Bab 61

1219 Kata
Di satu sisi saat ini Kayla sedang berada di dalam kamar nya dia sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya, rasanya hari ini sangat melelahkan sekali buat Kayla ditambah masalah yang datang berturut-turut membuat dia bingung dan pusing harus menyelesaikan yang mana. Ternyata beranjak dewasa tak seenak yang ia bayangkan, rasanya sangat menyedihkan apalagi jika sedang mempunyai banyak masalah seperti ini dan tidak ada siapa-siapa disamping kita rasanya ingin kembali lagi ke masa kecil, dimana kita belum terlalu banyak memikirkan keras nya Dunia ini. "Hari ini sangat melelahkan sekali banyak kejadian yang udah aku lewatkan dan banyak juga masalah yang udah menimpa aku, ternyata menjadi dewasa tak seenak yang aku bayangkan ya!" Ujar Kayla sembari merebahkan tubuhnya di kasur. "Capek juga kalau kayak gini terus ingin rasanya ingin sekali mengeluh tapi aku sadar aku gak mau membuat orang yang ada disekitar ku menjadi sedih dan terbebani karena aku, tapi kalau boleh jujur aku pun juga manusia biasa terkadang berada dititik terendah dan aku pun juga bisa lemah apalagi saat-saat seperti ini!" Ucap nya lagi kali ini dia ingin sekali menangis, entak kenapa masalah yang dia alami akhir-akhir ini membuat dia menjadi sosok yang cengeng sekali ditambah masalah yang berhubungan dengan ayahnya itu dia gak bisa kalau harus didiemin sama ayah nya sendiri. Rasanya kayak ada sesuatu yang sangat berbeda sekali dan hal itu juga mampu membuat dia jadi kepikiran terus menerus dan tidak fokus sama sesuatu. "Kenapa sih ayah kayak gitu sama aku! Apa aku terlalu besar membuat salah sama dia? Kalau pun ia aku juga udah minta maaf kan! Dan kalau masih bersalah tolong dibimbing yah, putri kecilmu ini saat ini sedang banyak masalah dan sedang membutuhkan support dari kamu," tukas Kayla akhirnya air matanya pun berhasil lolos begitu saja di pipi mulus nya. Sontak Kayla pun segera mengusap air matanya itu karena dia tidak boleh menjadi orang yang cengeng harus kuat dan bisa menyelesaikan semua permasalahannya itu. Dia lalu mengubah posisi yang awalnya tiduran kini menjadi duduk. "Kenapa sekarang jadi cengeng sih! Biasanya kalau ada masalah juga bisa menghadapi tanpa harus ada drama drama menangis kayak gini kok! Kamu harusnya juga bisa gak nangis dan gak boleh cengeng wanita itu harus kuat gak boleh lemah apalagi cuman gara-gara masalah seperti ini!" Tegas Kayla masih mengelap air matanya dan berusaha agar tidak menangis karna dia gak mau terlihat lemas, dia mempunyai prinsip wanita itu harus kuat dan gak boleh cengeng. "Pokoknya kamu harus bisa menghadapi semua ini yakin dengan diri kamu sendiri, dan percaya lah pasti dibalik ini semua ada hikmah nya," ucap Kayla. Namun di balik pintu kamar Kayla ternyata ada sosok yang sedang mendengarkan dia berbicara dengan dirinya sendiri itu, orang itu adalah ayahnya sendiri ternyata ayah sudah berada di depan kamar Keyla sedari tadi niatnya sih tadi dia ingin segera masuk tapi ketika dia ndak mau masuk tiba-tiba dia mendengar ucapan Kayla pada dirinya sendiri, sontak ayah pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya terlebih dahulu, dia ingin mendengar apa yang sedang dialami oleh putri kecil nya itu, dan ternyata ketika dia sudah mendengar semua, ternyata apa yang dia lakukan tadi itu ternyata berdampak besar terhadap kayla karena dia jadi kepikiran terus padahal niatnya tadi dia cuman ingin membuat Kayla agar mau berubah menjadi lebih baik lagi bukan semata-mata ingin membuat dia bersedih seperti ini. Ayah pun akhirnya menjadi menyesal karena secara tidak sengaja dia sudah membuat Kayla menjadi menangis dan bersedih seperti ini, dan dia pun saat ini udah berniat masuk ke dalam kamar kayla untuk meminta maaf. Namun sebelum masuk ke dalam ayah memantapkan diri untuk mengakui kesalahannya dia juga menyesali apa yang dia lakukan tadi, sebelum masuk ke dalam tak lupa ayah mengetuk pintu kamar Kayla terlebih dahulu, karena walaupun itu kamar anaknya tapi di dalam keluarga dia sudah diajarkan sopan santun sebelum masuk ke dalam kamar hendak nya untuk mengetuk pintu terlebih dahulu. Tok tok tok. Kayla yang air matanya masih mengalir sontak dia pun terkejut setelah mendengar ada seseorang yang mengutuk kamarnya ia pun langsung buru-buru menghapus air matanya itu karena dia tidak mau Kalau sampai ada orang yang tahu jika dirinya habis menangis. "Ayah boleh masuk sayang?" Tanya ayah sembari membuka sedikit pintu kamar Kayla untuk bertanya soal hal ini karena kalau semisal dirinya nggak boleh masuk maka ayahnya pun gak akan masuk ke dalam. "Boleh kok yah, masuk aja," balas Kayla mencoba untuk baik-baik saja. Kemudian ayah mulai masuk ke dalam kamar Kayla dan kembali menutup pintunya dia berjalan mendekat kearah Kayla. Dan ayah pun memutuskan untuk duduk di tempat tidur Kayla dan posisi saat ini ayah dan Kela berhadapan. "Kamu habis menangis ya dek?" tanya ayah setelah menyadari bahwa di sudut mata Kayla masih tersisa air mata dan matanya kayak lapor juga sedikit bengkak dan memerah. "Hah enggak kok yah, ini cuman kena debu tadi," balas Kayla berbohong, karena dia tidak ingin membuat ayahnya sampai khawatir dengan dia. Tapi ternyata ayah sama halnya dengan bunda dia tidak bisa dibohongin karena mereka juga udah tahu kapan ketika anaknya itu berkata bohong pasti dari gerak-geriknya juga udah sangat kelihatan. "Udah nggak usah bohong ayah tahu kok kalau semisal kamu itu habis menangis, kamu ada apa dik cerita sama ayah!" Tegas Ayah. Dan Kayla pun mau tak mau dirinya harus jujur kepada ayahnya tuh percuma saja dia berbohong ternyata ayahnya tahu ketika dia sedang berbohong. Dan daripada nantinya dirinya kena marah lagi sama ayahnya itu lebih baik dia kan jujur sekarang aja. "Sebenarnya tadi itu aku nggak ada niatan untuk menangis tapi karena aku teringat Ayah yang tiba-tiba mendiamkan aku alhasil aku jadi bingung dan takut karena ayah kan enggak seperti biasanya kayak gitu, tuh apa aku sudah melakukan salah yang terlalu fatal ayah seperti itu?" Jelas Kayla akhirnya jujur. "Sebenarnya Ayah ke sini juga mau minta maaf sama kamu soal tadi, karena ayah itu tidak ada niatan sama sekali untuk membuat kamu sedih seperti ini apalagi sampai kepikiran, Ayah melakukan hal itu karena Ayah ingin kamu itu berubah menjadi lebih baik soalnya kalau kamu nggak digituin kamu nya pasti akan susah untuk berubah toh kamu pasti juga udah nyaman sama zona kamu," tutur ayah. "Iya aku sadar akan hal itu kok yah, dan aku pun juga mengakui kalau aku salah makanya mulai saat ini aku ingin berubah biar tidak mengecewakan Ayah lagi dan membuat ayah marah," ujar Kayla. "Iya Ayah percaya sama kamu kok! Dan ayah mau minta maaf soal tadi ya kamu nggak usah terlalu dipikirin banget takutnya nanti kamu malah semakin sakit," ujar ayah. "Iya yah enggak Kok," balas Kayla tersenyum. Dan tak lama kemudian bunda pun datang dengan membawa makanan serta obat buat Nisa agar diminum dan supaya dia lekas sembuh dan membaik. "Sayang ini bunda tadi buatkan bubur untuk kamu, kamu makan dulu ya dan minum obat buat cepat sembuh," tukas bunda. "Iyah bunda," balas Kayla. "Kamu mau makan sendiri atau bunda suapi?" tanya bunda. "Aku mau disuapin sama yah aja deh Bun," jelas Kayla. "Yaudah kalau begitu bunda tinggal dulu ya! Jangan lupa obat nya diminum biar cepat sembuh!" Tegas bunda. "Siap bunda," ujar Kayla setelah itu Anda pun membawa nampan nya kembali dan keluar dari kamar Kayla. "Sekarang kamu makan ya biar ayah suapi?" Ujar ayah sembari mengambil mangkuk berisi bubuk buatan bunda. Dan Kayla pun hanya menganggukkan kepalanya setelah itu ia pun menyuapkan sesendok demi sesendok bubur tersebut ke mulut Kayla hingga habis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN