Saat ini Kayla hanya bisa pasrah menunggu seseorang yang akan menyelamatkan nya dari sini namun sebenarnya sedari tadi dia sudah merasa ketakutan tapi apa daya dirinya sekarang tidak bisa apa-apa jika mau kabur pun percuma karena tangan dan kakinya terikat.
"Siapa pun tolongin gue, gue takut disini gue mau pulang ayah bunda Abang tolongin Kayla," batin Kayla sembari menangis.
"Siapa sih yang tega melakukan ini salah gue apa coba," batin Kayla namun tiba-tiba Kayla teringat kejadian waktu di gudang kemarin.
"Apa ini ulah Azka? tapi apa mungkin secara kan akhir-akhir ini gue ngebantuin dia! ya kali dia malah mau menyelakai gue terus kalau bukan dia siapa lagi dong masak kakak kelas nenek Lampir itu? tapi bisa jadi juga sih secara dia kan benci sama gue, licik sekali dia!" kesal Kayla.
Waktu udah lumayan sore Azka yang tadi ketiduran saat nonton TV sama mamanya sekarang dia terbangun dia melihat jam dinding ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 16.20 wib Azka pun kemudian beranjak dari sofa lalu menuju kamarnya untuk mandi.
"Mandi ah dah sore ternyata!" seru Azka mengambil handuk namun sebelum melakukan ritual mandi nya Azka memutuskan untuk mengecek hpnya yang ia charger tadi karna sedari tadi pagi ia sama sekali belum membuka hpnya.
"Kok ada panggilan tak terjawab banyak sekali dari Dimas ada apa tumben? Bentar kok di chat gue nanyain Kayla bukannya kayla sekarang seharusnya ada dirumahnya kan udah waktunya pulang sekolah, emm kayaknya ada yang tidak beres mending gue telpon balik aja kali," seru Azka lalu mencoba menghubungi Dimas tak lama kemudian hp Azka terhubung dengan Dimas.
"Hallo Napa Lo nelpon gue Mulu?" Tanya Azka too the poin.
"Gini ka tadi teman-temannya Kayla nyamperin kita dan tanya sama kita apakah Lo sekarang lagi sama Kayla? Soalnya hari ini dia tidak masuk sekolah padahal kata orang rumahnya tadi pagi Kayla pamit berangkat sekolah dan dia juga memakai seragam sekolah! tapi sampai sekarang dia gak ada sekolah sekarang gue sama Roni dan sama teman-teman nya Kayla sedang mencari Kayla soalnya tadi bela coba menghubungi orang rumah kayla dan katanya Kayla belum pulang," balas Dimas di seberang sana.
"Gue gak lagi sama Kayla dan dari tadi gue juga ada dirumah sama nyokap gue," seru Azka.
"La terus dia dimana dong masak diculik sih gak mungkin juga kan," ujar Dimas. Azka pun tiba-tiba teringat tentang perlakuan Yasmine kepada Kayla dan dia curiga jika kejadian hilangnya Kayla itu ada hubungannya dengan Yasmine
"Bentar sekarang Lo dimana?" Tanya Azka.
"Gue sama yang lainnya masih berada di sekolah, kita lagi mencoba mencari disekitar sini," balas Dimas.
"Oke kalau gitu gue otw kesana Lo tungguin gue!" seru Azka memutuskan telpon nya setelah itu mengambil jaket dan kunci motor lalu beranjak menuju garasi rumahnya.
"Mau kemana sayang? Udah sore bukannya mandi malah pergi," ujar mama Azka.
"Bentar ma Azka ada urusan penting ma," ujar Azka lalu pergi.
"Sebenarnya ada apa sih kok kayaknya dia terburu-buru? jadi khawatir aku tapi semoga tidak kenapa-kenapa," balas mama Azka lalu masuk kedalam rumahnya kembali.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah Azka pun melajukan motornya diatas rata-rata. Hingga dia menempuh nya hanya dengan waktu 10 menit saja. Dimas Roni bela dan Sarah yang menunggu kedatangan Azka dari tadi akhirnya menghampiri Azka.
"Gimana udah ketemu?" Tanya Azka.
"Belum gimana ini?" Seru Sarah.
"Lo udah coba hubungin nyokap bokap nya?" Tanya Azka lagi.
"Belum kita takut kalau mereka khawatir," balas bela.
"Kalau menurut gue sebaiknya jangan dulu deh, kita lebih baik cari dulu aja semisal sampai nanti malam belum ketemu baru kita beri tahu orang tuanya, sekarang lebih baik kita mikir bagaimana caranya kita mengetahui dimana Kayla berada," ujar Dimas.
"Bentar gue kok curiga sama Kakak kelas nenek Lampir itu ya? secara dia kan selama ini gak suka sama Kayla," seru bela.
"Nenek Lampir siapa? Apa maksud Lo Yasmine?" Tanya Roni memastikan.
"Nah itu menurut kalian gimana?" Tanya bela.
"Gue tadi juga berfikir begitu," balas Azka.
"Tuh kan gue yakin 100% pasti ini ulah Kakak kelas itu kita harus menemui dia sekarang," ujar bela.
"Jangan percuma kita menemui dia, toh pasti dia juga gak mau ngaku," seru Azka.
"Betul itu bel, apa yang dikatakan Azka secara dia itu orang licik dan bermuka! dia pasti tidak akan semudah itu dia jujur ke kita," ujar Roni.
"Terus gimana dong?" Tanya Sarah.
"Gue ada ide gimana kalau kita pantau Yasmine dari jarak jauh, siapa tau kita bisa mendapatkan petunjuk" pinta Azka.
"Gue setuju itu ide yang bagus menurut gue kalian gimana?" Tanya Dimas.
"Kita mah ngikut aja yang terpenting kayla tidak kenapa-napa," balas Sarah.
"Oke sekarang kita cari keberadaan Yasmin," seru Dimas.
"Eh itu bukannya dia!" Ujar Sarah.
" Eh iya pucuk dicinta ulam pun tiba dia mau kemana itu yuk kita ikutin dia tapi jangan sampai ketahuan," ujar Dimas sembari masuk ke mobil nya disusul Roni bela dan Sarah.
"Ka ayo masuk Lo ngapain masih disitu? Keburu nanti kita kehilangan jejaknya," Kesal Dimas.
"Gue pake motor aja," balas Azka.
"Ih Lo kok gak mikir apa kalau Lo pakai motor Lo nanti bisa ketahuan kali kalau pakai mobilnya Dimas kan untuk minim ketahuannya secara kan dia tidak tau mobilnya Dimas," ujar Roni.
"Yaudah gue ikut Lo!" seru Azka.
"Nah gitu dong dari tadi kek," balas Dimas lalu melajukan mobilnya hati-hati mengikuti mobilnya Yasmine.
Tak lama kemudian mobil tersebut berhenti disebuah kafe tidak jauh dari sekolahan. Dimas pun memutuskan untuk memarkirkan mobilnya jauh dari mobil Yasmine namun masih bisa memantau nya.
"Lo kok dia disitu berarti gue salah dong bukan dia pelakunya," seru bela.
"Bentar kita lihat dulu aja siapa tau ada gerak-gerik yang mencurigakan," balas Roni setelah beberapa saat ternyata benar apa yang dikatakan Roni ada seorang pria berjaket hitam memakai masker yang mencurigakan pria tersebut menghampiri Yasmine. Kalau dilihat dari jarak jauh mereka tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan Yasmin dan orang itu tapi mereka bisa melihat jika Yasmine memberikan sebuah amplop yang mungkin itu berisikan sejumlah uang. Setelah mendapat uang dari Yasmine pria tersebut pergi. Dimas dan yang lainnya memutuskan untuk mengikuti pria misterius tersebut siapa tahu mereka mendapatkan sebuah petunjuk. Namun ketika mereka mengikuti orang tersebut tiba-tiba orang itu masuk disebuah hutan dan berhenti disebuah rumah kosong yang sudah tidak berpenghuni.
"Ngapain orang itu ada disitu gue jadi curiga," seru Dimas.
"Iya kita turun coba masuk kedalam, siapa tahu didalam ada Kayla dan untuk Lo berdua Lo disini aja!" ujar Azka.
"Tapi kita juga mau mencari Kayla kita khawatir pada dia," balas bela.
"Iya gue tau tapi ini demi kebaikan Lo berdua oke nanti kalau ada apa-apa gue hubungi kalian," seru Roni.
"Yaudah deh kita tungguin disini tapi janji ya semisal ada kabar dari Kayla kalian hubungi kita," balas Sarah.
"Iya," seru Dimas lalu mereka bertiga turun dari mobil dan menuju ke rumah kosong tersebut dengan hati-hati agar tidak ketahuan. Mereka mencoba mengintip disebuah jendela yang berada disamping rumah itu. Dan benar saja kayla sedang disekap di dalam sana mereka yang melihat itu kemudian mencari cara agar bisa membebaskan Kayla.
"Eh gue ada cara Lo sama Roni lewat pintu belakang dan gue lewat pintu depan nanti gue coba mengalihkan mereka setelah itu Lo berdua masuk dan menyelamatkan Kayla Gimana?" Seru Azka.
"Oke kalau gitu tapi Lo hati-hati ka," balas Roni. Kemudian mereka berdua menuju pintu belakang sesuai yang dibilang azka. Lalu sekarang saatnya Azka beraksi.
"Heh Lo semua sini hadapi gue!" seru Azka pada ketiga preman yang sedang menghitung uang.
"Itu siapa berani-beraninya dia kesini mau cari mati apa?" Kesal bos mereka.
"Sini jangan jadi pengecut!" tantang Azka.
"Serang dia" ujar bos mereka. Lalu kedua anak buahnya tadi menyerang Azka dan pertengkaran pun terjadi namun baru beberapa pukulan kedua orang tadi sudah terdampar lemas tak berdaya.
"Cuman segitu doang cih parah Lo pada," ujar Azka.
"Awas aja Lo hiakk," seru bos tadi lalu memukul azka alhasil terjadi pukul-pukulan. Dimas dan Roni mencoba membebaskan Kayla yang berada didalam.
"Hem," seru kayla tak jelas.
"Lo gak papa Kay?" Tanya Dimas lalu melepaskan lakban serta tali yang ada ditangan dan kakinya.
"Huh gue gak papa terimakasih Lo udah nolongin gue," seru kayla.
"Udah lebih baik kita keluar dulu sebelum mereka kembali lagi, bela dan Sarah sekarang ada didalam mobil," ujar Roni.
"Yaudah yok!" balas Kayla lalu mereka keluar dari rumah itu dan menuju ke mobil Dimas. Azka yang masih berkelahi sama orang tadi akhirnya bisa memenangkan pertarungan tadi. Walaupun mukanya sudah banyak luka lebam akibat pukulan tadi. Namun ketiga preman tadi berhasil kabur sebelum Azka menangkap nya.
"Awas aja!" kesal Azka lalu pergi meninggalkan rumah itu dan bergegas menuju ke mobil menyusul Dimas dan lainnya.
"Kayla Lo gak papa kan?" Tanya bela khawatir.
"Gak papa kok gue baik-baik saja!" balas kayla lalu memeluk tubuh bela dan Sarah.
"Kita itu khawatir sama Lo," ujar Sarah.
"Thank ya Lo pada udah menyelamatkan gue! kalau gak ada kalian gue gak tau harus gimana," seru kayla.
"Iya sama-sama," balas Roni.
"Eh Azka gimana?" Tanya bela.
"Hah emang ada Azka disini?" Tanya Kayla terkejut.
"Iya tadi dia juga ikut kedalam," seru bela.
"Terus dia gimana sekarang?" Tanya kayla.
"Udah gak papa palingan sebentar lagi kesini kita udah tau siapa Azka kok," balas Dimas.
"Nah kan apa yang gue bilang orang dah datang," ujar Dimas.
"Eh itu orang berhasil kabur," seru Azka lalu masuk kedalam mobil.
"Udah lah ka biarin saja yang penting kita udah tau siapa dalang dibalik ini semua," ujar Dimas.
"Emang siapa?" Tanya Kayla.
"Itu Lo Kay kakak kelas nenek Lampir," balas Sarah.
"Yasmine maksudnya?" ujar Kayla memastikan.
"Hooh!" seru Sarah.
"Ada masalah apa sih tuh anak sampai segitunya sama gue! perasaan gue gak ada salah dia," ujar Kayla.
"Biasalah mungkin karena Lo dekat sama Azka kali," seru bela.
"Tapi kan gue sama azka gak ada apa-apa," balas Kayla.
"Tau deh," seru bela. Kayla yang sedari tadi tidak mengetahui jika muka Azka ada luka lebam akhirnya pun tau ketika mereka tidak sengaja bertatapan mata.
"Eh ka muka Lo luka tuh sini gue obati! oh iya dim ada kotak P3k tidak?" Seru Kayla.
"Ada dibelakang!" balas Dimas.
"Udah gak usah gak papa lagian ini juga luka kecil aja," seru Azka.
"Tapi kalau dibiarkan nanti bisa infeksi ka," ujar Kayla.
"Iya bener itu ka nurut aja Napa sih!" balas Roni namun mendapat tatapan tajam dari Azka.
"Ampun bos hahaha," canda Roni.
"Udah sini aja gue obati dulu luka nya," ujar Kayla lalu mengambil kapas dan Betadine dan mulai membersihkan luka-luka yang ada di muka Azka.
"Aw sakit!" seru Azka.
"Eh maaf, tahan sebentar tinggal dikit lagi selesai kok," balas Kayla lalu melanjutkan mengobati luka Azka.
"Nah kan udah selesai sekarang cuman sebentar kan sakitnya," seru kayla.
"Hmm," balas Azka.
"Cuman diobati pake acara gengsi segala ka, eh btw kalian cocok Lo kok gak pacaran aja sih hahaha," canda Dimas.
"Eh apaan gak lah jangan ngada-ada," seru kayla salah Tingkah.
"Udah gak apa-apa kita setuju kok bener gak?" Ujar Dimas. Dan yang lainnya pun menganggukkan kepalanya.
"Tuh ka mereka aja udah pada setuju sekarang tinggal Lo nembak Kayla," goda Dimas pada Azka.
"Apaan sih Lo? lebih baik sekarang kita pulang udah malam nanti Kayla dicari sama nyokap bokap nya," ujar Azka mengalihkan pembicaraan.
"Yaudah deh iya," balas Dimas lalu menjalankan mobilnya meninggalkan hutan tersebut.