Bab 18

1720 Kata
Pagi ini Azka masih bersantai dengan baju tidurnya padahal sekarang sudah menunjukkan pukul 06.50 wib. Hari ini dia memilih untuk bolos sekolah karena dia masih khawatir jika nanti papa nya akan kembali lagi ke rumah nya dan menyelakai mama nya. "Sayang kok kamu belum siap-siap ke sekolah sih ini kan udah mau jam 07.00 wib ntar kamu terlambat Lo," ujar mama Azka yang berada di ambang pintu kamar Azka. Azka yang tadi fokus di handphone nya kemudian beralih ke mama nya. "Hari ini Azka gak berangkat ma Azka mau dirumah aja mau jagain mama, Azka takut kalau papa nanti balik lagi ke sini," seru Azka. "Sayang kamu gak boleh gitu, kan kamu sekarang udah kelas 12 dan sebentar lagi kamu mau ujian kan gak boleh bolos terus nanti kamu ketinggalan pelajaran gimana?" Ucap mama Azka lalu menghampiri Azka ditempat tidurnya. "Plis ma kali ini saja kalaupun sekarang Azka berangkat sekolah itu percuma saja! toh nanti disekolah Azka gak bisa fokus sama pelajaran Azka pasti mikirin mama terus," balas Azka. "Yaudah kalau gitu ini terakhir kalinya kamu gak berangkat sekolah ya! besok-besok kamu harus rajin berangkat nya gak boleh bolong-bolong oke," pinta mamanya. "Iya mah tapi Azka gak janji hahaha," canda Azka. "Kamu mah gitu yaudah sekarang kamu mandi dulu abis ini kita sarapan bareng-bareng," seru mama Azka. "Siap mama! gak sabar pengen nyobain masakan mama yang super lezat," balas azka. "Bisa kamu tuh, yaudah mama ke dapur dulu ya mandinya yang bersih," ujar mama azka lalu beranjak dari kamar Azka. "Pasti!" seru Azka lalu mencharge hpnya setelah itu dia bergegas untuk mandi. Pagi ini kayla memutuskan untuk pergi ke sekolah dengan menggunakan motor karena mobil miliknya masih dipakai oleh Abang nya sebenarnya sedari tadi dia udah ngomel-ngomel gak jelas tapi mau gimana lagi percuma juga debat sama Abang nya yang ada dia yang ngalah, aneh bukan secara kan seorang Abang yang harus ngalah sama adiknya tapi itu tidak berlaku untuk Abang Kayla. "Kemarin katanya mau pinjam cuma sehari nyatanya sekarang belum dibalikin juga kesel gue! coba aja tadi pagi gue ketemu sama dia pasti udah gue bejek-bejek tuh anak, perasaan bikin emosi Mulu tuh anak, lagian bunda sama ayah juga sih tadi gak negur dia secara kan mobilnya sudah ada sendiri-sendiri coba gue yang pinjam mobil dia toh pasti ngomelnya 7 hari 7 malam gak berhenti-berhenti," gerutu Kayla sembari mengeluarkan motornya dan mulai melajukan nya. Namun ternyata hari ini keberuntungan tidak lagi berpihak kepada Kayla, baru setengah perjalanan tiba-tiba motor Kayla ban nya kempes mau tak mau Kayla harus menuntunnya dan mencari tambal ban terdekat jika harus putar balik lagi itu tidak mungkin karena sama aja buang-buang waktu. Ketika kayla sedang mencari tambal ban tiba-tiba ada sebuah mobil Jeep hitam berhenti didepan Kayla dan orang-orang yang ada didalam nya turun lalu membekap Kayla dan membawanya pergi. Kayla pun tak sadarkan diri. "Bos saya sudah berhasil membawa perempuan itu," ucap laki-laki pada seseorang yang berada di telpon. "Bagus bawa dia ketempat yang sudah saya bilang tadi," seru orang yang berada di seberang sana. "Baik bos!" balas laki-laki tersebut kemudian mematikan teleponnya. Tak lama kemudian mobil Jeep tersebut berhenti disebuah rumah kosong didekat hutan. Rumah tersebut telah lama tidak dihuni dan terbengkalai sehingga membuat rumah itu nampak kotor dan seram. "Cepat bawa dia kedalam!" pinta salah satu laki-laki dari mereka yang mungkin bosnya. "Baik bos," lalu Kayla dibawa didalam rumah tersebut kemudian tangan serta kaki nya diikat tali mulutnya juga ditutupi oleh lakban. Sampai saat ini kayla tidak sadar kan diri. "Kalian berdua aku tugaskan jagain dia, jangan sampai lepas kalau lepas awas aja kalian," tegas bos mereka. "Eh iya bos," balas mereka. "Kalau begitu aku mau pergi dulu kalau ada apa-apa hubungin aku," pinta bos mereka. Lalu mendapat anggukan dari mereka. Tak lama kemudian hp bos mereka berbunyi mungkin itu dari orang tadi yang menyuruh mereka. Setelah mendapat telepon tadi bos tersebut kemudian pergi meninggalkan mereka. Beberapa menit kemudian kayla udah tersadar dari pingsannya. Dan betapa terkejutnya Kayla ketika dia membuka mata dia sudah berada di tempat yang Kayla sama sekali tidak mengetahuinya dan dengan kondisi tangan serta kaki nya terikat mulutnya juga di bekap menggunakan lakban. "Hnmm tooong leaa aaa" (tolong lepasin aku) teriak kayla lalu didengar oleh dua orang penjaga tadi. "Heh diam!" bentak salah satu penjaga sembari memukul pintu. Kayla yang sama sekali tidak suka dibentak akhirnya hanya bisa diam sambil nangis berharap ada orang yang menolongnya dan membebaskan dirinya. Kayla sebenarnya juga ingin menghubungi keluarga nya namun kayaknya hpnya jatuh dijalan. "Nah gitu bagus diam," ujar penjaganya. Didalam kelas Kayla saat ini pelajaran sedang berlangsung namun bela dan Sarah tak fokus pada pelajaran karena memikirkan Kayla yang tidak berangkat tanpa surat, padahal biasanya jika dia ingin ijin atau jika dia sakit pasti dia sebelumnya akan bilang pada mereka tapi kali ini tidak dan perasaan mereka tiba-tiba tidak enak apakah ada hal buruk yang sedang menimpa sahabat nya itu. "Eh bel kok perasaan gue gak enak ya? takut Kayla kenapa-Napa," bisik Sarah. "Iya Sama gue juga dari tadi gue udah berusaha menghubungi Kayla namun tidak ada balasan padahal ponsel dia aktif," balas bela. "Coba nanti kita tanya sama bunda atau ayahnya Kayla kenapa kayla tidak berangkat tanpa alasan," seru Sarah. "Sebaiknya jangan deh takut mereka panik atau gimana kalau semisal Kayla juga tidak ada dirumahnya," balas bela. "Terus gimana dong?" Tanya Sarah. "Kita hubungi orang rumahnya aja, kan kalau pagi sampai siang biasanya bunda dan ayahnya gak ada dirumah adanya cuman pembantu nya Kayla," balas bela. "Hmm ide bagus Lo tapi emang Lo punya no nya?" Tanya Sarah memastikan. "Ada kok eh tapi gimana kalau kita tunggu dulu sampai istirahat, semisal Kayla belum balas juga baru kita tanya orang rumah," seru bela. "Oke," balas Sarah. Namun ternyata sedari tadi pak guru yang sedang mengajar memperhatikan bela dan Sarah yang sedang berbicara sendiri. "Heh kalian berdua kalian kan tahu sekarang jam nya pelajaran kenapa kalian berdua pada ngobrol sendiri? Apa kalian udah pintar dan tidak perlu ikut pelajaran bapak?" Tegas pak guru. "Ehh gak kok pak maaf," seru Sarah. "Iya pak maaf kita janji gak akan mengulangi lagi deh," ujar bela. "Sekarang kalian berdua kedepan berdiri dan angkat kaki kalian cepat," tegas pak guru. "Baik pak," seru mereka berdua. Saat ini Azka dan mamanya sedang bersantai berdua diruang keluarga sembari menonton televisi dari habis sarapan tadi pagi. "Dah lama ya ma kita gak nonton tv bareng!" seru Azka. "Iya sayang terakhir nonton waktu kita sama papa ya," balas mama Azka. "Udah ma jangan sebut dia lagi, bikin gak mood aja," kesal Azka. "Ya udah deh iya, maaf minta maaf," balas mama Azka. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.30 wib waktu nya murid-murid untuk beristirahat. "Sekian pelajaran dari bapak sekarang istirahat dulu dan untuk kalian berdua silahkan kembali ke bangku kalian masing-masing bapak harap besok kalian tidak mengulangi nya lagi" seru pak guru. "Iya pak," balas mereka berdua. "Yaudah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," seru pak guru lalu meninggalkan kelas. "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab murid serentak. Lalu mereka berhamburan keluar dari kelas. Namun tidak dengan bela dan Sarah yang langsung mengambil hp mereka untuk melihat apakah ada notice dari kayla atau tidak. "Kayla belum balas bel!" seru Sarah sambil menunjuk kan hpnya "Sama punya ku juga belum dibalas sama Kayla," ujar bela. "Yaudah kita kamu hubungi saja orang rumahnya, siapa tahu dia memang benar tidak berangkat sekolah," pinta Sarah. "Oke bentar," balas Bela lalu mencari no telpon rumahnya Kayla. "Nah ini dia! gue coba dulu," seru bela lalu mencoba menghubungi nya. Tak lama kemudian telpon nya pun terhubung. "Hallo dengan siapa ini?" tanya pembantu Kayla diseberang sana. "Hallo Bi, aku bela temannya Kayla!" balas bela. "Oh iya non ada yang bisa saya bantu?" Tanya pembantu Kayla. "Aku mau tanya Kayla kok gak masuk sekolah kenapa ya? Apa dia sedang sakit?" Ujar bela. "Tapi tadi pagi non Kayla udah berangkat sekolah kok non, bibi juga melihat non kayla pakai seragam sekolah dan dirumah sekarang juga gak ada," seru pembantu Kayla. "Oh yaudah bi kalau begitu jangan kasih tau siapa-siapa ya bi soal ini apalagi sama bunda nya kayla," ujar bela. "Baik non," balas pembantu Kayla. "Aku matikan telepon nya bi tut Tut Tut," bela pun memutuskan telpon nya. "Sar kata pembantu nya Kayla tadi pagi udah berangkat sekolah dan sekarang dirumah nya juga tidak ada," ujar bela. "Terus dimana dong Kayla? Apa dia lagi sama Azka?" Tanya Sarah. "Bisa jadi tuh, gimana kalau kita samperin dia di kantin biasanya kan mereka lagi nongkrong disana," ujar bela. "Oke kita kesana," balas Sarah lalu mereka menuju ke kantin. Sesampainya dikantin Sarah dan bela menuju meja yang biasa ditempati Azka dan teman-teman nya dan benar saja mereka sedang berada disana namun disana tidak terlihat keberadaan Azka hanya Dimas dan Roni saja. "Hay kak! Boleh kita duduk disini?" Seru bela. "Oh silahkan btw panggil nama aja gak papa biar gak canggung," balas Dimas. "Oh iya kak eh dim," seru bela. "Oh iya ada apa ya tumben kalian kesini?" Tanya Roni. "Jadi gini kita kesini mau mencari Azka, soalnya kita mau tanya soal Kayla kok gak berangkat," balas Sarah. "La bukannya temannya itu kalian kok tanya Azka? Seru Dimas. "Iya tapi Kayla itu tidak bilang sama kita kalau gak berangkat biasanya tuh bilang terus tadi kita juga coba hubungin orang rumahnya katanya tadi pagi dia berangkat sekolah, kita kira kalau kayla sedang sama Azka," ujar bela. "Tapi kayaknya gak mungkin deh soalnya azka juga tidak berangkat, karena dia katanya mau nungguin mama nya tapi entah juga sih bentar gue coba hubungin dia dulu," seru Dimas lalu mengambil hp nya disaku baju setelah itu mencoba menghubungi Azka namun tidak diangkat sama Azka. "Enggak diangkat sama Azka nih gimana dong," ujar Dimas. "Aduh gimana ya?" Tanya Sarah. "Eh bentar gue coba lagi," balas Dimas lalu mencoba kembali menghubungi Azka namun tidak diangkat lagi Dimas pun memutuskan untuk meng chat dia siapa tahu nanti dia akan buka hpnya. "Gak diangkat juga mungkin dia lagi tidur biasanya kalau tidur suka kayak kebo maklum lah, tapi udah gue kirim pesan kok semoga saja dia bukak hp nya," ujar Dimas. "Yaudah kalau begitu terimalah sebelumnya kita ke kelas dulu ya," seru sarah. "Iya sama-sama, kalau sama kita santai aja gak usah sungkan kalau ada apa-apa bilang aja! semisal kita bisa bantu pasti kita bantu," ujar Roni lalu bela dan Sarah hanya menganggukkan kepala dan sedikit senyum canggung setelah itu mereka kembali ke kelasnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN