Bab 62

1620 Kata
Keesokan harinya kali ini Kayla bisa bangun pukul 05.00 WIB, karena semalam dia tak lupa menghidupkan alarm biar dia bisa bangun pagi! Kan dirinya juga udah berjanji sama ayahnya agar bisa bangun lebih awal dan tanpa dibangunkan sama bunda, lagian dirinya juga kasihan sama bundanya itu kalau harus setiap hari teriak-teriak demi membangunkan diri nya yang susah dibangunin. Tak lupa kayla pun tadi juga udah menyempatkan diri untuk melaksanakan salat subuh di kamarnya itu, dia pun juga tak lupa membaca beberapa surat yang ada di Alquran. Dan kali ini diri dia pun juga semakin membaik mungkin karena ayahnya semalam udah minta maaf sama dia karena ayahnya itu tanpa sengaja bersikap seperti itu sama Kayla, dirinya pun udah memaafkan tapi dia juga tak lupa meminta maaf kepada ayahnya Karena dia udah membuat ayahnya kecewa karena sikapnya itu, jadi mungkin masalahnya satu persatu udah bisa dia lewati dengan hati yang sangat sabar. "Alhamdulillah akhirnya pagi aku bisa bangun lebih awal setidaknya aku bisa membuktikan kepada ayah kalau aku bisa berubah dan bisa menepati janji aku sama beliau," Ujar Kayla setelah selesai memakai baju seragamnya, dirinya pun pagi ini sudah siap dengan seragam yang dia kenakan dan habis ini dirinya berniat untuk turun ke bawah menghampiri Ayah bundanya yang mungkin udah ada di meja makan. "Semuanya udah rapi, saatnya aku untuk turun ke bawah gabung sama mereka untuk sarapan bareng, tuh pasti ayah juga senang kalau melihat aku bisa bangun seperti ini dan tanpa bantuan dari bunda," seru Kayla lagi, dia pun lalu mengambil tas ranselnya yang ia taruh di atas tempat tidurnya tadi setelah itu dia pun bergegas turun dari tangga menuju ke meja makan menghampiri orang-orang yang sudah ada di sana. Setelah sampai di sana Kayla pun hanya menemukan ayahnya yang tengah membaca koran sembari mengopi, mungkin bundanya tengah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka nanti. "Selamat pagi Ayah!" Sapa Kayla sedikit senang lalu setelah itu dia pun memutuskan untuk duduk di kursi samping ayahnya. "Loh anak ayah udah siap aja jam segini! Biasanya jam segini juga masih molor kan," balas Ayah bercanda untuk menggoda putrinya itu. "Ayah mah gitu, adek bangun terlambat dimarahin adek bangun pagi nggak percaya dan malah meragukan! Sebenarnya mau Ayah itu apaan sih! Adek kan jadi bingung," ujar Kayla merasa kesal terhadap ayahnya itu, karena bisa-bisanya ayahnya itu bicara seperti itu padahal kemarin dirinya yang meminta Kayla agar dia belajar untuk bangun pagi tanpa harus dibangunkan sama bundanya, tapi setelah sekarang dia bisa bangun sendirian tapi ayahnya itu malah kayak meragukan dan malah bikin dirinya emosi saja!. "Enggak kok tadi ayah itu cuman bercanda! Lagian kenapa sih harus dibawa serius seperti itu, hidup itu tidak boleh terlalu dibawa serius kadang kita harus sesekali untuk bercanda biar otak kita itu rileks, tapi adakalanya kita juga harus serius," Jelas Ayah menasihati. "Iya Yah aku tahu soal hal itu kok! Dan terima kasih sekali kepada ayah karena udah mau mengingatkan akan hal itu," balas Kayla. "Iya sama-sama adek, oh ya semoga saja kedepannya kamu bisa bangun pagi seperti ini terus, dan bukan hanya untuk saat ini saja karena Ayah sangat menaruh harapan besar sama kamu, jadi ayah mohon kamu jangan pernah sia-siakan kepercayaan ayah," tukas ayah. "Adek janji sama ayah tidak akan membuat ayah kecewa! Tuh kayla juga nggak mau kalau harus di diemin terus menerus sama ayah seperti kemarin! Soalnya rasanya aneh dan hal itu membuat aku menjadi kepikiran terus dan tidak terang," balas Kayla. Dan ayah pun tersenyum ketika mendengar Putri kecilnya itu bilang seperti itu karena berarti Kayla sangat amat menyayangi dirinya, tapi dia juga sangat merasa bersalah karena udah membuat Putri kecilnya itu menjadi sedih dan terus kepikiran gara-gara dirinya itu meskipun dia melakukan itu untuk kebaikannya Kayla tapi ternyata cara yang dia lakukan itu salah!. "Maafin Ayah sekali lagi ya dek! Ayah melakukan hal itu bukan semata-mata anak Ayah tidak sayang sama kamu! Tapi justru kebalikannya Ayah sangat amat menyayangi kamu dan ayah tidak ingin kalau kamu nantinya jadi orang yang pemalas makanya Ayah ingin melatih kamu biar bisa disiplin waktu, karena orang yang sering disiplin maka kedepannya akan terus-menerus menjadikan jika disiplin itu pedoman dalam melakukan sesuatu," ujar Ayah sembari terus menerus meminta maaf kepada kayla karena dia memang merasa sangat bersalah sekali. "Udahlah ya nggak apa-apa lagian kan udah berlalu juga toh kita juga udah baik-baik saja! Alangkah baiknya kita melupakan hal itu karena kalau semakin diingat maka kita akan terus-menerus merasa bersalah dan masalah itu tidak akan kunjung selesai, karena terkadang masalah yang menimpa kita itu sepele namun karena diri kita yang terlalu menanggapi dan terlalu over hal itu membuat masalah itu menjadi besar," ucap Kayla dengan penuh makna. "Ternyata Putri kecil Ayah semakin hari udah semakin pintar aja! Ayah jadi bangga mempunyai Putri seperti kamu," balas ayah. Namun ketika Ayah baru saja selesai berkata seperti itu tiba-tiba datanglah bang Rival yang ternyata dia mendengar topik pembicaraan yang di bicarakan Kayla dan ayahnya itu. "Oh ternyata Ayah cuman bangga sama Kayla saja ya! Dan kayaknya Ayah juga melupakan Abang deh, soalnya di pikiran ayah kan cuman Kayla doang," sindir bang Rival kepada ayahnya itu sembari dia berjalan menuju kursi yang masih kosong. "Bukan begitu Abang! Ayah itu bangga mempunyai anak seperti kalian selain baik ternyata kalian memiliki hati yang sangat tulus tapi terkadang suka lupa aja makanya kalian terkadang keluar dari jalur," ucap ayah, mencoba menjelaskan kepada bang Rival kalau semisal dirinya juga sangat amat menyayangi putranya itu karena bagi dia Kayla dan Rival itu sama-sama darah dagingnya jadi buat apa dia membedakan keduanya! "Alah ayah mah suka gitu, soal-soal memuji abang tapi aslinya anak ayah tersayang kan Kayla bukan Abang!" Balas bang Rifa yang masih merasa cemburu kenapa padahal itu sama adiknya sendiri tapi dia merasa kalau ayahnya itu terlalu memanjakan adiknya. "Abang kenapa sih kayak gitu! Gak seperti biasanya loh!! Atau Abang iri ya kalau semisal Ayah lebih dekat sama aku daripada sama Abang sendiri?" Ujar Kayla, dan ucapan Kayla barusan membuat bang Rival menjadi semakin emosi tapi dia berusaha untuk tidak memperlihatkan itu semua karena malu juga kalau orang lain sampai tahu dirinya cemburu dengan adiknya sendiri. "Idih siapa juga yang iri sama kamu! Jangan sok kepedean deh dek!" Tegas bang Rival menolak mentah-mentah, meskipun apa yang dikatakan Kayla barusan itu memang benar adanya. "Alah Abang bilang aja! kenapa harus di tutup-tutupin sih! Dari raut wajah Abang juga udah terlihat kalau abang cemburu kan sama aku soalnya aku lebih dekat sama ayah daripada Abang," balas Kayla. "Orang enggak kok maksa sih dek! Lagian buat apa juga abang cemburu sama kamu toh ayah bersikap seperti itu karena kamu orangnya suka ke anak-kanakan kan, umur aja yang dewasa tapi sikapnya sih kayak anak kecil," ujar bang Rival. "Bodo amat lah, Aku nggak terlalu memikirkan akan hal itu! Yang terpenting aku bisa dekat dengan ayah," balas Kayla santai, karena dia itu salah satu anak yang dekat dengan ayahnya bisa dibilang kalau dia itu anak ayah. Namun selang beberapa menit kemudian bunda pun datang dengan membawa yang mungkin baru saja dia goreng di dapur tadi! "Ada apaan sih masih pagi kok udah pada ribut! Enggak capek apa ribut mulu tiap hari," balas bunda. "Biasa Bun adek suka gitu, lagian Ayah juga masak bilang kalau dia cuman sayang banget sama Putri kecilnya itu dan abang pun tidak dianggap," seru banget Rival melaporkan kejadian tadi kepada bundanya mungkin lihat dia karena dia ingin mencari pembelaan atas dirinya. "Udah enggak usah khawatir karena bunda juga sayang sama Abang, biarkan Ayah bicara seperti itu, kamu nggak perlu mendengarkan dan tak perlu kamu pikirkan," ucap bunda berada di pihak bang Rival. "Eh bunda bukan maksud ayah seperti itu tapi abang cuman salah paham dan ayah pun tadi juga udah bilang kalau ayah itu sangat amat menyayangi kedua anak-anak Ayah mana kalian berdua kan darah daging Ayah jadi buat apa juga Ayah membeda-bedakan kalian," Jelas Ayah. "Nah itu bang dengerin ternyata Ayah juga sayang kan sama Abang, udahlah apa nggak usah iri sama adiknya tuh Abang kan juga dulunya udah mendapatkan kasih sayang Ayah sama bunda utuh," ujar bunda. "Iya bunda Abang ngerti kok!" balas bang rifal. "Makanya jadi orang itu nggak usah iri sama adiknya, toh ayah sama bunda nggak mungkin kan nggak sayang sama Abang, lagian Abang ini kan anak cowok satu-satunya di rumah ini pastinya besok Abang juga akan meneruskan perusahaan dari papa," tegas Kayla. "Udah dibilangin nggak usah kepedean kok malah ngeyel sih, lagian kan Abang udah bilang sama kamu kalau semisal Abang itu bukan iri sama kamu cuman merasa agak gimana aja setelah mendengar ucapan Ayah tadi, tapi setelah mendengar penjelasan dari ayah dan abang pun bisa mengerti itu semua," ujar bang rifal. "Ya udahlah daripada kalian berdebat yang gak penting lebih baik sekarang kita sarapan habis itu nanti kalian langsung berangkat sekolah dan Kayla bunda bangga sama kamu karena kamu bisa sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih baik," tukas bunda. "Oh iya kenapa aku baru sadar ini kan baru jam berapa tapi kok kamu udah siap aja sih dek bukannya biasanya masih molor?" Tanya abang Rival ternyata dia baru ngeh kalau adiknya itu bisa bangun pagi. "Jangan mengejek napa bang! Tuh harusnya abang itu bersyukur karena aku bisa bangun pagi ini jadinya Abang tidak perlu repot-repot harus mendengar teriakan bunda," balas Kayla sedikit kesal karena respon yang diberikan oleh abangnya itu seperti itu. "Oh iya juga sih ada untungnya anak bunda kan jadi tidak teriak-teriak tuh Abang juga kasihan kalau harus melihat bunda teriak-teriak membangunkan kamu yang sangat susah untuk dibangun," ucap bang rival. "Nah itu abang tahu," balas Kayla. "Udah udah sekarang sarapan aja yuk dari tadi kok ngobrol terus kapan sarapannya? keburu dingin loh makanannya!" Tegas bunda. "Iya bunda maaf," balas Kayla lalu merekapun akhirnya menikmati sarapan secara bersama-sama, masakan buatan bundanya yang tidak ada duanya sama sekali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN