Bab 17

1709 Kata
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah Azka, Azka pun langsung masuk ke dalam rumah dan benar saja mama dan papa nya sedang bertengkar diruang tamu. Kayla yang masih di motor melihat Azka masuk kedalam rumahnya akhirnya memutuskan untuk ikut masuk. Karena nggak mungkin juga kalau dia harus sendirian di luar sana sementara Aska masuk ke dalam, tuh nanti dia kalau di situ sendirian yang ada malam kayak orang hilang lagi. Setelah berada di dalam Aska pun langsung cepat-cepat mendekat kearah mamanya karena dia sangat khawatir dengan kondisi mamanya itu, dia takut kalau papanya itu menyelakai mamanya. "Ma mama gak papa kan?" Tanya Azka khawatir. "Azka mama gak papa kok, kamu gak usah khawatir sama mama," balas mama Azka. "Anda ngapain disini hah? belum puas anda membuat hidup saya dan mama saya menderita, apa Anda belum puas dengan sikap anda yang sudah semena-mena sama kita dan menelantarkan kita berdua!" tegas Azka, entah kenapa Aska sangat benci sekali dengan papanya itu mungkin karena sikapnya yang sangat keterlaluan dan suka semena-mena sama dirinya dan mamanya itu. "Azka anakku jangan marah dulu dong! Papa kesini baik-baik kok cuman mau minta kamu tinggal sama papa, karena papa juga kangen sama kamu, papa ingin kamu tinggal bareng sama papa," seru papa Azka. "Tidak mau jika saya harus tinggal sama anda karna bagi saya papa saya sudah meninggal, jadi sekarang saya harap anda segera pergi dari rumah saya sebelum saya benar-benar marah sama anda, tuh harusnya anda itu malu menginjakkan kaki di rumah ini setelah apa yang Anda lakukan kepada saya dan mama saya," ujar Azka yang sudah sangat emosi, Karena tanpa rasa bersalah papanya itu tiba-tiba mengajak dirinya untuk tinggal bareng sama dia atas apa yang sudah diperbuat selama ini. "Azka dengerin papa dulu," ucap papa Azka. "Saya bilang pergi ya pergi anda dengar tidak hah?" bentak azka menggebrak meja yang ada didepannya membuat orang-orang yang ada disana pun kaget termasuk Kayla. "Oke baik papa akan pergi!" seru papa Azka lalu pergi dari rumah Azka. "Udah nak jangan marah-marah jaga emosi kamu, walau bagaimanapun di tetap papa kamu," ujar mama Azka. "Tapi dia udah bikin keluarga kita berantakan ma jika dia papa dan suami yang baik dia tidak akan Setega itu sama kita," seru Azka. "Iya nak mama tahu itu mama disini juga salah andai mama bisa menjaga papa kamu mungkin papa kamu gak bakalan selingkuh dan milih perempuan itu," ujar mama Azka "Nggak ma bagi Azka yang salah itu papa bukan mama jadi mama jangan nyalahin diri mama sekarang mama istirahat dulu ya Azka antar ke kamar mama,"seru Azka lalu mengantarkan mamanya ke kamarnya namun sebelum itu Azka yang menyadari keberadaan Kayla menyuruhnya untuk menunggu nya. "Eh Lo tunggu disitu biar gue antar nyokap gue ke kamar nya," seru Azka pada kayla. Kayla yang sedari tadi hanya diam akhirnya hanya menganggukkan kepalanya lalu menunggunya di kursi sofa ruang tamu. Tak lama kemudian Azka keluar dari kamar mama nya dan menghampiri Kayla yang duduk di sofa ruang tamu. "Sorry kalau kejadian tadi membuat ko takut," ujar Azka duduk disebelah Kayla. "Emm gak kok," bohong Kayla padahal sebenarnya dia sedari tadi ketakutan karena baru pertama kali dia menyaksikan sebuah pertengkaran hebat. "Kayaknya gue hari ini gak bisa belajar dulu pikiran gue lagi kacau gue takut kalau nanti gue gak konsen," seru Azka. "Gak papa kok gue juga ngertiin keadaan Lo sekarang kalau gitu gue balik dulu," ujar Kayla. "Gue anterin Lo pulang ke rumah Lo," balas Azka. "Gak usah Lo disini nungguin nyokap Lo aja kan kasian kalau nanti dia kenapa-napa dan membutuhkan Lo," jelas kayla. "Yaudah kalau gitu gue pesankan ojek online aja Lo tunggu sebentar," balas Azka. "Yaudah gue tunggu diluar aja," seru kayla. "Gue anterin Lo sampai depan," balas Azka. Lalu mereka sekarang berada didepan rumah Azka menunggu taksinya datang tak lama kemudian taksinya datang Kayla segera menaikinya. "Gue pulang dulu ya," ujar Kayla dan di anggukkan oleh Azka Taksi Kayla pun mulai melaju dan meninggalkan rumah Azka. "Mau ke mana neng?" Tanya supir taksi. "Ke kompleks permata jalan harapan ya pak!" balas Kayla sembari masuk ke dalam taksi. "Baik neng," seru kayla sepanjang perjalanan pulang kayla hanya melamun memikirkan kejadian tadi yang ada dirumah Azka. Kayla tidak menyangka jika Azka dan papa nya tidak pernah akur dan dia itu broken home. Apa sifat Azka selama ini itu karena permasalahan yang ada di keluarganya entah Kayla pun juga bingung namun itu juga bisa jadi salah satu penyebab nya. Taksi kayla sudah sampai didepan rumah nya namun Kayla tidak menyadari Karena sedari tadi dia hanya melamun. "Neng maaf udah sampai," seru sopir taksi namun tak didengar oleh Kayla.. "Neng maaf udah sampai mau turun tidak?" seru sopir taksi agak keras dan itu membuat Kayla tersadar dari lamunannya. "Eh iya pak maaf-maaf ini uangnya," balas Kayla lalu turun dari taksi tersebut. "Kenapa gue jadi mikirin dia terus sih, lagian itu nggak penting juga kan tuh itu semua juga bukan urusan gue," seru kayla pada dirinya lalu diapun memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya. "Assalamualaikum," ujar Kayla berjalan masuk ke dalam rumah. "Waalaikumussalam sayang, udah pulang kamu?" balas bunda Kayla. "Eh bunda iya Bun, bunda lagi ngapain?" Tanya kayla lalu dia pun berjalan mendekat kearah bundanya yang sedang duduk di sofa. "Biasa lagi baca-baca buku aja, oh iya sayang sini duduk," balas bunda Kayla. "Ini Bun Kayla mau cerita sesuatu sama bunda boleh?," ujar Kayla antusias. "Tumben nih Anak bunda ini mau cerita apa? Atau jangan-jangan soal cowok yang kemarin kan? Bener kata bunda kan kalau kamu sayang sama dia," goda bunda sambil mencubit pipi kayla. "Ih bunda kan sakit, kebiasaan deh bunda suka mencubit pipi," ujar Kayla kesal sembari mengelus-elus pipinya. "Hahaha maaf sayang habisnya bunda gemes sama kamu, sekarang adek mau cerita apa coba sama bunda, bunda bakal dengerin apa yang akan adek cerita kan," seru bunda Kayla. "Aku mau cerita soal teman ku yang kemarin tapi bukan karna aku sayang ya Bun tapi soal keluarga, dia tadi kan rencananya sehabis pulang sekolah seperti biasanya aku sama dia kan ada jadwal belajar nah itu dirumah dia terus pas perjalanan ke rumah dia tiba-tiba ada orang yang nelpon dia tapi kayla gak tahu dia itu bicara tau-tau habis terima telpon dia terlihat agak marah gitu terus bawa motornya juga cepat. Sesampainya dirumah dia tiba-tiba kayla kaget dong karena ada suara orang berantem gitu akhirnya Kayla memutuskan untuk masuk bersama Azka. Setelah sampai di dalam rumah ternyata mama dan papa Azka sedang bertengkar hebat kayak nya sih karena papa nya Azka ingin mengambil hak asuh Azka secara mama dan papa Azka kalau gak salah udah berpisah dan Azka pun gak mau dia terlihat sangat membenci papa nya sampai-sampai dia memukul meja kan aku lihatnya jadi ketakutan dan kasian," jelas kayla panjang lebar. "Mungkin keluarga mereka memang sedang tidak baik-baik saja dan ada satu hal yang membuat mereka harus berpisah. Dan kalau soal Azka yang terlihat sangat membenci papa nya mungkin karna dulu papanya Azka pernah berbuat salah kepada Azka dan mama nya sehingga azka sampai sekarang jadi kayak gitu," seru Bunda Kayla. "Iya juga sih Bun tapi aku bersyukur banget sama Allah SWT karena masih diberi keluarga yang utuh dan lengkap seperti saat ini," ujar Kayla. "Jadi Begitu itu sayang jadi bunda berharap kamu selalu bersyukur, kamu jangan pernah mengeluh atas cobaan yang kita dapat terkadang cobaan yang kita dapat itu belum ada apa-apanya dibandingkan cobaan orang lain diluar sana yang lebih berat apalagi sama teman mu itu bisa jadi dia itu seseorang yang sangat rapuh tapi dia berusaha terlihat tegar untuk menutupi permasalahan hidupnya," seru bunda Kayla. "Kayla juga merasa kasihan sama dia walaupun dia itu orang nya ngeselin dan bikin emosi," ujar Kayla. "Gak boleh gitu kamu benci bisa jadi cinta sayang siapa tau dia besok jadi suami kamu kan gak tau," balas Bunda Kayla. "Bunda mah gitu Mulu, suka jahil sama adek," kesal Kayla. "Hahaha yaudah sana mandi bersih-bersih dulu abis itu sholat sebentar lagi kan udah mau Maghrib," pinta bunda Kayla. "Iya Bun kalau begitu Kayla ke kamar dulu ya bay!" seru kayla lalu mencium pipi bunda nya, setelah itu dia pun beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju ke kamarnya. "Emang ya ada-ada aja tingkah nya tuh anak," balas bunda lalu dia pun juga pergi ke kamar nya. Karena dia sebentar lagi juga mau salat magrib terlebih dahulu. Setelah kurang lebih 30 menit Kayla sudah selesai mandi dan sholat saatnya Kayla bersantai dulu sebelum makan malam. Karna dia hari ini lumayan merasakan capek sekali. "Huh capek juga nih badan!" seru Kayla menidurkan tubuhnya ditempat tidurnya. Hal ternyaman yaitu ketika kita bisa beristirahat di kasur kesayangan kita sendiri meskipun itu sederhana tapi itulah yang tempat yang menurut kita paling nyaman. "Hmm kok gue jadi teringat kata-kata bunda tadi sih masa iya gue suka sama dia kan gak mungkin banget ya walaupun kalau dipikir-pikir sebenarnya dia itu orangnya baik sih banyak menolong aku juga, ih jangan baper lah kay," ujar Kayla. "Mending gue ke bawah makan ah laper juga ni perut," seru kayla lalu menuju ke ruang makan. "Bunda tumben sendirian ayah sama Abang kemana?" Tanya Kayla. "Mereka belum pada pulang dek, mungkin sebentar lagi pada pulang," balas Bunda Kayla. "Oh gitu," seru kayla mengangguk an kepalanya. "Yaudah kamu makan dulu keburu dingin nanti, biar nanti Abang sama ayah nyusul makan nya," ujar bunda Kayla. "Iya Bun!" Kayla menikmati makanan yang telah disediakan setelah dia kenyang dia memutuskan untuk kembali ke kamar nya untuk sekedar belajar atau nonton drama Korea. "Nonton ah kayaknya udah lama gue gak nonton," seru kayla sambil mengambil laptop yang ada di laci lemarinya. "Emm nonton film apa ya? Em ini kayaknya bagus deh," kata kayla lalu menikmati film nya hingga dia sampai ketiduran. Azka sedang berdiam diri di balkon kamarnya dia sedan memikirkan kejadian sore tadi dia juga gak habis pikir sama papa nya itu bisa-bisanya di datang ke rumahnya tanpa merasa bersalah dan lebih parahnya lagi dia seenak jidatnya mengajak Azka untuk tinggal bersama dia. "Mau apa lagi sih dia belum puas apa bikin gue sama mama hancur lihat aja besok kalau dia masih berani macam-macam Sama mama gue gak akan segan-segan habisin dia walaupun dia itu bokap gue sendiri," tegas Azka dengan dendamnya yang masih membara. "Dan bakal gue pastikan kalau dia gak bakalan bisa merebut gue dari mama," ujar Azka lagi sembari mengepalkan kedua tangannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN