Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 wib saatnya semua murid pun bergegas keluar dari kelasnya karena mereka tak sabar ingin segera pulang ke rumahnya masing-masing, begitupun dengan Kayla dan Sarah yang sedari tadi berada di UKS kali ini mereka memutuskan untuk pulang karena bel juga udah berbunyi, kan biasanya UKS kalau jam udah waktunya pulang pasti akan dikunci sama petugasnya.
"Kay lu mau pulang sekarang atau nanti?" Tanya Sarah kepada kayla yang masih membaringkan tubuhnya di ranjang UKS.
"Sekarang aja lah lagian kalau kita pulangnya nanti yang ada malah kita di kunci di sini, dan pastinya penjaga UKS nanti bakal ngomel-ngomel kayak waktu itu," balas Kayla.
"Tapi lu kuat nggak jalannya Kalau nggak biar gue telepon abang lu aja biar dia jemput lu ke sini dan gendong Lo, soalnya kalau gue harus gendong mau enggak kuat secara kan berat badan gue sama lo aja Beratan lo masa gua harus gendong Lo, nanti yang ada malah sama-sama jatuh dan Lo pun nantinya malah tambah sakit!" Tegas Sarah.
"Udah gue bisa jalan sendiri kok lagian cuman sampai parkiran kan, toh gue kan tadi cuman sesak nafas doang bukan lumpuh, jadinya gue masih bisa berjalan dan lu nggak usah khawatir seperti itu soalnya nantinya gue juga nggak bakal bilang sama Abang gue ataupun sama ayah dan bunda kalau tadi gue sempat pingsan di sekolah, karena kalau mereka tahu nanti malah masalahnya semakin panjang dan ayah pun pasti nggak akan terima jika gue digituin," jelas Kayla yang gak mau merepotkan orang lain.
"Yaudah lah, tapi Lo hati-hati walaupun Lo udah gak kenapa-kenapa kan jaga-jaga saja kalau semisal lo nantinya pingsan lagi," tegas Sarah.
"Iya-iya, eh berarti kita ke kelas dulu dong untuk mengambil tas kita yang masih berada di kelas," tukas Kayla.
"Gak perlu! Soalnya tadi ada temen kita sekelas yang bawain tas kita ke sini tapi Lo nya lagi tidur jadinya lu nggak tahu dan tas kita sekarang ada di sini, tuh!" Balas Sarah sembari menunjuk ke arah pojok UKS memperlihatkan dua tas mereka yang sedang ada di sana.
"Oh gitu yaudah kebetulan kita nggak perlu repot-repot ke kelas jadinya," tukas kayla.
"Sebaiknya kita pulang sekarang aja ya Kay, kayaknya UKS udah mau dikunci sama anak yang piket," seru Sarah.
"Oke ya udah yuk tolong ambilkan tas gue ya!" Tegas Kayla lalu dia pun mencoba untuk bangun dari tidurnya dan berusaha memposisikan dirinya untuk duduk, walaupun kepalanya masih agak pusing tapi dia tidak mau merepotkan sahabatnya itu, karena dari tadi dirinya udah sangat merepotkan dia.
"Ini tas lu," tutur Sarah sembari memberikan tas Kayla yang baru saja diambil dari tempat tadi.
"Oke makasih ya!" Balas Kayla.
"Oh ya lu bisa nggak turunnya? kalau enggak bisa gue bantuin! Takutnya kalau lo masih pusing," tukas Sarah.
"Santai aja gue bisa kok! dan sebaiknya nggak usah berlebihan seperti itu karena gue kayaknya jadi geli dah, kan selama ini kita nggak pernah serius ini," jelas Kayla.
Karena mereka biasanya selalu bercanda dan tertawa bareng apalagi sama hal-hal yang sepele pasti mereka juga sangat tertawa dan mereka pun jarang sekali bisa serius kayak gini jadinya sekali mereka serius mereka merasa agak geli. Karna Mereka gak terbiasa saja, ya walaupun Sarah melakukan hal ini karena dia sangat khawatir dengan kondisi Kayla.
"Udahlah nggak papa lagian kan bukan saatnya untuk kita tertawa, tuh masa nggak ada yang lucu tiba-tiba tertawa nanti dikira ngapain lagi aja gue,!" Balas Sarah lalu dia mendekat kearah Kayla berniat untuk membantu dia untuk turun dari ranjang yang ia tempati tadi.
"Yok gue bantuin, Lo pelan-pelan aja gak usah buru-buru turun nya takut kalau malah jadi jatuh!" Tegas Sarah yang sudah siap dengan posisi nya.
"Iyah! Padahal gue gak kenapa-kenapa tapi Lo terlalu berlebihan!" Balas kayla mencoba untuk turun dari ranjang tersebut secara hati-hati. Dan sampai akhirnya dia bisa mendarat dengan selamat meskipun kepala nya tadi sempat pusing tapi dia berhasil untuk menahannya.
"Udah gak usah Lo pegangin lagi soalnya gue juga bisa jalan sendiri kok! Lagian gue rasa sakitnya gue juga nggak begitu parah parah banget," tutur Kayla yang sebenarnya sedikit risih kalau harus selalu diperlakukan secara berlebihan.
"Iya bawel," balas Sarah, lalu mereka pun mulai berjalan keluar dari UKS mereka melangkahkan kakinya secara pelan-pelan karena Sarah takut kalau nantinya Kayla merasakan pusing lagi dan alhasil jadi pingsan karena muka Kayla saat ini juga masih sedikit pucat.
Dan nampaknya koridor sekolah pun sudah mulai sepi soalnya bel pulang sekolah pun juga udah berbunyi sekitar 15 menit yang lalu dan mereka pun terlalu lama berada di UKS makannya murid-murid sebagian udah pada pulang hanya tinggal beberapa anak saja yang ada di sana.
Dan tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Aska Dimas dan Roni yang mungkin juga baru keluar dari kelasnya, alhasil mereka pun menghentikan langkahnya sebentar karena mereka nggak mungkin juga kalau harus menyelonong tanpa bertegur sapa sama mereka.
"Eh kalian juga mau pulang toh!" Seru Dimas dengan senyum khasnya.
"Iya kita baru saja mau pulang soalnya kita juga baru keluar dari UKS," balas Sarah.
"Oh gitu, emang Kayla udah membaik kah? Kok dia jalan sendiri, maksud gue bukan gimana gimana sih takutnya aja kalau dia masih merasakan pusing atau lemas takutnya kalau tiba-tiba dia pingsan lagi," ujar Dimas peduli.
"Enggak kok dim! Lagian gue juga udah baik-baik saja jadinya lu nggak perlu khawatir Kan tadi gue cuman pingsan sebentar saja, dan dalam tubuh gue pun juga enggak ada luka luar!" Seru kayla.
"Oh gitu syukurlah kalau memang lu udah baik-baik saja," balas Dimas.
Di sini yang bicara cuman Dimas saja Adit dan Roni sedari tadi hanya diam mungkin karena apa yang akan mereka katakan sudah diwakilkan oleh Dimas maka dari itu daripada membuang tenaga lebih baik mereka diam saja.
"Ya udah lah kalau begitu kita duluan ya! Soalnya udah sore juga takut kalau kemalaman," jelas kayla.
"Yoi, hati-hati di jalan lu berdua!," tegas Dimas setelah itu Sarah dan Kayla pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya tadi yang sempat mereka tunda karena mereka tanpa sengaja berpapasan dengan Adit Dimas dan Roni.
"Modus aja lo!" Sindir Aska setelah itu dia pun meninggalkan mereka Roni dan Dimas di tempat itu.
"Hei gue tadi nggak modus ya! Tapi gue cuman tanya basa-basi aja ya kali kita cuman diem-dieman saja ketika berpapasan sama mereka, nanti dikira kita ada masalah lagi sama mereka!" Jelas Dimas sedikit teriak kepada Aska yang lebih dulu berjalan meninggalkan mereka.
"Berisik banget sih lo! Pakai acara teriak-teriak! Bagian Aska juga enggak penting kalau harus mendengarkan penjelasan dari mulut lo itu!" Balas Roni lalu dia pun juga melakukan hal sama seperti Aska meninggalkan Dimas sendirian di sana.
"Bilang aja kalau lo itu iri kan sama gue!" Tukas Dimas teriak setelah itu dia pun berlari menyusul teman-temannya itu.
Setelah Kayla dan Sarah sampai parkiran ternyata bang Rival sudah ada di sana! Mungkin hari ini bang Rival pulang lebih awal makanya dia bisa menjemput Kayla seperti apa yang dikatakan oleh ayahnya tadi. Dan kalaupun dia harus menolaknya dia nggak mau kalau dirinya juga ikut terkena imbasnya ya meskipun dirinya nggak salah sih.
Dan Kayla pun memutuskan untuk langsung menghampiri abangnya, karena dia tahu abangnya pasti udah merasa sangat kesal sekali karena terlalu lama menunggu dirinya itu yang tak kunjung datang, dan dirinya pun harus siap memasang talinya jika suatu saat itu marah-marah sama dia.
"Kamu lama banget sih dek! ngapain aja di dalam?" Tanya bang Rival yang mungkin sedikit kesal karena udah nunggu kayla dari tadi.
"Iya bang maaf ya lagian tadi aku habis nyapu di kelas dulu soalnya tadi pagi aku belum piket!" Balas Kayla berbohong, nggak mungkin juga kan kalau dirinya bilang bahwa dirinya habis dari UKS nanti yang ada abangnya itu malah menjadi penasaran kenapa aku bisa masuk ke dalam UKS.
"Ya udah kalau begitu sebaiknya kita pulang sekarang aja! Udah sore juga kan, dan abang pun juga udah capek, ingin cepat-cepat istirahat," ujar bang rifal.
"Iya bentar bang, oh ya sar Lo pulangnya gimana? Apa lo bareng gue aja biar nanti sekalian diantar sama Abang tuh rumah kita kan satu jalur," tutur Kayla, merasa tak enak hati jika harus meninggal Sarah sendirian di sana sendirian! tadi aja Sarah udah banyak membantu dirinya dan dirinya pun juga banyak berhutang Budi sama sahabatnya itu.
"Enggak perlu kok! Tuh gue juga udah dijemput di sana, kalau mau pulang, pulang aja kasian Abang lu juga udah merasa capek sekali kan dia mungkin tadi juga habis pulang dari kuliah," seru Sarah, yang tahu betul kalau abangnya Nisa itu sangat kecapean bisa dilihat dari kantong matanya.
"Beneran Lo?" Tanya Kayla memastikan.
"Iya udahlah sana masuk mobil nggak perlu memikirkan gue," balas Sarah.
"Ya udah kalau begitu gue pulang duluan ya! Nanti kalau ada apa-apa lu bisa telepon gue," tukas Kayla sembari berjalan bersama Abang nya mendekat ke arah mobil abangnya dan melambaikan tangan nya.
"Hati-hati dijalan," teriak Sarah, sampai akhirnya mobil milik abangnya Nisa itu sudah meninggalkan halaman parkir sekolah.