Dimas dan teman-teman yang lainnya mengantarkan Kayla ke rumah nya karena hari ini waktu sudah menjelang malam takutnya orang tua nya Kayla khawatir. Setelah kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai dirumah Kayla semua teman-teman nya turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Kayla.
"Assalamualaikum," seru Kayla.
"Waalaikumussalam sayang, Lo kok baju kamu acak-acakan gini? terus itu tangan kamu kok merah kayak bekas ikatan kamu kenapa sayang?" Panik bunda Kayla. Lalu ayah dan Abang Kayla yang lagi makan malam diruang makan mendengar bunda nya bicara akhirnya memutuskan untuk menghampiri bunda nya dan melihat apa yang telah terjadi.
"Ada apa Bun kok kayak khawatir gitu?" Tanya ayah.
"Lo dek kamu kenapa kok baju kamu acak-acakan kayak gitu? rambut kamu juga!" tanya ayah dengan khawatir. Azka yang melihat Kayla masih ketakutan akhirnya dia yang menjawab.
"Jadi gini om Tante kayla itu tadi habis diculik sama orang! terus Alhamdulillah kita bisa menyelamatkan nya," terang Azka.
"Kok bisa gitu? siapa orangnya yang berani-beraninya mau menyelakai anak ayah hah?" seru ayah Kayla yang sudah emosi karena anak nya ada yang mau menyelakai nya.
"Tenang dulu yah, biar Azka jelasin sedetail-detailnya jangan terpancing emosi, silahkan nak Azka lanjutan," ujar bunda kayla.
"Jadi gini tadi kami sempat curiga ada lah salah satu teman dari kita, tapi kita belum sepenuhnya percaya kalau dia itu pelakunya takutnya kita salah sasaran, tapi jika dilihat dari bukti yang kita dapat 80% sudah menunjukkan kalau dia itu pelakunya," terang Azka.
"Kurang ajar cepat kasih tau siapa orangnya saya pastikan dia akan mendapatkan balasan yang setimpal," ucap ayah yang emosinya sudah memuncak.
"Yah Kayla mohon lupakan masalah ini, gak usah diperpanjang lagi! apalagi kalau harus bawa-bawa polisi Kayla gak mau kasian dianya, lagian sekarang kan Kayla gak kenapa-napa," balas Kayla memohon. Orang-orang yang ada disitu terharu mendengar ucapan Kayla yang masih menyimpan rasa iba terhadap orang yang sudah mau menyelakai nya.
"Tapi sayang gak bisa gitu! dia harus mendapatkan pelajaran karena ulahnya sendiri kalau dibiarkan nanti dia gak kapok," ujar ayah Kayla.
"Bener dek kamu nurut aja sama apa yang dikatakan oleh ayah, karna itu buat kebaikan kamu," seru bang Rifal.
"Tapi bang plis sekali ini saja kasih dia kesempatan biarkan saja siapa tau dia mau berubah dan kalau dia mau menyelakai Kayla lagi terserah kalian deh mau masukin dia ke penjara gak papa tapi untuk kali ini saja jangan," balas Kayla yang masih Kokok dengan pendiriannya.
"Oke untuk kali ini ayah akan memaafkan dia, tapi jika dia ulangi perbuatannya ayah gak akan memaafkan dia dan gak segan-segan untuk membalas dendam," seru ayah Kayla.
"Terimakasih yah Kayla sayang sama ayah," balas Kayla lalu memeluk tubuh ayahnya.
"Sama-sama ayah juga sayang sama kamu," balas ayah lalu memeluk kembali Kayla.
"Oh iya sampai lupa silahkan duduk dulu, biar Tante buatin minuman," ujar bunda Kayla.
"Gak usah Tante kita langsung pulang aja! soalnya juga udah malam kan takut dicari sama mama," balas bela.
"Loh kalian berdua gak nginep aja," seru bunda Kayla pada bela dan Sarah.
"Tidak Tante besok aja terimakasih sebelumnya," balas Sarah.
"Yaudah kalau begitu kami pamit dulu!" ucap Azka lalu mereka mencium tangan ayah dan bunda nya kayla.
"Iya hati-hati dijalan ya terimakasih banyak sudah menolong Kayla," seru ayah Kayla.
"Iya sama-sama om," balas Azka lalu mereka berlima pergi dari rumah Kayla.
"Yaudah sayang sekarang kamu ke kamar kamu dulu mandi dan bersih-bersih, nanti bunda bawakan teh anget dan makanan," seru bunda kayla.
"Baik Bun yaudah Kayla ke kamar dulu ya," balas Kayla lalu pergi menuju kamarnya. Sesampainya dikamar Kayla membaringkan tubuhnya diatas kasur sembari menghilangkan capek nya sebentar. Setelah kurang lebih 10 menit an Kayla memutuskan untuk mandi karena tubuh dia sudah lengket dari tadi. Setelah selesai mandi Kayla memutuskan untuk istirahat karena tubuhnya sakit semua karena kejadian tadi namun tiba-tiba bunda kayla masuk kedalam kamar Kayla dan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
"Dek kamu belum tidur kan?" Tanya bunda Kayla.
"Belum kok Bun," balas Kayla lalu duduk di ranjang tempat tidur nya.
"Ini bunda bawakan makanan dan minuman kamu makan dulu ya," seru bunda Kayla.
"Iya Bun makasih ya," balas Kayla.
"Yaudah kalau begitu bunda ke kamar ya jangan lupa dimakan setelah itu istirahat bunda sayang sama kamu," ujar bunda kayla lalu mencium kening Kayla.
"Kayla juga sayang sama bunda," balas Kayla lalu memeluk tubuh Bunda nya.
"Yaudah dimakan dulu itu keburu dingin nanti," seru bunda Kayla lalu melerai pelukannya.
"Iya Bun," balas kayla.
"Good night sayang," seru bunda kayla Setelah itu Bunda nya pergi dan Kayla memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum tidur.
"Gue bersyukur karna gue tadi bisa bebas dan gue berhutang Budi sama teman-teman gue termasuk dengan Azka," seru kayla lalu melanjutkan melahap makanannya. Setelah selesai makan dia memutuskan untuk tidur karena mata nya sudah ngantuk banget.
Dilain tempat ada seorang cewek yang sedang bersantai dikamar nya dan dia lagi merasa bahagia karena rencananya sudah berhasil.
"Sebentar lagi Lo akan lenyap ditangan gue Kay hahahaha," ujarnya. namun tiba-tiba ponsel dia berbunyi menandakan ada telpon.
Doni calling
"Ngapain dia malam-malam telpon ganggu orang bahagia aja," serunya lalu mengangkat telponnya.
"Hmm apa?"
"Hallo Maaf bos ada kabar buruk ini! kalau cewek itu berhasil lepas," seru cowok tersebut.
"Kok bisa sih gue kan sudah membayar mahal, Lo pada gimana sih ngurus gitu aja gak bisa!" kesal cewek diseberang sana. Lalu melemparkan ponselnya.
"Kok dia bisa Lolos sih," gerutunya.
Keesokan harinya Kayla sudah berada didalam kelas hari ini Kayla datang agak lebih awal karena dia ingin istirahat dulu didalam kelas. Namun ketika dia hendak meletakkan kepalanya diatas meja tiba-tiba ada Zahra teman sekelasnya yang datang dan memberi tahu dia kalau sahabat nya Sarah dan bela sedang bertengkar dengan kakak kelas.
"Kay Kay tuh sahabat Lo lagi berantem sama kakak kelas," seru Zahra.
"Dimana sekarang? Kok bisa gitu sih?" Balas Kayla.
"Di lapangan, entah gue juga gak tau penyebabnya apa lebih baik Lo kesana aja sebelum terlambat," ujar Zahra.
"Oke gue ke sana sekarang," balas Kayla lalu pergi menuju lapangan.
"Pasti yang dimaksud Zahra Kakak kelas yang sedang bertengkar sama bela dan Sarah itu Yasmine dan itu ada hubungannya sama kemarin," seru kayla sambil berlari ke lapangan. Sesampainya disana dan benar saja sahabat nya sedang beradu mulut dengan kakak kelasnya itu mau tak mau dia harus membawa sahabatnya itu pergi dari situ sebelum guru-guru melihatnya kalau sampai ketahuan sama guru pasti urusannya bakal panjang.
"Eh Lo berdua pada ngapain sih pergi aja yuk," seru kayla yang berusaha mengajak Sarah dan bela pergi.
"Bentar kay makhluk kayak dia harus diberi pelajaran biar gak berkeliaran," tegas bela.
"Udahlah biarkan saja malu tuh dilihat banyak orang," seru kayla sembari melihat orang-orang yang melihat mereka.
"Biarin saja Kay kalau dia belum mau minta maaf sama Lo kita berdua tidak akan pergi dari sini," seru Sarah.
"Lo tuh pada gak denger atau gimana sih! kan gue dari tadi udah bilang sama Lo berdua kalau bukan gue pelaku nya kok maksa sih," ujar Yasmine yang berusaha menutupi kesalahannya.
"Betul tuh jadi orang jangan suka fitnah! nanti kalau kita laporin ke polisi baru tau rasa lo!" seru Rere yang membela Yasmine.
"Kita gak lagi fitnah! jelas-jelas kita lihat dengan mata kita sendiri kalau temen Lo itu menyuruh orang untuk menculik Kayla, kalau Lo mau laporin polisi laporin aja teman Lo itu," tegas bela lalu melihat ke arah Yasmine. Yasmine yang mendengar kata polisi sontak raut wajahnya berubah menjadi ketakutan.
"Napa Lo dengar kata polisi kok muka Lo jadi berubah ketakutan gitu? Takut kejahatan Lo terbongkar ya? Atau takut masuk penjara UPS!" sindir Sarah.
"Siapa juga yang takut! orang gue gak takut, lagian gue kan gak salah kenapa harus takut btw cabut aja yuk guys buang-buang waktu dan tenaga aja menghadapi mereka bertiga," seru Yasmine lalu pergi disusul sama Rere dan Jenifer.
"Baru dengar kata polisi gitu aja udah ketakutan gimana kalau udah mendekam di penjara bisa-bisa stres dia," ujar bela.
"Iya tuh dasar mental kerupuk!" balas Sarah.
"Udah lah guys kita ke kelas aja yuk bentar lagi bel masuk berbunyi," ajak Kayla.
"Yaudah yok," balas Sarah dan bela lalu mereka bertiga Menuju ke kelasnya.