Bab 26

1517 Kata
Akhirnya Kayla pun berlari menuju ke taman yang ada disekolah untuk menenangkan dirinya, dia masih gak Habis fikir dengan ucapan Azka tadi dengan mudahnya dia bilang begitu tanpa harus memikirkan perasaan nya, padahal tadi dia Udah ada Niatan baik untuk meminta maaf kepada dia atas kesalahan nya yang kemarin itu. "Kenapa sih kok gue jadi cengeng gini, padahal gue biasa nya gak pernah nangis apalagi cuman gara-gara masalah sepele kayak gini" tutur Kayla mencoba untuk menghapus air matanya. "Apa gue terlalu lemah dihadapan Azka? Sehingga gue jadi cengeng gini? Walaupun Lo itu menyukai Azka tapi Lo gak boleh terlihat lemah dihadapan dia Lo itu harus jadi cewek yang kuat bukan cengeng kayak gini! Baru digituin sama Azka kok Lo udah nangis aja apalagi kalau semisal Azka tau Lo suka sama dia terus dia menolak mentah-mentah bisa jadi apa entar Lo! Udahlah ayo jangan nangis lagi Lo pasti bisa menghadapi masalah sepele ini dan Lo harus bisa mencoba mengubur perasaan Lo sama Azka dalam-dalam agar Lo gak kecewa nantinya!" Ucap Kayla menyemangati dirinya sendiri dan mencoba untuk tidak menangis namun ternyata sama saja dirinya malah semakin menangis sejadi-jadinya, sebenarnya dia juga sedikit heran dengan dirinya biasanya dia gak cengeng kayak gini tapi kenapa sekarang cuman gara-gara sepele dengan Azka dirinya bisa seperti ini. "Kenapa gue gak bisa sih! Kenapa gue jadi lemas ketika sama Azka! Lo suka dia boleh Kay tapi jangan bodoh kayak gini, toh kalau semisal Lo udah gak jadi tutor nya Azka harusnya Lo itu bisa bersyukur secara Lo gak harus capek-capek untuk ngajarin dia kan! Dan Lo bisa mempunyai waktu banyak untuk bersantai diri dan Lo juga gak perlu repot-repot untuk pulang malam lagi, dan Lo juga harusnya bisa menerima itu dengan lapang d**a bukan malah jadi bersedih kayak gini apalagi sampai nangis-nangis gak jelas kayak gini! Ini itu bukan Lo banget tahu!" Seru Kayla lagi yang masih mencoba untuk tetap tegar namun dengan air mata yang masih mengalir deras di pipinya dan dia pun hanya sendirian disana karena kedua temennya Sarah dan bela gak tau keberadaan mereka dimana. Disisi lain saat ini Dimas Roni Sarah dan bela sedang berada dikantin untuk menikmati makan siangnya tanpa adanya Kayla dan Azka karena kan tadi Kayla sedang mengejar Azka mungkin untuk minta maaf tentang persoalan yang kemarin. "Eh kok kayla gak muncul-muncul sih gue takut kalau semisal dia kenapa-Napa," seru bela merasa khawatir dengan kondisi Kayla yang tak kunjung datang ke kantin. "Udah Lo gak usah khawatir mungkin saat ini mereka sedang menyelesaikan permasalahan mereka jadi lebih baik Lo tungguin aja" balas Roni. "Tapi ini udah lama banget loh Kayla gak nyusul kesini sampai makanan kita udah hampir habis, kalau semisal mau menyelesaikan masalah pasti udah selesai dari tadi masak lama banget sih" ujar bela. "Iya tuh bener apa yang dikatakan oleh bela masak mereka menyelesaikan masalah nya lama banget sih, harusnya mereka itu udah balik dari tadi dan kalau pun udah selesai pasti Kayla kesini soalnya dia tadi bilang lapar banget jadi gak mungkin kalau semisal dia kembali ke dalam kelas," jelas Sarah. "Kalian jangan berfikir seperti itu siapa tau aja emang masalah mereka itu belum selesai jadinya mereka berdua belum pada balik kesini, kita tunggu aja mungkin sebentar lagi mereka bakal ke sini kok! Lebih baik kalian habiskan makanan kalian dulu aja sembari menunggu mereka datang kesini" seru Dimas. Dan benar saja tak lama kemudian Azka pun datang ke kantin namun dia hanya sendirian saja tidak dengan Kayla, hal itu sontak membuat mereka berempat bertanya-tanya dimana Kayla kok tidak bareng sama Azka. "Lah itu Azka tapi kok sendirian sih dimana Kayla?" Tanya Sarah setelah melihat kedatangan Azka, sebenarnya Roni Dimas dan Azka itu Kakak kelas mereka namun mungkin karena mereka sedikit dekat mangkanya mereka memanggil tidak dengan sebutan kakak melainkan langsung nama nya dan mereka bertiga tidak mempermasalahkan itu justru mereka malah happy-happy saja. "Oh iya bener itu kok dia cuman sendirian Kayla mana?" Ucap bela juga penasaran. "Mungkin Kayla lagi di toilet kali mangkanya mereka gak datang barengan" tebak Roni. "Iya betul itu apa yang dikatakan sama Roni bisa aja Kayla mampir dulu ke kantin mangkanya dia kesini nya gak bareng sama azka" tutur Dimas. Dan tak lama kemudian Azka pun lalu bergabung dengan mereka. "Eh kok lu cuman sendirian di mana kek lah bukannya tadi Kayla itu mengejar lu kayaknya dia mau bilang sesuatu sama lo," ucap Dimas kepada Azka yang baru saja duduk di kursi. "Ya betul itu kah di mana Kayla bukannya dia tadi sama lo kok sekarang nggak ada apa di lagi ke toilet?" seru Bella. "Mana gue tahu gue nggak tahu di mana dia sekarang balas," azka singkat. "Loh kok gitu sih Ka bukannya tadi itu sama kamu kok sekarang kamu nggak tahu di mana dia berada," ucap Sarah. "Iya memang tadi dia sama gue dia tadi bilang sama gue mau minta maaf soal kemarin karena dia udah bohongin gue tapi setelah itu dia pergi nggak tahu ke mana Dan gue juga nggak terlalu mengurusi dia," balas Azka. "Kok lu segitunya sih, emangnya apa sih yang sudah terjadi sama kalian kelihatannya kalian habis berantem ya," tanya bela pada Azka. "Iya bener tuh bro kenapa lu jadi gini sih apa lu tadi berantem sama Kayla? Kok sampai nggak tahu di mana keberadaannya Kayla," tutur Roni. "Iya gue tadi sempat berantem sedikit sama dia bukan berantem sih lebih tepatnya berdebat terus itu gue enggak tahu dia ke mana karena dia pergi dan gue juga ke sini," jelas Aska. "Kok bisa gitu sih kak emang Sebenarnya apa yang membuat kalian jadi debat kayak gitu bukannya tadi Kayla itu ingin bertemu kamu untuk meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat kemarin itu kenapa kalian malah berdebat," ucap Sarah heran. "Ya gue cuman nggak suka aja kalau dibohongin sama orang ya udah gue minta dia untuk berhenti aja jadi tutor gue biar dia itu lebih leluasa untuk bermain dan tidak memaksa untuk menjadi tutor gue," balas Aska dingin. "Kok lu tega banget sih Kak gue tahu lo itu kakak kelas gue tapi bukan berarti Lo semena-mena begitu sama Kayla dong dia melakukan itu juga demi supaya nilai dia tidak jadi jelek kan kalau semisal tiba-tiba memutuskan untuk tidak mau menjadikan Kayla tutor lagi terus gimana nasib dia dan nilainya apa lo tega kalau semisal Kayla nanti dimarahin sama kepala sekolah karena tidak mau jadi tutor lho," seru bela nggak habis pikir dengan pemikiran Aska padahal dirinya jelas-jelas udah ditolong sama Kayla tapi dengan mudahnya dia melakukan hal itu. "Awalnya gue juga udah tahu kok kalau semisal dia itu terpaksa jadi tutor gue seharusnya gue enggak maksa dia untuk tetap jadi ntar gue kalau ternyata dia kalau nggak bisa belajar kemarin tapi ternyata dia malah pergi ke mall sama kalian andaikan Dia bilang Yang sejujurnya Pasti gue akan bisa ngertiin tapi gue itu tipe orang yang sangat benci sekali jika dibohongin seperti itu," balas Azka tanpa merasa bersalah. "Tapi nggak habis segitunya juga Ka kan Kayla juga udah ada niat baik untuk meminta maaf sama lo seharusnya lo itu memaafkan dia bukan malah bicara seperti itu pasti saat ini gelap sedang hancur karena bingung dengan nasib nilainya nanti sumpah gue nggak ngerti lagi sama pemikiran lo," tutur Sarah. "Iya tuh ya udah sar lebih baik sekarang kita pergi dari sini kita cari keberadaan yang hilang pasti saat ini dia sedang bingung dan terpukul sekali dengan sikap Azka yang sesuka hati itu" seru bela, Setelah itu mereka berdua pun beranjak dari tempat tersebut untuk mencari keberadaan Kayla karena mereka berdua sangat khawatir. "Kok lu bisa bisanya seperti itu sih bro gue juga nggak habis pikir sama pemikiran lu padahal kayla kan sudah banyak membantu loh dalam proses belajar agar bisa mendapatkan nilai yang baik tapi hanya karena gara-gara dia bohongin lu terus lu bisa semarah itu sama dia dan bagi gue sih dia wajar kalau semisal bohong sama lo kayak gitu di sisi lain pasti kalau semisal dia bicara jujur sama lo kan belum tentu lo mau ngijinin untuk dia pergi sama teman-temannya karena harus menjadi tutor lu jadi seharusnya lu itu bisa ngertiin dia bukan malah jadi seperti ini," ucap roni kepada Aska yang masih diam di tempat. "Iya bro apalagi tadi yang saraf bilang kan kalau semisal Kayla itu ketemu lu mau minta maaf harusnya lo itu bisa memaafkan dia karena kesalahan dia juga tidak begitu fatal sekali tapi kenapa lo malah jadi aku seperti ini sih,' ucap Dimas juga ikut menimbrung. Aska pun hanya diam setelah itu dia pun memutuskan untuk pergi dari sana mungkin karena dia pusing mendengar ocehan dari teman-temannya itu. "Pak dia malah cabut sih gimana sih dia itu nggak bisa memikirkan kedepannya apa Padahal jelas-jelas yang dilakukan itu sangat salah sekali jarang ada orang yang sabar mengajari Aska sampai bisa secara kan dia itu pemikirannya juga sangat susah," ucap dimas. "Iya bener itu bro Ya udah lah lebih baik kita untuk sementara ini nggak usah ikut campur terlebih dahulu daripada nanti kita yang kena batunya alangkah baiknya kita diam saja," balas Roni karena mereka udah tahu kalau ketika Aska seperti ini pasti dia emosinya tidak stabil kalau mereka terlalu ikut campur nanti yang ada mereka malah kena batunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN