Bab 58

1543 Kata
Setelah kepergian Rere dan Jennifer dari UKS kali ini suasana pun menjadi sedikit sepi beberapa menit karena mereka mungkin bingung mau bicara apa, dan tak lama kemudian akhirnya Aska pun mendekat kearah Kayla ya masih terbaring di ranjang UKS, Kayla yang menyadari kalau Aska mendekat kearah dia, dia pun sedikit gelisah karena takut kalau bisa memaksa dirinya untuk tetap menjadi tutor dia. "Eh lu ngapain ada di sini? lagian lo tadi kan disuruh tanggung jawab untuk mencari keberadaan Kayla aja lu nggak mau kenapa sekarang Aku ada di sini!" Ucap Sarah yang mungkin kesal kepada Azka karena waktu dia mencari Kayla tadi Aska diajak untuk mencari kayla dia nggak mau dan seolah bersikap tidak terjadi apa-apa padahal tadi dirinya yang sudah mengajak Kayla keluar dari kelasnya harusnya dia tanggung jawab dong bukan malah seperti itu!. "Lu ngapain sih dari tadi ngomel mulu nggak jelas, lagian kan gue nggak tahu tadi kalau semisal Kayla itu dikunci di kamar mandi sama mereka, tuh waktu kayla pergi juga dia baik-baik saja, makanya tadi gue santai dan gue pun juga tidak ada niatan untuk lari dari tanggung jawab karena udah membawa kayla pergi dari kelas," jelas azka. "Tapi walaupun begitu harusnya lo itu memastikan kalau kayla udah sampai di kelas bukan malah bersikap cuek kayak tadi! Untung saja Kayla itu tadi nggak kenapa-kenapa kalau tadi kita nggak tahu kalau Kayla dikunci di kamar mandi itu mungkin gue rasa Kayla udah meninggal," balas Sarah. "Heh Lo kok malah bicara seperti itu makanya doain gue yang baik-baik kok malah bicara kayak gitu ucapan adalah doa loh!" Tegas kayla. "Bukannya gue yang mau mendoakan lu yang nggak baik-baik kak Kay, tapi gue rasa Aska tadi itu sudah keterlaluan masa dia diajak mencari lo aja nggak mau dia malah bersikap santai santai saja padahal saat itu gue Dimas dan Roni juga sangat khawatir dengan keadaan lho," tukas Sarah. "Berapa kali sih gue harus bilang sama lo kalau tadi gue itu nggak tahu kalau semisal Kayla itu di kunci di kamar mandi lagian tadi gue rasa Kalau semisal lo Dimas dan Roni itu terlalu berlebihan soalnya kan di sini masih di lingkup sekolah jadi nggak mungkin juga kalau kayla itu kenapa kenapa! Tuh gue ngiranya tadi juga kalau kayla itu cuman lagi pergi ke mana aja, Gue pun juga nggak mungkin kalau harus membuntuti Kayla pergi nanti yang ada gue dikira ngapa-ngapain dia," ujar Azka. Dimas dan Roni yang ada di situ mereka pun memilih untuk diam Karena untuk saat ini mereka tidak ada hak untuk berbicara toh mereka juga bingung harus bicara apa, takut juga kalau mereka salah bicara nanti yang ada malah mereka yang kena imbasnya. "Udahlah sar nggak perlu dipermasalahkan lagi lagian gue juga nggak papa kok dan apa yang dikatakan Aska itu ada benarnya dia kan nggak sepenuhnya tanggung jawab sama gue, tuh gue juga bukan siapa-siapa dia jadi dia nggak ada kewajiban untuk tanggung jawab atas gue" ujar Nisa mencoba untuk menasehati Sarah agar tidak memperpanjang masalah itu karena dia tidak mau kalau masalah sepele ini malah jadi merembet kemana-mana, dia pun juga udah mempunyai masalah yang belum selesai masak dia harus memikirkan masalah baru. "Betul sar udah nggak usah di permasalahkan lagi lagian tadi yang tahu kalau Rere dan Jennifer pelakunya itu juga karena Aska, kalau bukan karena dia mungkin sampai sekarang kita nggak tahu dalang dibalik kayla terkunci di kamar mandi," tukas Roni akhirnya ikut angkat bicara karena kalau dari pandangan dia suasananya semakin tegang dan dia pun juga nggak mau kalau Aska malah jadi emosi karena ucapan Sarah nanti yang ada Aska malah berbuat nekat sama Sarah. "Tuh dengerin apa yang dia katakan! gue kan tadi juga udah bilang kalo gue nggak mungkin lari dari tanggung jawab! setelah tadi gue mendengar kalau kayla habis di kunci di kamar mandi Gue pun langsung bergegas untuk mencari dalang dibalik semua itu karena Gue tahu apa yang harus gue perbuat, jadi gue harap lu itu enggak usah suudzon dulu sama gue!" Tegas Adit penuh penekaan. "Dan buat lo dit udah lah kan mungkin Sarah begitu juga karena dia terlalu khawatir dengan kondisi nya kayla, jadi wajar dong kalau dia bersikap seperti itu tuh mana ada sih yang mau sahabatnya celaka," seru Dimas kali ini dia bukan memihak sama Aska ataupun sama Sarah karena mereka berdua itu sama-sama salah yang satunya terlalu egois dan gak mau mendengarkan penjelasan orang lain tapi yang satunya juga langsung lepas tanggung jawab ya walaupun akhirnya dia mau tanggung jawab juga. "Ya udah gini aja lebih baik gak usah diperpanjang lagi masalah ini, tuh gue juga udah baik-baik saja dan untuk Aska terima kasih banyak karena lu udah mau membantu mencari pelaku dibalik kejadian ini gue sangat bersyukur sekali sama lo dan maafin kalau temen gue tadi terlalu berlebihan sama lu karena dia begitu mungkin khawatir sama kondisiku secara kan dulu Gue juga pernah diculik dan disekap jadi mungkin Sarah sedikit trauma," tukas Kayla dengan sepenuh hati. "Oke di sini gue juga mau minta maaf sama lo karena mungkin tadi aku nggak memastikan lo sampai di dalam kelas dan mungkin bisa dibilang gue terlalu lalai ya walaupun gue nggak ada tanggung jawab atas diri lo tapi tadi kan gue yang membawa loop pergi dari kelas harusnya gue mengembalikan luka kelas lagi dengan keadaan selamat," ucap Azka merendahkan hati untuk meminta maaf kepada Kayla karena dia pun juga menyadari kalau dia salah walaupun tadi Kayla udah menolak dirinya untuk menjadi tutor dia tapi hal itu tidak membuat Aska menjadi dendam sama Kayla toh Kayla begitu juga salah dia juga. "Iya nggak papa kok lagian lu juga enggak perlu minta maaf sama gue Karena di sini kan kesalahan lu juga," tutur Kayla. "Ok, ya udahlah sekarang kan lu pada juga udah tahu siapa pelaku dibalik kejadian yang menimpa lo dan mereka pun juga udah minta maaf sama lo, sekarang aku mau cabut dulu Dan semoga saja lho cepet sembuh jangan terlalu dipikirkan hal tadi," ujar Aska sedikit perhatian kepada ada kayla. Kayla yang mendengar itu pun sontak hatinya tersentuh kembali entah kenapa hati dia menjadi berdebar-debar apa mungkin perasaan dia sama Aska masih ada dan dia belum bisa move on sepenuhnya, tapi dia nggak boleh senang dulu siapa tahu Aska bilang begitu karena dia kasihan saja sama di dirinya, dan dia pun tetap berprinsip bahwa dia akan tetap move on dia nggak mau mengambil resiko dengan jatuh cinta kepada Aska. "Iya terima kasih untuk perhatiannya," balas Kayla mencoba untuk bersikap biasa-biasa aja dan tidak menunjukkan kalau dirinya sedang salah tingkah setelah mendengar ucapan dari tadi meskipun sederhana kata-kata itu mampu membuat hati Kayla menjadi berbunga-bunga biar orang-orang yang ada di sini juga tidak pada curiga kalau dirinya itu memang ada rasa sama Aska, dan kalaupun itu sampai ketahuan bisa-bisa dirinya akan merasa malu dan diejek terus sama mereka termasuk sama Dimas dan Roni. "Yaudah gue cabut sekarang, Ron dim lo kedua mau tetap di sini atau mau ikut gue?" Tanya Azka pada mereka berdua. "Kita ikut lo aja lagian tadi kita juga udah lumayan lama ada disini, bukan begitu kay?" Ujar Dimas. "Iyah," balas Kayla. "Ya udah ayo cepetan!" Tukas Azka lalu dia pun memilih untuk keluar dari UKS. "Eh Lo berdua kita cabut dulu ya, dan untuk Lo Kay semoga cepet sembuh!" Tegas Dimas. "Iya terima kasih banyak untuk tadi dan maaf kalau tadi gue udah ngerepotin kalian dan kalian menjadi cemas," ujar Kayla. "Iya sama-sama, nggak Lo nggak ngerepotin kita berdua!" Balas Roni. "Ya udahlah kita cabut sekarang aja nanti kalau agar terus enggak jadi keluar kita, toh kita juga udah ditinggal sama Aska," ucap Dimas. "Iya-iya," balas Kayla tertawa, setelah itu Roni dan Dimas pun bergegas keluar dari UKS untuk mengejar perginya Aska tadi. Dimas dan Roni berlari mengejar Aska yang udah sedikit jauh jaraknya, padahal baru beberapa menit yang lalu keluar dari UKS tapi sekarang udah jauh aja dia jalannya, mungkin karena Aska itu tipe orang yang tinggi jadinya langkah kaki dia sedikit panjang dan dia pun juga kalau jalan kaki cepat bahkan sampai terkadang dimas dan Roni pun tertinggal. "Ka tungguin kita, kebiasaan deh suka ninggal ninggal tadi Lu ngajakin kita tapi lu juga yang tinggal kita," ujar Dimas setelah mereka berhasil menyamakan langkahnya dengan Azka. "Siapa juga yang ngajak kalian! Orang gue tadi cuman tanya sama kalian, kalian mau di sana atau ikut sama gue," balas Aska. "Tapi itu sama aja Azka, lo secara tidak langsung mengajak kita untuk ikut sama lu tapi kata-kata lu itu tidak langsung," ucap Roni. "Serah lu pada deh! Pusing gue!" Balas Azka. "Oh iya ka gue mau tanya sama lu! Lu beneran nggak ada niatan untuk melaporkan rere dan Jennifer ke kepala sekolah gitu?" Tanya Roni. "Emang kenapa sih! Lagian bukannya permasalahannya tadi dah selesai!" Jawab Azka. "Iya kita tahu tapi kan gue takut aja kalau semisal suatu saat mereka itu berulah kembali," tegas Roni. "Udah Lu pada nggak usah khawatir gue tidak melaporkan mereka kepala sekolah karena gue mau rekaman itu sebagai alat untuk mengancam mereka jika suatu saat mereka mau berniat buruk sama Kayla, dan gue yakin pastinya mereka nggak akan jadi melakukan hal itu!" Jelas Azka. "Woh ternyata lo bisa berpikiran sampai situ ya ka! Gue aja gak!" Ujar Dimas. "Gue di sekolahkan itu karena gue biar pintar," tukas Aska lalu dia pun berjalan lebih dulu dan meninggalkan mereka berdua.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN