Saat ini Sarah dan bela mencari keberadaan Kayla mereka sangat khawatir dengan kondisinya dan mereka takut kalau semisal kehilangan kenapa-napa pasti saat ini dia sangat terpukul sekali dengan ucapan yang dilontarkan oleh Azka mereka berdua yang tadi mendengarkan penuturan Aska aja udah emosi apalagi Kela yang bicara langsung dengan orangnya pasti hatinya sangat hancur sekali.
"Aduh bel di mana ya Kayla saat ini berada gue jadi khawatir nih takut kalau dia jadi kenapa-napa pasti saat ini dia sangat terpukul dengan ucapan Aska tadi padahal dirinya udah bela-belain pulang malam demi menjadi tutor nya Aska tapi dengan mudahnya dia bilang seperti itu padahal gue rasa kesalahannya Kayla kemarin itu nggak begitu fatal bahagia juga mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya kan," tutur Sarah kepada Bella sembari mereka berjalan mencari keberadaannya Kayla.
"Gue juga nggak tahu di mana Kayla berada saat ini gue juga sama halnya dengan lo gue khawatir dengan kondisi dia takut kalau misalnya dia kenapa-napa, gue juga nggak habis pikir sih sama si Aska bisa-bisanya dia dengan mudah bilang seperti itu kayaknya dia lupa deh pengorbanan yang Kayla lakukan kepada dia padahal Kayla itu sering merelakan waktu luangnya itu untuk menjadi tutor nya andai Dia bukan kakak kelas kita pasti udah gue bejek-bejek tuh anak kesel banget gue sama dia bisa-bisanya dia seenak jidatnya bicara seperti itu tanpa mempedulikan perasaan Kayla," balas bela yang juga ikut tersulut emosi dengan sikap Aska yang seperti itu.
"Iya bener itu kalau semisal dia bukan kakak kelas kita udah gue jadikan Jakarta kartu muka gedek gue lihatnya," tutur Sarah. Namun ketika mereka sedang berjalan tanpa sengaja mereka menabrak kakak kelasnya yaitu Yasmin dan teman-temannya.
"Eh maaf Kak nggak sengaja nggak lihat tadi," ucap bela kepada Yasmin.
"Apa lu bilang maaf jangan semudah itu lo minta maaf ya lu tahu nggak sih kamu itu siapa di sini itu kakak kelas Lo harusnya kalian berdua itu lebih menghargai kita kan malah jalan seenaknya dan menabrak kayak gitu Padahal kalian lihat sendiri kan kalau jalanan di sini luas kenapa kalian nabrak gue apa jangan-jangan kalian itu memang sengaja ingin membalas dendam Nia teman kalian itu yang sok," seru Yasmin.
"Untuk kakak-kakak yang terhormat sekali lagi kita berdua minta maaf karena kita memang enggak melihat kalau semisal di depan kita ada kakak-kakak sekalian dan kita juga tidak ada niatan untuk balas dendam kepada kakak-kakak semua jadi sakit sekali lagi kita mau minta maaf dan kita enggak bisa lama-lama karena kita ada urusan Jadi kita mau permisi dulu," Balas bela mencoba santai untuk tidak terpancing emosi dengan kakak kelasnya yang satu ini karena saat ini memang mereka berdua tengah mencari keberadaan Kayla kalau semisal mereka meladeni ucapan Yasmin nanti yang ada malah kayla enggak jadi ketemu.
"Jangan semudah itu loh ya kalian bisa lolos dari gue dan gue juga nggak percaya begitu saja sama kalian bisa aja kalian itu membohongi gue untuk menghindari dari kita bertiga!" Ucap Yasmine.
"Iya bener tuh yes jangan lu kasih kendor bisa aja mereka itu bicara seperti itu karena memang mereka ingin menghindar dari lo dan lebih baik lo jangan lepaskan mereka begitu saja mereka harus tanggung jawab karena udah berani-beraninya menabrak lu," seru Rere memperkeruh suasana.
"He lo Mak Lampir diam Kalau nggak tahu yang sebenarnya terjadi jangan malah memperkeruh suasana ya," ancam Sarah kepada Rere pasalnya Dia sangat kesal dengan mulutnya Rere itu yang gak bisa dikendalikan dan suka memanas-manasi orang.
"Tuh lihat yas baru adik kelas aja sudah sombong sekali padahal di sini jelas-jelas kita yang jadi Kakak kelas tulisnya mereka itu tunduk dan patuh kepada kita bukan malah membantah dan seenaknya nya," ujar Rere kepada Yasmin untuk mencari pembelaan.
"Udahlah sar lebih baik sekarang kita pergi aja dari sini daripada kita malah yang jadi emosi dan bong-bong tenaga aja," ajak bela kepada Sarah lalu mereka pun hendak pergi dari situ namun tangan mereka dicekal oleh Yasmin dan teman-temannya itu.
"Mau ke mana kalian gue kan tadi udah bilang nggak semudah itu lo pergi dari kita bertiga setelah lu membuat kesalahan sama kita apa jangan-jangan lu mau mencari temen lu yang satu itu untuk mencari pembelaan ya bisa jadi sih secara kan kalian itu mentalnya mental tempe," Sindir Yasmin pedas alhasil membuat emosi bela pun menjadi naik. Dan Sarah pun mencoba untuk menasehati bila agar tidak terpancing emosinya karena kalau bilang udah marah pasti nanti akan terjadi keributan antara mereka dan kakak kelasnya itu, Sarah tidak mau kalau harus berurusan dengan guru BK apalagi kalau sampai kena skor nanti yang ada di rinya malah kena marah kedua orang tuanya.
"Maksud lo apaan ha? Dari tadi kita udah berusaha untuk sabar menghadapi kalian berdua, disini kita juga udah menghargai kalian sebagai kakak kelas kita tapi sekarang kalian malah seenaknya sama kita, kalian mau nya apa sih!" Tegas bela yang emosinya sudah membara.
"Apa? Mau berantem? Ayo maju gue gak takut sama kalian! Cuman adek kelas aja kok sombong," tutur Yasmine sinis.
"Hahaha siapa juga yang takut sama Kakak kelas modelan kayak Lo! Yang gak mempunyai etika sama orang lain dan berbuat sesuka hati Lo tanpa memikirkan perasaan orang lain! Kalau Lo mau kita berantem ayo gue gak takut! Disini gue sekolah juga bayar kok!" Tegas bela menantang.
"Udah bel gak usah ditanggapi lagi percuma nanti yang ada Lo malah jadi berantem sama dia dan kalau ada guru yang melihat bisa-bisa nanti Lo yang kena skors kayak Kayla waktu itu, Lo gak mau kan!" Seru Sarah mencoba menenangkan bela agar tidak terpancing emosi lebih jauh lagi.
"Gue gak peduli sar, dia udah kelewatan banget, mentang-mentang dia kakak kelas bisa seenaknya sama kita! Gak Sar gue gak terima! Selagi gue yang benar disini gua akan tetap maju sekalipun nanti gue harus dihukum" balas bela yang masih kekeh dengan pendirian nya.
"Hahaha boleh juga loh ternyata gak ada takut-takut ya! Ok sini Lo maju hadapi gue Sekarang!" Tantang Yasmine kepada bela.
"Siapa takut one by one sini loh!" Ucap bela. Dan setelah itu pun bela dan Yasmine saling maju dan saling Jambak menjambak, Sarah yang melihat sahabatnya berantem dia pun bingung harus bagaimana dia juga udah berusaha untuk melerai mereka namun gak berhasil.
"He lo pada berdua bantuin gue untuk melerai mereka dong jangan malah diem kayak gitu nanti kalau semisal ada apa-apa sama mereka emang lu berdua mau tanggung jawab," tegas Sarah kepada Rere dan Jennifer.
"Biarkan kenapa lagian temen lu duluan kan yang menantang jadinya biarkan Yasmin memberi pelajaran buat dia," balas Rere tersenyum licik.
"Tapi re juga kasihan sama Jasmine tuh lihat dia merasa kesakitan kayak gitu kalau semisal nanti terjadi apa-apa dengan mereka gimana nanti kita juga bisa disalahkan bicarakan kita yang ada di sini," seru Jennifer polos.
"Kalau lu pada nggak mau bantuin oke nggak papa nanti kalau semisal terjadi apa-apa dengan mereka jangan salahkan gue Karena aku udah bilang sama kalian," ucap Sarah.
"Kita bantuin aja ya biar mereka nggak berantem lagi gue takut kalau semisal mereka jadi kenapa-napa," tutur Jennifer membujuk Rere agar mau membantu meleraikan mereka berdua.
"Ck Ya udah yuk," balas akhirnya mau meleraikan bella dan yasmine lalu mereka bertiga pun berusaha untuk melelehkan keduanya agar tidak terus menerus berantem Namun ternyata kekuatan mereka tidak bisa melarikan keduanya mereka bertiga malah kena batunya.
"Mereka susah dipisahkan gua aja tadi yang kena jambak malah sama temen lu itu," tutur Rere kepada Sarah.
"Terus gimana kalau kita biarkan mereka berdua gini terus nanti pasti ada korban salah satu diantara mereka," balas Sarah. Dan tak lama kemudian Bu Rina lewat alhasil dia pun mengetahui pertengkaran antara bela dan Yasmine.
"Apa-apa ini kenapa mereka pada berantem?," Tanya Bu Rina dengan nada tegas nya. Sarah Rere dan Jennifer pun sontak jadi bingung harus menjawab apa pasalnya mereka juga takut kalau semisal kena hukuman juga karena Bu Rina itu terkenal guru killer di sekolahannya apalagi dia memegang sebagai guru BK.
"Kenapa Kalian bertiga malah diam bukannya menjawab pertanyaan dari ibu," tegas Bu Rina.
"Ih apa itu, mereka berdua berdebat karena masalah sepele sibuk sebenarnya aku juga nggak begitu paham," balas Jeniffer akhirnya.
"Kalian memang gak bisa diandalkan," tutur Bu Rina itu Bu Rina pun mencoba meleraikan Bella dan Yasmin.
"Stop kalian berdua!" Teriak Bu Rina namun tidak ada sahutan.
"Ibu bilang stop kalian pada denger gak sih! Apa perlu saya panggilkan kepala sekolah untuk Kesini biar kalian pada berhenti!" Tegas Bu Rina sembari teriak dan mencoba meleraikan keduanya dan akhirnya merekapun berdua pun melepaskan Jambak nya satu sama lain.
"Dia duluan yang mulai Bu dia sombong sama saya , seharusnya dia kan bisa menghormati kakak kelas nya itu!" Tutur Yasmine.
"Eh apaan gak ya Mereka duluan yang sombong kepada kita aku Padahal tadi kita udah berusaha baik pada mereka tapi mereka malah seenaknya sama kita Dan aku nggak terima tungku masak aku diri saya di injak-injak begitu saja sama dia mentang-mentang dia kakak kelas apa!" seru Bella.
"Udah pokoknya nggak mau mendengarkan penjelasan dari kalian berdua sekarang lebih baik kalian berdua ikut ibu ke ruang BK cepat nggak ada alasan ibu tunggu di sana," tutur bu Rina setelah itu Rina pun meninggalkan tempat tersebut.
"Gara-gara lu kan gue disuruh ke ruang BK," ucap Yasmin kesal.
"Kok gue padahal jelas-jelas lu duluan yang mulai gara-gara sama kita jadi jangan salahkan gue tapi salahkan lah diri lo sendiri," balas bela tak terima dituduh seperti itu.
"Udahlah lebih baik sekarang lo gue antar ke ruangan BK aja nanti kalau semisal keburu Bu Rina tambah marah lagi lo sama lo," ucap Sarah Sarah pun menggandeng ndak gila untuk menjauh dari tempat itu agar dia tidak emosi lagi.
"Nggak dia nggak temennya sama-sama bikin emosi aja lihat aja nanti," ucap Yasmin dengan senyum psikopat nya lah itu dia pun berjalan menuju ke ruang BK disusul sama Jennifer dan Rere.