Bab 63

1581 Kata
Setelah selesai sarapan kayla dan bang rifal pun berangkat ke sekolah, saat ini mereka berdua tengah berada di mobil perjalanan menuju ke sekolah Kayla karena hari ini Kayla diantar ke sekolah sama Abang nya itu! Padahal tadi ayah nya sudah mengijinkan dirinya untuk bawa mobil atau pun motor nya sendiri tapi dirinya menolak nya dia memilih untuk diantarkan sama Abang nya itu, karena mungkin untuk saat ini dia lebih senang jika diantar jemput sama Abang nya itu toh dia juga malas kalau harus membawa mobil ataupun Motor sendiri an. Sebenarnya bang Rifal juga agak kesal dengan Kayla karena kenapa dia gak bawa mobil sendirian sih, kalau gini kan dirinya yang ribet harus antar jemput mana sipir pribadi ayah nya hari ini sedang cuti lagi, kan otomatis nanti pulang nya dia juga yang harus menjemput Kayla. "Dek kenapa sih tadi kamu gak mau bawa mobil sendiri! Kalau gini kan Abang yang repot harus antar jemput kamu nantinya," Tegas bang Rifal sembari fokus membawa mobilnya. "Ya gak papa kan bang lagian Abang kan jarang nganterin aku juga, toh aku juga malas kalau harus bawa mobil sendiri," seru Kayla tanpa merasa bersalah. "Jarang apaan! Abang sering ya nganterin kamu ke sekolah jangan lupa kamu! Sok-sokan lupa ingatan," Gerutu bang rifal. "Hahaha iya bang iya kan cuman bercanda lagian kenapa dibawa serius sih! Toh aku bilang begitu biar kita gak monoton, lagian juga Abang sedari tadi cuman diam dan cemberut," tukas Kayla. "Abang itu lagi kesal sama kamu tau! Gara-gara kamu yang gak mau bawa mobil sendiri dan menyusahkan Abang! Mana supir pribadi papa gak berangkat lagi kan pasti pulangnya Abang juga yang suruh jemput kamu!" Jelas bang rifal. "Ih Abang sama adek sendiri kok kayak gitu sih! Nanti adek bilangin ayah Lo!" Tukas Kayla. "Yang udah baikan sama ayah mah percaya!" Sindir bang Rifal. "Iya dong, ayah kan sayang sama aku," balas Kayla balik menyindir Abang nya itu, karna bang Rifal tadi sempat cemburu sama dirinya soal ayah nya yang lebih saya sama dia. "Iya percaya anak kesayangan ayah mah, tapi gak papa abang anak kesayangan bunda aja," seru bang Rifal. "Kata siapa? Emang bunda tadi bilang gitu sama Abang?" Ucap Kayla. "Iya lah masak kamu gak denger sih, Abang aja denger kok," tukas bang rifal. "Iya in aja lah biar Abang senang, dari pada nanti merajuk juga kan!" Balas Kayla tertawa karena udah melihat wajah bang rifal yang seperti menahan kesal mungkin karena sedari tadi ia bercandaan. Setelah itu bang Rifal memilih untuk diam dan tidak menanggapi adeknya itu, karena daripada dia menanggapi terus nanti dia juga yang jadi kesal. Sampai akhir mereka sudah sampai disekolah an Kayla, karna jarak sekolah antara rumah mereka dan sekolahan Kayla juga tak begitu jauh-jauh banget. "Dah sampai dek silahkan turun!" Tegas bang rifal setelah menghentikan mobilnya di parkiran sekolah. "Iya Abang galak banget jadi orang! Lagian aku juga tau kalau udah sampai ini juga mau turun, sabar! Marah-marah Mulu awas cepet tua!" balas kayl sembari bersiap turun dari mobil. "Bodo amat Abang gak peduli, cepetan lah dek abang udah kesiangan ini loh," seru bang Rifal. "Iya Abang ku, sabar ini juga mau turun," ucap Kayla lalu membuka pintu mobilnya setelah itu dia pun memutuskan untuk segera turun karena abangnya sedari tadi udah marah-marah. Namun ketika bang Rifal hendak melajukan mobilnya tiba-tiba Kayla kembali masuk kedalam mobil hal itu membuat bang Rifal menjadi semakin emosi Sama Kayla kenap sih dia harus masuk kedalam mobil lagi padahal dirinya udah mau pergi. "Ada apa lagi sih dek!" Tukas bang Rifal menahan emosi nya. "Hehehe lupa Salim sama Abang," balas kayla lalu Kayla mengambil tangan Abang nya itu dan menyalimi nya. "Adek masuk ke dalam ya bang! Abang hati-hati di jalan! Jangan marah-marah terus, adek sayang Abang," ujar Kayla setelah itu dia pun keluar dari mobil lagi dan memutuskan untuk segera masuk ke dalam kelas. Sementara bang Rifal pun tersenyum melihat tingkah laku adeknya itu, meskipun terkadang membuat dirinya suka jengkel tapi bang rifal Sangat menyayangi dia, dia merupakan adek satu-satunya yang dia miliki. Setelah itu dia pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah Kayla dan melajukan mobilnya ke kampus dia. Kayla saat ini tengah berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke kelasnya! Pagi ini suasana sekolah masih terlihat agak sepi mungkin karena masih pagi juga jadi semua murid belum pada berangkat ke sekolah. Setelah terus berjalan dan menikmati suasana koridor sekolah Kayla akhirnya sampai dikelas, dan kondisi kelas saat ini juga masih sepi baru ada beberapa orang yang datang. "Ternyata kondisi kelas masih sepi juga jam segini, mana Sarah dan bel belum pada berangkat lagi, terus gue harus ngapain?" Seru kayla pada dirinya sendiri setelah dia duduk di bangkunya. "Mana Bella dan Sarah belum pada datang lagi! Kalau gini alhasil Aku pun bingung harus ngapain," tukas nya lagi, alhasil setelah itu Kayla pun memilih untuk bermain ponsel saja daripada dia bingung harus ngapain tuh di dalam kelas juga baru ada beberapa siswa saja, dan Kayla pun juga tidak begitu dekat dengan orang-orang itu. Detik demi detik pun berlalu satu persatu teman-teman kelasnya pun sudah pada datang sekarang giliran Bella dan Sarah yang datang ke kelas, mereka berdua selalu datang baru dikarenakan biasanya Sarah selalu menghampiri bila ke rumahnya karena jarak antara rumah Sarah dan bela juga tidak begitu jauh makanya Sarah sering mengajak Bella untuk berangkat bareng biar sekalian ada temannya juga. "Eh tumben kayak lo jam segini udah sampai di kelas aja! Biasanya juga masih molor kan lu di kamar, bagian ada gerangan apa sih lo datang pagi-pagi kayak gini," tukas Bella tiba-tiba sembari berjalan mendekat setelah itu duduk di bangku depan Kayla disusul dengan Sarah. "Harusnya lo itu bersyukur gue bisa datang lebih awal dan tidak terlambat karena mungkin mulai saat ini gue bakal datang lebih pagi dari pada biasanya soalnya aku udah janji sama ayah gue untuk bisa berangkat pagi," tukas Kayla. "Lah emang kenapa sih? Bukannya biasanya nggak papa Ya? kalau lu mau bangun siang juga tuh lu kan anak ayah lo," balas Bella yang mungkin dia belum tahu kalau misal kemarin Kayla ada masalah sama ayahnya secara kan kemarin dirinya nggak berangkat ke sekolah. "Itu kemarin Kayla kan kena marah sama ayahnya! soalnya dia sulit dibangunkan alhasil ia pun kemarin juga berangkatnya diantar sama abangnya," jelas Sarah. "Oh ceritanya seperti itu, kok gue baru tahu ya anak ayah bisa-bisanya kena marah seperti itu biasanya bukannya selalu dimanja dan disayang ya?" Sindir Bella kepada kayla. "Nggak gitu juga kali! Walaupun gue lebih dekat sama ayah! kalau gue salah pasti ayah gue juga bakalan marah sekali Ayah gue malah belain gue," tukas Kayla. "Eh iya juga ya," balas Bella. "Oh iya bel, Lu nggak tahu kan waktu kemarin lu nggak berangkat ada kejadian lagi yang menimpa Kayla," ujar Sarah membuat bela menjadi penasaran. "Emang ada kejadian apa kok gue jadi ketinggalan berita sih!" Seru Bella penasaran. "Udahlah sar nggak usah diperpanjang lagi lagian masalahnya juga udah selesai kan nanti kalau dibahas lagi malah jadi panjang loh masalahnya," tukas Kayla yang gak mau masalah nya malah jadi panjang. "Kayla gak papa lah cuman cerita doang! Gue penasaran juga soalnya!" Tukas Bella. "Yaudah lah terserah kalian! Gue gak mau ikut campur lagi masalah itu," ujar Kayla yang gak mau ambil resiko. "Jadi kemarin itu Kayla disekap di kamar mandi belakang sekolah Sama Rere dan Jennifer dan ternyata itu yang nyuruh Yasmin," jelas Sarah singkat, hal itu membuat Bella jadi terkejut. "Hah kok bisa sih! Lagian kenapa mereka nggak ada kapok-kapok nya sama sekali! padahal mereka dulunya juga udah pernah pernah hukuman tapi kenapa mereka melakukan hal itu lagi," seru Bella yang gak habis pikir sama kelakuan mereka. "Nggak tahu juga tadinya sih yang berhasil menemukan pelakunya itu Aska dan teman-temannya soalnya di tempat kejadian tidak ada saksi mata dan CCTV pun tidak terpasang di daerah sana!" Ujar Sarah. "Aduh terus gimana Lo Kay? Gak kenapa Napa kan?" Tanya bela khawatir. "Kemarin sih kayla sempat dilarikan ke UKS dikarenakan Kayla mengalami sesak nafas dan tiba-tiba pingsan, gue yang ada disitu pun juga panik dan khawatir soalnya muka Kayla juga waktu itu sangat pucat takut kalau dia kenapa-napa tapi alhamdulillah dia baik-baik saja dan untungnya kita bisa lebih cepat menolong dia dan membawa dia ke UKS, kalau nggak kita nggak tahu hal apa yang akan terjadi sama Kayla!" Tukas Sarah. "Bener bener ya tuh anak nggak ada kapoknya sama sekali! Kalau gini kan membahayakan nyawa orang lain juga, kalau semisal kemarin Kayla kenapa-kenapa emang mereka mau tanggung jawab? Terus mereka udah dilaporkan sama guru BK atau pun sama kepala sekolah belum?" Ujar bela merasa gedek sama Yasmine dan kawan-kawan nya, kenapa sih ada orang seperti itu!. "Belum sih, soalnya mereka juga udah minta maaf sama Kayla dan Keyla belum juga Udah memaafkan mereka," jelas Sarah. "Loh kenapa enggak dilaporkan! itu sama saja Udah melanggar peraturan sekolah loh! Dan itu juga bisa membahayakan nyawa lo sendiri kay! Dan ini juga bukan pertama kalinya mereka melakukan hal itu sama lu, harusnya kemarin tuh lu nggak usah maafin mereka dan biar mereka itu mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya," seru Bella. "Udahlah nggak usah di besar-besarkan tuh masalahnya juga udah selesai kan! Dan gue pun juga udah nggak papa papa lagian mereka juga udah minta maaf sama gue jadi buat apa sih untuk dipermasalahkan lagi masalah itu, gue juga nggak mau kalau harus semakin berlarut-larut," jelas Kayla. "Lu mah jadi orang terlalu baik! jadi gini suka dimanfaatkan sama orang lain!" Tegas bela, namun Keyla pun memilih untuk tidak menanggapi ucapan bela lagi karena kalau terlalu ditanggapin nantinya bela akan terus-menerus memarahi dirinya soalnya tadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN