Bab 22

1136 Kata
"Kenapa gue jadi deg-degan kayak gini sih padahal kan cuman ketemu sama dia lagian dia juga gak ngapa-ngapain gue," seru Kayla berada didalam kelasnya. Untung aja saat ini kelas masih sepi cuman ada Kayla jadi gak ada yang bilang dia gila karena bicara sendiri. "Pokonya gue gak boleh sampai jatuh cinta sama dia! tapi gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri kalau gue suka sama dia terus gue harus gimana dong?" Seru Kayla frustasi. "Apa gue minta saran aja ya sama bela dan Sarah siapa tau mereka bisa ngasih solusi, tapi nanti kalau mereka malah meledek gue gimana dong? Bodo amat lah kalaupun mereka mau meledek gue toh yang penting gue bisa menemukan jalan keluar nya dan gue berharap mereka bisa memberikan solusi yang tepat," seru Kayla dan beruntung nya tak lama kemudian Sarah dan bela datang. "Lah tuh mereka berdua datang, baru juga diomongin udah muncul aja," ujar Kayla. "Ada apa Kay? tumben Lo ngomongin kita! kayak ada sesuatu," seru bela lalu duduk dibangku nya. "Iya tuh tumben sekali," ujar Sarah. "Hahaha bisa aja Lo berdua! sebenarnya gue tuh mau minta pendapat sama Lo pada tapi Lo janji ya Jangan menertawakan gue apalagi mengejek gue oke janji," balas kayla "Wohh ada apa ini tumben sekali lu Kay kayaknya serius banget nih," seru Sarah yang penasaran. "Iya tuh apa jangan-jangan Lo lagi suka sama seseorang ya?" Tanya belas memastikan. "Ya bisa dibilang gitu sih tapi Lo berdua harus janji dulu," ujar Kayla lalu mengangkat jari kelingking nya. "Iya kita janji," balas bela dan Sarah serempak. "Jadi gini Awalnya gue juga gak tau kapan perasaan ini muncul dan gue baru sadar belakangan ini, sebenarnya gue tuh suka sama Azka gue juga gak tau kenapa tapi gue ngerasa nyaman aja didekat dia mungkin kalian bakal kaget dan gak percaya karna selama ini gue sama dia gak pernah akur dan selalu bertengkar tapi gue juga awalnya heran tapi mau Gimana lagi gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri. Dan sekarang gue bingung harus gimana lagi gue mau minta saran pada kalian," jelas kayla panjang lebar. "Gimana ya gue sendiri juga bingung dan gue juga kaget sih tiba-tiba Lo bilang kalau Lo suka sama Azka, tapi tidak bisa dipungkiri sih kalau benci itu akan menjadi cinta kan Lo selama ini bilang kalau Lo benci sama dia dan sekarang jadi kenyataan kan Lo malah jatuh cinta sama dia," balas Sarah. "Bener tuh Kay! gue juga kaget dengernya berasa kayak mimpi tau tapi kalau boleh gue kasih saran sebaiknya Lo jangan terlalu berharap dulu sama dia, soalnya Lo tau juga kan Azka itu sifatnya gimana takutnya dia selama ini berbuat baik sama Lo itu karna dia ingin berbalas Budi aja ke Lo karna Lo udah mau menjadi tutor nya dia dan membantu dia gue bicara gini bukan karna apa-apa ya tapi gue cuman gak mau aja kalau Lo nanti jadi patah hati dan sakit hati," saran bela. "Tapi kalau dipikir-pikir juga benar kata Lo, gue tadinya juga mikir begitu gue takut kalau disini cuman gue aja yang baper sama dia sedangkan dia tidak ada rasa yang lebih kepada gue apa gue mundur aja ya," seru kayla yang patah hati. "Tapi kalau menurut gue gak ada salahnya juga kalau Lo berjuang dulu kita juga gak tau perasaan seseorang kan, siapa tau dia diam-diam juga suka sama Lo Kay," balas Sarah mencoba menghibur sahabatnya itu. "Tapi kalau dilihat-lihat dia tuh kayak tulus gitu kalau nolongin gue, dan dia juga sering ada saat gue dalam kesusahan dan membutuhkan pertolongan! tapi gue gak yakin kalau itu bentuk rasa sayang dia kepada gue dan takutnya kalau itu hanya rasa belas kasian semata," ujar Kayla yang udah tak tau mau gimana lagi. "Yaudah sekarang gini aja Lo jalanin semuanya seperti biasanya dan Lo jangan mencoba untuk menghindari dia, takutnya dia jadi gimana sama Lo dan setelah itu Lo bisa mengambil keputusan mau gimana Lo mau mundur atau tetap berjuang," balas Sarah lagi. "Emm iya deh gue akan mencoba saran Lo semoga saja tidak bertepuk sebelah tangan, dan semoga saja dia juga mempunyai rasa yang lebih sama gue," seru kayla. "Tapi gue berpesan sama Lo agar Lo jangan terlalu banyak berharap sama dia takutnya kalau tidak sesuai ekspektasi Lo jadi sakit hati dan kita tidak mau kalau itu sampai terjadi sama lo," saran bela. "Iya gue janji kok gue gak akan berharap lebih sama dia dan dari sekarang gue akan mencoba untuk tidak berlebihan sama dia," ujar Kayla tersenyum. "Nah gitu dong itu baru teman kita," seru Sarah. "Btw makasih ya kalian udah mau mendengarkan keluh kesah gue dan mau memberikan jalan keluar nya," ujar Kayla terharu. "Iya sama-sama kayak sama siapa aja lagian kalau Lo ada apa-apa Lo bilang aja sama kita kalau kita bisa bantuin pasti kita akan bantuin Lo kok," seru Sarah. "Iya betul itu apa yang dikatakan sama Sarah kalau Lo ada apa-apa tinggal bilang aja sama kita, karna kita sudah menganggap Lo sebagai saudara kita sendiri," ujar bela. "Huh beruntung banget gue mempunyai sahabat seperti kalian berdua sayang deh," balas Kayla terharu lalu memeluk tubuh Sarah dan bela. "Udah-udah gak usah nangis juga Kay malu di lihatin sama banyak orang! takut kalau kita dituduh ngapa-ngapain Lo, lagian Lo kalau nangis gini jadi jelek gak ada cantik-cantik nya hahaha," canda Sarah lalu diketawain sama bela. "Ih Lo pada kok gitu sih bete deh gue jadinya," kesal Kayla lalu menghapus air matanya. "Hahahaha gitu aja baper orang cuman bercanda doang kok kamu itu cantik tau mau bagaimanapun, toh siapa sih yang gak suka sama Lo kalaupun ada pasti orang itu matanya agak Soak," balas Sarah. "Apaan sih gak jelas banget," seru kayla. "Hahahaha kalau mau tertawa tertawa aja gak usah di tahan gitu Napa sih hahaha," tawa mereka berdua. "Iya tuh kayak orang lagi nahan b***k aja hahahaha," balas Sarah. "hahahaha," tawa kayla. "Nah gitu dong," seru bela. "Eh btw nanti sehabis pulang sekolah kita main ke mall yuk dah lama gue gak ke mall sekalian belanja," ajak Kayla. "Emang Lo gak ada jadwal belajar bareng sama Azka ya?" Tanya bela penasaran. "Emm gue hari ini bilang sama dia kalau gue ada urusan," balas Kayla dengan santai. "Ini bukan salah satu cara Lo buat menghindari dia kan?" tebak Sarah. "Emm awalnya sih gitu tapi setelah mendengar saran Lo pada gue jadi berubah pikiran," balas Kayla. "Baguslah kalau begitu," ujar bela. "Jadi gimana? Lo berdua mau gak nemenin gue ke mall kalau Lo pada gak mau gapapa gue bisa sendiri" ujar Kayla lagi. "Tapi kalau Azka tau gimana kalau Lo malah pergi jalan-jalan dari pada Nemani dia belajar lagian ujian Nasional waktunya juga udah dekat," seru bela. "Iya gue tau tapi sehari libur gak papa kan lagian kepala gue juga butuh refreshing," balas Kayla yang sudah merasakan penat di kepalanya. "Iya udah deh kita berdua ikut," balas Sarah. "Nah gitu dong dari tadi kek," balas Kayla senang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN