Bab 60

2120 Kata
Sepanjang perjalanan menuju rumah nya Kayla pun hanya terdiam karena entak kenapa kepala dia kembali sedikit pusing, padahal tadi dia udah agak mendingan tapi kenapa sekarang pusing lagi? Apa karna dia sedari tadi belum makan? Toh dia terakhir makan juga tadi pagi dirumahnya. Jadi bisa aja karna hal itu dia jadi pusing ditambah tadi dia juga habis pingsan kan!. Namun rupanya sedari tadi bang rifal ternyata juga sedikit melirik ke arah Kayla karna dia sedari tadi hanya diam dan Kayla juga sesekali memejamkan matanya, selain itu muka kayla juga terlihat agak pucat apa dia sakit? Karna terlalu memikirkan ucapan ayahnya tadi pagi? Bang rifal pun jadi khawatir takut kenapa-kenapa, walaupun tadi ia sempat kesal karena terlalu menunggu lama Kayla. "Dek kamu sakit ya?" Tanya bang rifal tiba-tiba sembari tetap fokus menyetir. "Hah enggak kok bang! Aku baik-baik saja," balas Kayla berbohong, dia tidak ingin membuat abangnya itu khawatir karena dirinya apalagi kalau abangnya itu sampai tahu fakta yang sudah terjadi pasti abangnya bakal bilang sama ayah bundanya dan dia pun tidak mau kalau membuat ayah dan bundanya itu juga khawatir. "Beneran kamu nggak kenapa-kenapa?" Tanya bang rifal mengulangi nya karena dia tidak yakin dengan Jawaban yang diberikan oleh adeknya itu Kayla. "Iya bang aku gak papa kok, lagian Abang tenang saja gak perlu khawatir gitu! Aku baik-baik saja!" Jawab Kayla meyakinkan Abang nya itu. "Tapi dek muka kamu agak pucat loh! Lagian sedari tadi Abang perhatian kamu juga kayak nya sedang menahan sakit gitu! Kalaupun kamu memang lagi sakit udah bilang saja sama Abang gak perlu di sembunyikan seperti itu!" Seru bang rifal. "Orang adek gak kenapa-kenapa kok bang, lagian kalaupun adek sakit adek bakal bilang sama Abang," ujar Kayla masih tidak mau jujur sama Abang nya itu, meskipun sedari tadi Abang nya udah curiga tapi dia masih kekeh dengan keputusan dia untuk tidak bilang sama Abang nya itu. "Ya udah deh kalau semisal kamu nggak kenapa-kenapa syukurlah tapi kalau semisal kamu memang beneran sakit kamu bilang aja sama Abang nggak usah ditahan! Dan abang pun juga minta sama kamu agar kamu jangan terlalu memikirkan apa yang ayah katakan tadi takutnya nanti jadi kepikiran terus dan kamu malah jadi sakit!" Tukas bang rifal menasehati. "Iya baik bang," balas Kayla lalu dia pun terdiam. Sampai akhirnya mereka berdua pun memilih untuk fokus sama pikirannya masing-masing dan bang Rival pun memilih untuk fokus menyetir karena kalau di jalan kayak gini berbahaya juga kalau tidak fokus menyetir nya, selain berbahaya untuk dirinya sendiri tetapi juga berbahaya untuk orang lain juga. Dan setelah lama nya mengemudi akhirnya Abang Rival dan Kayla pun sudah sampai di halaman rumahnya lalu mereka berdua pun memilih untuk langsung turun dan masuk ke dalam rumah. Setelah sampai di dalam rumah mereka pun disambut sama ayah dan bundanya yang tengah berada di ruang keluarga, mereka berdua sedang ngobrol santai sembari menonton televisi, biasanya kalau jam segini ayahnya Kayla pengen pulang dari kantor tapi entah kenapa ayahnya sekarang udah ada di rumah saja mungkin karena pekerjaan yang ada di kantor udah selesai makanya ayah pulang lebih awal. "Selamat sore anak-anak bunda," ujar bunda menyambut mereka yang baru saja tiba di rumah, sebenarnya Abang Rival tadi udah sempat pulang ke rumah tapi dia belum ketemu sama bundanya karena dia tadi langsung buru-buru menjemput Kayla dan takutnya kalau Kayla udah lama menunggunya tapi ternyata tadi dirinya yang harus menunggu Kayla. "Sore juga bunda," balas bang Rival dan Kayla secara bersamaan. Mereka pun juga berjalan mendekat kearah bundanya sama ayahnya itu, tak lupa mereka juga mencium tangan kedua nya. Di situ posisi ayah cuman diam sembari fokus menonton televisi Sebenarnya tadi ayah juga sempat menengok kearah mereka tapi dia kembali lagi fokus televisi nya dan Kayla pun menyadari akan hal itu hatinya sedikit teriris melihat sikap ayahnya yang seperti itu apa mungkin ayahnya masih marah sama dia sampai-sampai dia segitunya, sikap ayahnya itu juga kelihatannya sangat dingin dan berbeda sama biasanya kalau biasanya ayahnya itu selalu memeluk hangat dan bersikap sangat ramah tapi sekarang tidak sama sekali. Dan sebenarnya Kayla rasanya ingin menangis tapi dia harus bisa menahan nya karena enggak mungkin juga kan kalau dirinya tiba-tiba menangis di depan ayah dan bundanya nanti dikira dirinya ngapain lagi tuh ayahnya juga kelihatan tidak peduli sama dia, apa mungkin karena sikapnya yang udah keterlaluan membuat ayahnya sampai begitu?. "Udah pulang anak-anak bunda ini, gimana hari ini? Sangat menyenangkan kan?" Tanya bunda. "Iya Bun, tapi kagak capek juga karena tadi di kampus banyak kegiatan!" Tegas Abang rifal menceritakan keseharian dia waktu itu kamu memang benar kalau sangat melelahkan karena tadi di kampus banyak kegiatan yang menguras tenaganya. "Ya udah bang dinikmati dulu aja lagian kalau mau sukses kan butuh proses nggak langsung instan begitu saja, Kalau kamu gimana dek kamu di sekolah baik-baik saja kan? Dan pasti kamu juga sangat senang?" Tanya bundanya dengan antusias. Sebenarnya Kayla ingin sekali bercerita dan mengeluh Kepada bunda nya itu tentang apa yang sudah terjadi tadi di sekolahan dan yang telah dia alami tapi dia sadar dia tidak ingin membuat bundanya khawatir alhasil Kayla pun memilih untuk diam dan menyembunyikan itu semua karena dia tidak ingin membuat masalah tadi jadi panjang permasalahan tadi juga udah selesai kan. "Iya bunda hari-hari aku tadi yang sangat menyenangkan kok! Oh di sekolah juga tadi aku bermain sama temen-temen aku jadinya sangat senang sekali!" Tegas Kayla berbohong dan mencoba untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang yang ada di sini! Meskipun Sebenarnya dia juga sedikit menahan sakit kepalanya yang sedari tadi tidak lekas sembuh. "Syukurlah bunda senang mendengar cerita kalian hari ini! Tapi dek bunda perhatiin muka kamu kok sedikit pucat apa kamu lagi sakit ya?" Tanya bunda yang baru saja kalau muka Kayla juga sedikit pucat. "Benarkan apa yang Abang katakan tadi kalau muka kamu itu memang sedikit pucat dek! Tapi kamunya aja yang cerita dibilang kalau kamu baik-baik saja tapi menurut Abang kamu itu sedang sakit deh," ujar bang Rifal. Ayah yang tadi fokus melihat televisi mendengar bunda dan bang Rival bilang seperti itu sontak dia pun sedikit melirik kearah Kayla untuk memastikan apa benar yang dikatakan istri dan anaknya itu kalau muka Kayla itu pucat, dan ternyata memang benar adanya kalau muka Kayla memang sedikit pucat dan sontak ayah pun sebenarnya sangat khawatir dengan kondisi Putri kecilnya itu tapi dirinya kan juga lagi memberi hukuman kecil kepada putrinya agar mau berubah menjadi yang lebih baik Kalau dia nggak bersikap seperti itu pasti ga ilang nggak akan berubah karena ayah pengen tahu gimana sikap Putri kecilnya itu. "Aku nggak papa kok bun! Abang aja tadi terlalu berlebihan! lagian aku sehat kok dan nggak sakit sama sekali, jadi Abang salah bunda nggak usah khawatir sama aku karena aku memang enggak kenapa-kenapa!" Tegas Kayla meyakinkan Abang dan bundanya itu. "Tapi muka kamu kelihatan agak pucat loh dek! Nggak mungkin kalau kamu itu nggak kenapa-kenapa pasti kamu itu sakit tapi kamu bohong kan sama bunda, bunda nggak pernah ngajarin kamu untuk berbohong loh apalagi sama orang yang lebih tua," tukas bunda. Kayla pun nampaknya menjadi bingung dia harus bicara apa lagi untuk meyakinkan bundanya bahwa dia itu baik-baik saja! Lagian dia juga nggak mau kalau sampai membuat orang yang ada di situ jadi khawatir sama dia, tuh dia terkadang lebih memilih untuk menyembunyikan semua yang udah terjadi pada dirinya daripada harus bercerita kepada keluarganya karena Kayla merasa kalau dirinya tidak ingin merepotkan keluarga nya itu apalagi kalau sampai keluarganya itu menjadi khawatir karena dirinya. "Iya dek jujur aja napa sih! Walaupun kamu mau bohong tapi wajah kamu tidak bisa menutupi kebohongan kamu tuh muka pucat kamu juga kelihatan kok, lagian nggak mungkin juga kan kalau kamu baik-baik saja sedangkan muka kamu agak pucat seperti itu, tadi di mobil aja kamu juga kayak nahan sakit dan sering diam Abang bisa bicara seperti itu karena tadi Abang itu melihat loh ketika kamu memecahkan mata dan menahan sakit walaupun Abang fokus menyetir tapi abang tahu itu kok," tegas bang Rival mencoba membujuk Kayla agar mau bercerita dan terus terang kepada mereka, karena dia tahu adiknya itu lebih sering menyembunyikan permasalahannya daripada menjelaskan dan menceritakan kepada keluarganya. Bangun Rival pun juga sedikit heran akan hal itu karena kan kalau semisal ada masalah harusnya kayak gitu cerita sama keluarganya biar keluarganya itu bisa memberikan masukan kepada dia dan setidaknya apa yang dia pikirkan dan dia alami itu sedikit berkurang bebannya alhasil dia kan tidak bisa stres, karena bagi bank Rival juga sekuat-kuatnya orang pasti bakal ada titik lemahnya juga. "Beneran bunda abang aku itu nggak kenapa-kenapa kok, kalau pun aku sakit pasti aku bakalan bilang tuh aku juga udah besar udah tahu hal apa yang harus aku lakukan kalau aku sakit," tukas kayla yang masih enggak mau jujur kepada Abang dan bundanya itu, emang sih dia sedikit keras kepala orangnya. "Coba sekarang kamu sini mendekat ke arah bunda," tegas bunda, alhasil Kayla pun menuruti apa yang bundanya katakan barusan dia mulai berjalan mendekat kearah bundanya itu dan duduk di sofa disamping bundanya itu. "Ada apa bunda?" Tanya Kayla yang sudah deg-degan takut kalau bunda mau introgasi dia lebih dalam, namun tebakan biasalah melainkan bunda malah menaruh tangannya ke Dahi kayla dan Kayla pun bingung kenapa bunda melakukan hal itu, oh iya apa jangan-jangan bunda sedang mengecek suhu tubuh dia? Kalaupun dia bisa bisa bahaya soalnya suhu badan dia juga sedikit hangat tidak seperti biasanya dan kebohongan dia pasti akan ketahuan. "Benarkan apa yang Anda katakan tadi kalau kamu itu sedang berbohong! Buktinya suhu badan kamu juga sedikit hangat dan bunda yakin kalau kamu itu saat ini sedang sakit tapi kamu mencoba untuk menyembunyikan semua itu dari bunda dan yang lainnya!" Tukas bunda. "Tapi Kayla baik-baik saja kok bun! Dan Kayla juga tidak ada maksud untuk membangun ibunda karena Kayla tidak merasakan sakit yang terlalu berlebihan dan mungkin ini efek dari kecapean saja," seru Kayla tidak ingin membuat bundanya khawatir. "Sama aja dek, kamu itu Jangan meremehkan sakit karena bisa aja yang semulanya pusing tapi nantinya malah jadi pusing berat, dan seringan apapun sakit tapi itu juga berpengaruh sama tubuh kita loh!" Ujar bunda. "Iya betul apa yang dikatakan benda itu walaupun kamu cuman pusing ringan atau demam ringan tapi itu sama saja namanya sakit dan harus diobati kalau kamu terlalu cuek dan membiarkan serta menganggap itu hal sepele alhasil kita kan nggak tahu kalau itu merupakan gejala penyakit lain atau apa? Kan lebih baik mencegah daripada mengobati!" Tukas bang rifal. "Ya udah bang udah, kalau begitu sekarang lebih baik kamu ke kamar bersih bersih dan Istirahat, nanti bunda nyusul bawain kamu makanan dan obat biar kamu cepat sembuh!" Tegas bunda perhatian. "Iya baik bunda," balas Ki lalu setelah itu dia pun beranjak dari tempat duduknya bergegas ke jalan naik ke atas untuk menuju ke kamarnya. Setelah kepergian Kayla ke kamarnya baru ayah pun mulai memperlihatkan kepeduliannya kepada putri kecilnya itu, walaupun dirinya sedang memberi hukuman kecil kepada putrinya tapi dia juga sangat khawatir dengan kondisi putrinya itu apalagi ketika mendengar putrinya itu sakit. "Keras kepala banget sih adit kamu bang! udah tahu sakit bukannya diobatin tapi malah menyepelekan!" Tegas ayah. "Tapi abang rasa adik sakit gara-gara mungkin terlalu memikirkan ucapan ayah tadi pagi deh yah, ya kan kayla paling nggak bisa kalau melihat ayah marah seperti itu apalagi kan biasanya ayah selalu memanjakan dia tapi tiba-tiba hari ini ayah bersikap dingin sama dia dan pastinya Kayla bakal berpikir terus mana lihat itu," tutur bang Rifal, yang ternyata juga sangat kasihan ketika melihat adiknya harus seperti itu karena adiknya itu orangnya periang dan cerewet tapi ketika ada masalah dia menjadi sosok yang sangat pendiam, tentang Rival pun lebih suka ketika adiknya itu cerewet daripada hanya diam kayak tadi di mobil. "Betul itu yah, sebaiknya ayah minta maaf ya sama Kayla kasihan juga dia toh orang kalau mau berubah kan harus butuh proses nggak langsung berubah begitu aja," tukas bunda. "Tapi ayah kayak gini Kan demi kebaikan dia juga! Biar dia itu mau berubah menjadi yang lebih baik jadi bisa lebih disiplin lagi," ujar ayah. "Iya bunda tahu niat ayah baik, tapi nggak gini juga kasihan Kayla gara-gara ayah jadi sakit, emang ayah nggak sayang sama Kayla?" Seru bunda. "Ya ayah begini karena ayah sayang sama Kayla! mana mungkin kalau ayah nggak sayang sama anak-anak ayah," balas ayah. "Ya udah lebih baik sekarang ayah kata ayah bicara baik-baik sama Kayla dan minta maaf biar gak lah itu juga tidak terlalu memikirkan hal itu lagi dan bisa segera sembuh takutnya kalau berlarut-larut nanti malah sakitnya Kayla semakin parah, yang awalnya cuman sakit ringan nantinya malah jadi sakit parah!" Tukas bunda. "Ya udah iya ayah ke atas sekarang!" Tegas ayah setelah itu dia pun beranjak dari tempat duduknya bergegas naik ke atas menuju kamar Kayla Putri kecilnya itu untuk meminta maaf karena mungkin sikapnya sudah keterlaluan dan membuat Putri kecilnya itu menjadi kepikiran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN