Seperti biasanya setelah pulang sekolah Kayla menjadi tutor nya Azka karena waktu ujian Nasional tinggal beberapa bulan lagi dan Azka masih belum menguasai semua materi dan mau tak mau Kayla harus mengebut dalam membimbing Azka jika tidak Azka akan keteteran. Kali ini Azka dan Kayla memutuskan untuk belajar di perpustakaan sekolah karena mereka berdua membutuhkan banyak contoh soal dan paket.
"Gue ambilkan contoh soal dan buku paketnya dulu Lo sambil belajar dulu," seru kayla lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Oke," balas Azka lalu membuka bukunya.
Setelah menemukan beberapa buku yang Kayla butuhkan Kayla pun memutuskan untuk kembali menghampiri Azka.
"Nih bukunya Lo pelajari dulu soal yang belum Lo paham," pinta Kayla lalu memberikan semua buku yang dia ambil. Azka pun menerima setelah itu dia fokus dengan soal-soal dan buku paketnya tadi. Kayla tanpa sengaja memperlihatkan wajah Azka yang sangat terlihat serius dan dengan luka lebam yang masih menempel di pipinya.
"Ganteng juga tuh anak kalau dari dekat kok gue baru nyadar sekarang sih perasaan setiap hari juga gue ketemu dia terus," batin kayla dari dalam hati. Azka yang merasa dirinya diperhatikan akhirnya menjadi risih dan mencoba menegur Kayla.
"Napa ganteng ya gue? Apa jangan-jangan Lo naksir sama gue," Seru Azka yang mengagetkan Kayla yang tengah terbengong karena melihat ketampanan nya.
"Eh apaan! orang biasa aja tuh lagian siapa juga yang naksir sama buaya darat kek Lo jangan GR deh," balas Kayla sembari mencoba menutupi kegugupannya.
"Ngaku aja deh, orang Lo tadi ngeliatin gue sampai gak kedip gitu kok," ujar Azka.
"Lo salah lihat mungkin," balas Kayla yang masih belum ngaku.
"Iya aja deh biar Lo seneng," seru Azka.
"Eh iya btw luka Lo itu udah Lo obati lagi belum?" Tanya Kayla yang sedikit khawatir.
"Nggak gue obati terakhir diobatin ya sama lu itu semalem," balas Azka.
"Kok gak diobatin sih nanti sembuh nya lama dan bisa infeksi," seru kayla.
"Sebentar lagi juga sudah sembuh lagian cuman luka kecil doang," balas Azka.
"Orang masih bengkak gitu kok dibilang luka kecil sih, nanti sehabis selesai belajar nanti aku obati biar cepat sembuh," ujar Kayla lalu mengecek luka yang ada di pipinya Azka.
"Jangan ditekan kayak gitu sakit ih," seru Azka kemudian memegang pipinya.
"Eh maaf ya, oh iya gue lupa kalau gue mau bilang terima kasih sama Lo karna berkat Lo dan teman-teman gue akhirnya bisa lolos dari situ dan gue juga mau minta maaf karena gara-gara nolongin gue Lo jadi babak belur kayak gitu," seru kayla dari dalam hatinya.
"Hahaha kok gue geli ya sama suara Lo tiba-tiba aja jadi lembut gitu sih! hahaha biasanya kan kayak Mak Lampir gitu," ujar Azka sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ih gue tuh serius Azka kok Lo malah jadi ngakak gitu sih, pake acara mengejek gue Mak lampir lagi emang ya Lo itu gak bisa diajak serius gitu sebel gue jadinya," kesal Kayla lalu hendak pergi dari situ namun tiba-tiba tangan Azka menarik tangan Kayla dan Kayla pun menjadi oleng dan hampir saja terjadi namun Azka dengan cepat nya langsung menangkap Kayla alhasil mereka berdua saling bertatapan Kayla yang melihat mata elang nya Azka bukannya takut tapi dia merasa adem dan nyaman.
"Oy cepetan berdiri berat tau!" gerutu Azka menyadarkan Kayla
"Eh apaan sih lagian Lo juga malah pake acara narik-narik gue segala kan jadinya gue jatuh," kesal Kayla.
"Lagian sih Lo main pergi-pergi aja kita kan belum selesai belajar nya," balas Azka.
"Lagian Lo juga tadi pake ngatain gue Mak lampir maksudnya apa coba!" seru Kayla yang masih kesal dikatakan Mak lampir.
"Dih gitu aja baperan orang gue tadi cuman bercanda," seru Azka tanpa merasa bersalah.
"Bercanda tuh boleh tapi jangan sampai segitunya dong," tegas Kayla.
"Iya deh maaf lagian kamu juga jadi cewek kok baperan banget sih! awas nanti lu sering di beri harapan palsu sama cowok," ujar Azka sontak ucapan Azka itu membuat Kayla sakit hati entah kenapa diapun tidak tahu.
"Serah gue lah hidup-hidup gue juga kenapa Lo yang sewot sih," kesal Kayla lalu pergi meninggalkan Azka.
"Kenapa sih tuh cewek kok sensitif banget lagi datang bulan kali ya," seru Azka pada dirinya lalu memutuskan untuk melanjutkan belajarnya.
"Kenapa sih hati gue tiba-tiba sakit banget ketika Azka bilang begitu, secara kan gue gak pernah yang masukin hati ucapan orang pake nangis segala Napa sih!" seru kayla yang berjalan menuju parkiran sembari mengusap air mata nya.
Saat ini kayla tengah berada diperjalanan pulang. Sepanjang perjalanan dia tak berhenti melamun hingga beberapa di mendapat klakson dari pengendara lain.
"Mbak kalau gak bisa bawa mobil tuh jangan bawa mobil bisa membahayakan orang lain!" seru pengendara lain.
"Eh maaf pak," balas Kayla. Lalu mengurangi kecepatan mobilnya.
"Kok gue jadi gak fokus gini sih!" gerutu Kayla.
Setelah beberapa menit Kayla telah sampai dirumahnya dia segera bergegas menuju ke kamar nya karena hari ini dia tidak begitu mood untuk diajak bicara dan beruntung nya sekarang di rumah sedang tidak ada siapapun.
"Kenapa gue jadi mikirin dia terus sih! ya kali gue emang jatuh cinta sama dia tapi kalau boleh jujur sih jantung gue selalu deg-degan jika lagi sama dia, apalagi ketika tadi dia natal gue jantung gue berasa kayak mau copot apa bener benci akan jadi cinta? Ih gak boleh Kayla Lo jatuh cinta sama dia yang ada nanti akan ada masalah baru belum lagi sama tuh kakak kelas, tapi gue gak bisa bohong sama perasaan gue sendiri terus gimana dong," seru Kayla pusing yang entah harus gimana lagi.
"Apa gue minta pendapat sama bunda aja ya? Tapi nanti pasti diejek secara kan kemarin gue udah terang-terangan bilang kalau gue gak suka sama dia ya kali sekarang tiba-tiba suka sama dia yang ada nanti malah diketawain," ujarnya lagi.
"Ih pusing lah mending gue main hp ajalah ketimbang mikirin yang gak penting juga kan," seru kayla lalu mengambil ponselnya didalam tas dan mengecek aku sosmed nya ketika baru saja masuk ke i********: tiba-tiba fotonya Azka muncul di beranda alhasil Kayla menjadi teringat kembali dan memutuskan untuk keluar dari i********: nya dan mematikan ponselnya.
"Ih kenapa dia muncul disaat yang tidak tepat sih! kan jadi tambah gak mood lagi," kesal Kayla lalu melemparkan ponselnya keatas kasur nya.
"Mandi ajalah biar nih kepala jadi dingin," seru kayla lalu pergi ke kamar mandi nya.
Keesokan harinya pagi-pagi buta dia sudah berada di sekolah dia berangkat pagi karena tidak ingin bertemu dengan Azka hari ini dia akan menghindari orang tersebut. Namun siapa sangka orang yang ingin dia hindari justru sekarang ada didepan mata entah apa yang merasuki tubuh Azka hingga dia juga berangkat sepagi ini.
"Kenapa dia juga berangkat pagi sih biasanya juga suka telat," batin Kayla yang berusaha untuk tidak mengabaikan nya. Namun Azka justru malah menghampiri dia.
"Eh Kay gue mau bilang kalau nanti belajar nya agak lama bisa gak soalnya ujiannya diajukan sedangkan gue kan belum banyak yang paham," seru Azka pada kayla.
"Gue juga mau bilang sama Lo kalau hari ini gue gak bisa menemani Lo belajar karna gue ada urusan sama nyokap gue dan gak bisa ditinggal, tapi tenang aja gue udah nyiapin materi buat Lo pelajari beserta soal-soal nya" balas Kayla namun berusaha tenang karena sebenarnya dia sekarang lagi gugup.
"Yakin lo lagi ada urusan sam nyokap lo? Bukan karena kemarin kan terus Lo mau menghindari gue! kalaupun iya gue minta maaf kemarin gue cuman bercanda," jelas Azka yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kayla.
"Yakin kok lagian gue juga gak lagi bohong sama Lo kok dan untuk masalah kemarin gue juga udah lupakan lagian gak penting juga kan, yaudah kalau gitu gue mau ke kelas gue dan nih materi dan soal-soal nya," seru Kayla memberikan kertas kepada azka setelah itu pergi meninggalkan Azka sendiri diparkiran.
"Aneh banget tuh anak, udah lah biarkan saja," seru azka lalu pergi.