penuh penekaan. "Jahat banget sih Lo, kalau kayla udah baper sama lu gimana coba?" Tanya Roni. "Ya gue gak peduli lah, secara kan gue gak ada niatan untuk membuat dia baper sama gue," jelas Azka. "Parah banget sih Lo jadi orang!" Tukas Roni gak habis pikir dengan pemikiran Azka. "Bodo amat lah," balas Azka santai sembari menyeruput kopi nya. Kayla yang mendengar hal itu semoga dia pun rasanya sangat sakit sekali bagaikan tertusuk beberapa duri siapapun tanpa sengaja mengeluarkan air matanya entah kenapa mungkin karena akhir-akhir ini dia masih menyimpan rasa sama Aska dan kebaikan Azka kemarin membuat dirinya agak baper sama dia tapi ternyata dia salah kebaikan Aska selama ini cuman karena ingin balas budi saja tidak ada perasaan lebih. Kayla lalu dia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan dia pun mengurungkan niatnya untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada Aska karena hatinya sudah terlanjur sangat sakit sekali. Sarah dan Bella yang melihat akan hal itu sontak mereka pun langsung menyusun perginya Kayla karena mereka berdua tahu gimana perasaan kelas kan pasti rasanya hancur. Kayla pun terus berlari menuju ke kelasnya dirinya sangat terpukul mendengar fakta yang tidak seharusnya dia dengar kalau semisal ternyata Aska tidak menyukai dirinya! mungkin di sini dirinya yang terlalu banyak berharap dan dia juga salah karena sudah menaruh rasa sama orang seperti Aska, harusnya dulu ketika dia menyadari rasa itu timbul dia harusnya cepat-cepat menghapusnya biar tidak timbul luka nantinya, tapi ternyata dia malah membiarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya Sampai akhirnya dia harus menerima pahit yang harus dia dapat. Setelah sampai di kelasnya kayla lalu duduk di bangkunya dan menangis sejadi-jadinya karena hanya dengan cara ini dirinya bisa melampiaskan apa yang dia alami saat ini, kalau orang mau bilang dia lemah silahkan! Dia gak peduli akan hal itu karena saat ini dirinya benar-benar sangat terpukul sekali. Sarah Dan bela yang baru saja masuk ke dalam kelas sontak mereka berdua pun mendekat kearah Kayla, mereka berniat untuk menghibur biar Kayla tidak sedih lagi, meskipun nantinya itu akan berhasil atau tidak namun mereka sudah berusaha. "Udah lah kay! orang seperti itu nggak patut lo tangisi, masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih baik dari dia!" Tukas Sarah. "Betul itu kay, sebaiknya lu nggak usah terlalu dipikirkan orang seperti dia," seru bela mencoba menghibur Kayla. "Tapi entah kenapa rasanya begitu saja, dan gue nggak bisa mengendalikan! gue juga udah berusaha untuk menghilangkan rasa itu tapi tak bisa!" Jelas Kayla masih menangis sesenggukan. "Iya kita tau kok, tapi kita yakin Lo pasti bisa, lagian apa sih yang bisa dibanggakan dari Azka, gak ada Kay! Lagian sekarang gue juga udah Gedeg banget jika lihat muka dia itu," tutur Sarah emosi. "Sama gue juga! Mana dia merasa sok kegantengan lagi," tukas bela. Namun Kayla memilih untuk diam dan tidak menanggapi ucapan kedua sahabatnya itu karena begitu dia hal itu hanya akan membuat dia menjadi sakit hati saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN